Bleach, Hana Kimi
J&K-Lovers
#Lembah
Fitness UGM
>>Minggu
pagi
Spica dan Venus
sedang berkumpul bersama anggota Hana Mori J&K-Lovers yang tinggal di
Yogya. Mereka semua berkumpul untuk merayakan sembuhnya Hydra dan Helios.
Disana mereka juga bersama para senpai yaitu Virgo (sensei khusus Spica yang
mengajarinya menganalisis wajah seseorang gara-gara insiden tak terduga),
Sirius (sensei khususnya Spica dalam melakukan penelitian, sangat sayang pada
Spica), Regulus (sensei khususnya Venus), dan Theira (seumuran tapi masuk
kuliah lebih cepat). Mereka sedang bersantai setelah lari pagi.
Setelah kira-kira
satu jam istirahat, tiba-tiba seseorang berambut hitam panjang dan dikucir kuda
bersama dengan bocah berambut putih jabrik yang tampaknya juga selesai lari
pagi datang menghampiri mereka.
“Hhh…” gumam
cowok berambut hitam itu tampak lelah, “Permisi…” sapanya.
“Ah! Byakuya!
Waaaaw… Tak kusangka kalian akan datang!” kata Sirius yang wajahnya jadi
bersinar sampai menyilaukan.
“Aw…!! Sensei
silau!” kata Spica kesilauan.
“Hah?” yang
lainnya menoleh bingung.
“Apanya yang
silau?” tanya Regulus.
“Wajahnya yang
seperti bertemu pacar yang sudah sangat lama tak ditemui itu yang silau. Uwaaa…
mataku..” kata Spica lebay.
“Jyah… Nee-chan
lebay!” kata Hydra yang tampak biasa saja, sementara yang lainnya sweat drop.
“Emang matanya
kenapa Onee-chan?” tanya Helios.
“Jadi sharingan!
Gyahahaha…” kata Spica sambil terkekeh seram ala Hiruma.
“Ck! Bilang aja
kalo Onee-chan cemburu. Khe khe khe khe” tawa Venus.
Yang lainnya
terkejut. Hitsugaya dan Byakuya sweat drop. Sirius tampak bahagia. Lalu…
Spica mengambil
cutter lalu melakukan adegan seperti hendak bunuh diri dengan mengiris
pergelangan tangannya. Secara reflek Hydra, Helios dan Venus langsung lari
menuju Spica.
“Uwaaaah…
Nee-chan! Don’t do it!” kata Hydra dan Helios bareng dengan Venus yang
mengatakan, “Onee-chan, noooooooooooo…..!!!”
GABRUK!!! Set!!
DUAK! BUAK!! SRAAKKK!! (Ok, ini berlebihan)
“Eh?! Apa-apaan
ini?!” kata Spica yang kaget bukan main ketika Hydra, Helios dan Venus jatuh
dihadapannya dan tangannya yang memegang cutter dipegang oleh seorang cowok
berambut jabrik warna jeruk. Yang lain cengo.
Kemudian cowok
itu mengatakan sesuatu dalam bahasa inggris, “Don’t do it! Death isn’t the
place to escape but the place for those who have been determined!”
Count down…
3…
2…
1…
“Hah?!! Who will
suicide?!!” tanya Spica setelah berhasil memahami kalimat panjang itu.
“He? You!”
kata-kata cowok itu terputus.
“You, Onee-chan! Looks like that!” kata
Venus, Hydra dan Helios bersamaan. Spica cuma cemberut mendengar penuturan
saudara sepupunya itu.
“Hhh… Baka!” setelah berkata begitu Spica
malah pergi kearah pasar untuk membeli sesuatu. Kemudian tak berapa lama sudah
kembali membawa setumpuk makanan dan minuman.
“Spica-san!” kata Theira serius. “Apa yang
sebenarnya tadi mau kau lakukan? Kau tidak berniat bunuh diri kan?”
“Hah?!” kata Spica yang heran Theira juga
ikut-ikutan mengira dia mau bunuh diri. “Kagak lah?!! Gue tadi cuma mau ngusir
lalat yang gak tau sejak kapan nempel di tangan gue! Sialan tuh lalat! Buang
sembarangan di tangan orang!”
“Buwaah…” Venus, Hydra dan Helios
menyemprotkan minuman mereka.
“Apa?!!” kata mereka bareng.
“Jadi karena lalat??” tanya Venus yang
merasa bodoh.
“He’em! Mana mungkin cutter kayak gini
(sambil nunjukkin cutter yang udah agak berkarat) bisa melukai dengan sekali
gores yang tidak ditekankan?!”
“Lalu kenapa mengusir lalat dengan cutter?”
tanya Renji, cowok rambut nanas merah.
“Karena cutternya ada di tangan satunya,
iya kan?” kata Virgo yang dari tadi diam saja. Entah kenapa Hitsugaya sweat
drop mendengarnya.
“Aneh sekali orang-orang disini.” batin
Hisugaya sambil sweat drop.
“Ben!!” kata Spica yang tiba-tiba jadi
kesal. Yang lainnya bingung.
“?? Loh? Kenapa tiba-tiba bilang begitu?”
tanya Regulus.
“Soalnya tadi ada yang bilang kalau
orang-orang disini tuh aneh-aneh.” kata Spica dengan menatap tidak bersahabat
pada Hitsugaya.
“He? Sapa yang bilang?” tanya Rukia yang
sepertinya tidak dengar kata-kata seperti itu tapi merasa mengatakannya.
Hitsugaya yang sadar sapa yang dimaksud
terkejut dan diam saja.
“Ah, tidak! Forget it!” kata Spica yang
selesai menatap garang ke Hitsugaya dan melanjutkan menyantap sate yang ada
dihadapannya.
Sementara itu Hanataro yang juga tahu sapa
yang dimaksud Spica hanya diam, bingung dan melanjutkan makannya.
>>Selesai makan pagi
“Hey, Sirius…
Darimana kau dapat teman seperti mereka? Kau tidak menculik mereka kan?” tanya
Regulus sambil menunjuk ke arah Ichigo cs yang sedang mencuci tangan.
“Uappaaa…?!!
Menculik?! Ora laaah…” kata Sirirus terkejut mendengar kata sahabatnya yang
terasa keterlaluan.
“Lha terus mereka
itu kenal kamu dimana? Perasaan di kampus gak ada orang-orang seperti mereka?”
tanya Virgo yang satu universitas dengan Sirius.
“Mereka itu orang
yang ditemui Sirius-kun di bandara. Kan Sirius-sensei jadi tour guard juga.”
kata Spica yang menghadap laptopnya serius bersama Theira, Venus, Hydra, dan
Helios yang juga ikut-ikutan melihat ke laptopnya Spica. Rupanya mereka sedang
asyik menonton anime sederhana buatan Venus.
“Eh?! Jadi… Kau
juga bekerja sebagai tour guard?!” tanya Virgo dan Regulus bersamaan.
“He’em…” jawab Sirius
singkat sambil batin, “Ni anak… Tau darimana coba? Lagian kenapa bawa laptop
disaat sedang bersantai?”
Setelah cuci
tangan Ichigo cs kembali ke tempat para anggota Hana Mori. Tapi belum juga
mereka sampai, handphone khusus shinigami mereka berbunyi. Ada pesan yang
menyatakan akan muncul shinigami di tempat mereka pukul 8.45 yang berarti
kurang 1 menit lagi.
“Gawat! Kita
tidak bawa mod soul kita!” kata Ichigo panik.
“Tenang! Kita
bagi tugas.” kata Byakuya yang tetap cool.
“Ichigo, Renji
dan Rukia. Kalian yang bertarung hari ini! Kami akan membawa tubuh kalian.!”
kata Hitsugaya.
“Baik!!” sahut
mereka bertiga yang kemudian sudah dalam mode shinigami.
Tanpa ada yang
sadar kecuali Hitsugaya, Spica melihat kejadian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar