Jumat, 07 Juni 2013

AWAL MULA Part 4


Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers

#Lembah Fitness UGM
>>Minggu pagi
        Spica dan Venus sedang berkumpul bersama anggota Hana Mori J&K-Lovers yang tinggal di Yogya. Mereka semua berkumpul untuk merayakan sembuhnya Hydra dan Helios. Disana mereka juga bersama para senpai yaitu Virgo (sensei khusus Spica yang mengajarinya menganalisis wajah seseorang gara-gara insiden tak terduga), Sirius (sensei khususnya Spica dalam melakukan penelitian, sangat sayang pada Spica), Regulus (sensei khususnya Venus), dan Theira (seumuran tapi masuk kuliah lebih cepat). Mereka sedang bersantai setelah lari pagi.
        Setelah kira-kira satu jam istirahat, tiba-tiba seseorang berambut hitam panjang dan dikucir kuda bersama dengan bocah berambut putih jabrik yang tampaknya juga selesai lari pagi datang menghampiri mereka.
        “Hhh…” gumam cowok berambut hitam itu tampak lelah, “Permisi…” sapanya.
        Semua yang tadinya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing langsung menoleh kearah suara tadi.
        “Ah! Byakuya! Waaaaw… Tak kusangka kalian akan datang!” kata Sirius yang wajahnya jadi bersinar sampai menyilaukan.
        “Aw…!! Sensei silau!” kata Spica kesilauan.
        “Hah?” yang lainnya menoleh bingung.
        “Apanya yang silau?” tanya Regulus.
        “Wajahnya yang seperti bertemu pacar yang sudah sangat lama tak ditemui itu yang silau. Uwaaa… mataku..” kata Spica lebay.
        “Jyah… Nee-chan lebay!” kata Hydra yang tampak biasa saja, sementara yang lainnya sweat drop.
        “Emang matanya kenapa Onee-chan?” tanya Helios.
        “Jadi sharingan! Gyahahaha…” kata Spica sambil terkekeh seram ala Hiruma.
        “Ck! Bilang aja kalo Onee-chan cemburu. Khe khe khe khe” tawa Venus.
        Yang lainnya terkejut. Hitsugaya dan Byakuya sweat drop. Sirius tampak bahagia. Lalu…
        Spica mengambil cutter lalu melakukan adegan seperti hendak bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya. Secara reflek Hydra, Helios dan Venus langsung lari menuju Spica.
        “Uwaaaah… Nee-chan! Don’t do it!” kata Hydra dan Helios bareng dengan Venus yang mengatakan, “Onee-chan, noooooooooooo…..!!!”
        GABRUK!!! Set!! DUAK! BUAK!! SRAAKKK!! (Ok, ini berlebihan)
        “Eh?! Apa-apaan ini?!” kata Spica yang kaget bukan main ketika Hydra, Helios dan Venus jatuh dihadapannya dan tangannya yang memegang cutter dipegang oleh seorang cowok berambut jabrik warna jeruk. Yang lain cengo.
        Kemudian cowok itu mengatakan sesuatu dalam bahasa inggris, “Don’t do it! Death isn’t the place to escape but the place for those who have been determined!”
        Count down…
        3…
        2…
        1…
        “Hah?!! Who will suicide?!!” tanya Spica setelah berhasil memahami kalimat panjang itu.
        “He? You!” kata-kata cowok itu terputus.
“You, Onee-chan! Looks like that!” kata Venus, Hydra dan Helios bersamaan. Spica cuma cemberut mendengar penuturan saudara sepupunya itu.
“Hhh… Baka!” setelah berkata begitu Spica malah pergi kearah pasar untuk membeli sesuatu. Kemudian tak berapa lama sudah kembali membawa setumpuk makanan dan minuman.
“Spica-san!” kata Theira serius. “Apa yang sebenarnya tadi mau kau lakukan? Kau tidak berniat bunuh diri kan?”
“Hah?!” kata Spica yang heran Theira juga ikut-ikutan mengira dia mau bunuh diri. “Kagak lah?!! Gue tadi cuma mau ngusir lalat yang gak tau sejak kapan nempel di tangan gue! Sialan tuh lalat! Buang sembarangan di tangan orang!”
“Buwaah…” Venus, Hydra dan Helios menyemprotkan minuman mereka.
“Apa?!!” kata mereka bareng.
“Jadi karena lalat??” tanya Venus yang merasa bodoh.
“He’em! Mana mungkin cutter kayak gini (sambil nunjukkin cutter yang udah agak berkarat) bisa melukai dengan sekali gores yang tidak ditekankan?!”
“Lalu kenapa mengusir lalat dengan cutter?” tanya Renji, cowok rambut nanas merah.
“Karena cutternya ada di tangan satunya, iya kan?” kata Virgo yang dari tadi diam saja. Entah kenapa Hitsugaya sweat drop mendengarnya.
“Aneh sekali orang-orang disini.” batin Hisugaya sambil sweat drop.
“Ben!!” kata Spica yang tiba-tiba jadi kesal. Yang lainnya bingung.
“?? Loh? Kenapa tiba-tiba bilang begitu?” tanya Regulus.
“Soalnya tadi ada yang bilang kalau orang-orang disini tuh aneh-aneh.” kata Spica dengan menatap tidak bersahabat pada Hitsugaya.
“He? Sapa yang bilang?” tanya Rukia yang sepertinya tidak dengar kata-kata seperti itu tapi merasa mengatakannya.
Hitsugaya yang sadar sapa yang dimaksud terkejut dan diam saja.
“Ah, tidak! Forget it!” kata Spica yang selesai menatap garang ke Hitsugaya dan melanjutkan menyantap sate yang ada dihadapannya.
Sementara itu Hanataro yang juga tahu sapa yang dimaksud Spica hanya diam, bingung dan melanjutkan makannya.

>>Selesai makan pagi
        “Hey, Sirius… Darimana kau dapat teman seperti mereka? Kau tidak menculik mereka kan?” tanya Regulus sambil menunjuk ke arah Ichigo cs yang sedang mencuci tangan.
        “Uappaaa…?!! Menculik?! Ora laaah…” kata Sirirus terkejut mendengar kata sahabatnya yang terasa keterlaluan.
        “Lha terus mereka itu kenal kamu dimana? Perasaan di kampus gak ada orang-orang seperti mereka?” tanya Virgo yang satu universitas dengan Sirius.
        “Mereka itu orang yang ditemui Sirius-kun di bandara. Kan Sirius-sensei jadi tour guard juga.” kata Spica yang menghadap laptopnya serius bersama Theira, Venus, Hydra, dan Helios yang juga ikut-ikutan melihat ke laptopnya Spica. Rupanya mereka sedang asyik menonton anime sederhana buatan Venus.
        “Eh?! Jadi… Kau juga bekerja sebagai tour guard?!” tanya Virgo dan Regulus bersamaan.
        “He’em…” jawab Sirius singkat sambil batin, “Ni anak… Tau darimana coba? Lagian kenapa bawa laptop disaat sedang bersantai?”
        Setelah cuci tangan Ichigo cs kembali ke tempat para anggota Hana Mori. Tapi belum juga mereka sampai, handphone khusus shinigami mereka berbunyi. Ada pesan yang menyatakan akan muncul shinigami di tempat mereka pukul 8.45 yang berarti kurang 1 menit lagi.
        “Gawat! Kita tidak bawa mod soul kita!” kata Ichigo panik.
        “Tenang! Kita bagi tugas.” kata Byakuya yang tetap cool.
        “Ichigo, Renji dan Rukia. Kalian yang bertarung hari ini! Kami akan membawa tubuh kalian.!” kata Hitsugaya.
        “Baik!!” sahut mereka bertiga yang kemudian sudah dalam mode shinigami.
        Tanpa ada yang sadar kecuali Hitsugaya, Spica melihat kejadian itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar