Jumat, 27 Juli 2012
Kamis, 26 Juli 2012
Sabtu, 30 Juni 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Did you believe this?? :D
Posted by
Aufklarung スピカ
aww.. well..
actually this isn't a fanfic.. but I just want to shared it.. :)
and...
who will believe this?? xD
but, seriously.. this conversations really happened between the real Chinen Yuri, Yabu Kota, Ryosuke Yamada, and Yuto Nakajima.. ^^ *Daiki Arioka was not involved bcz of Yabu*
actually this isn't a fanfic.. but I just want to shared it.. :)
and...
who will believe this?? xD
but, seriously.. this conversations really happened between the real Chinen Yuri, Yabu Kota, Ryosuke Yamada, and Yuto Nakajima.. ^^ *Daiki Arioka was not involved bcz of Yabu*
Sabtu, 16 Juni 2012
Chinen Disappeared!! part 3
Posted by
Aufklarung スピカ
Seseorang menghubungi ponsel Chinen. Yamada yang awalnya ragu-ragu untuk mengangkatnya kemudian memberanikan diri mengangkat telepon itu setelah mendapat dukungan dari yang lain.
“Trek! Moshi-moshi...” kata Yamada. Dia meloud speaker telepon.
“Ah! Moshi-moshi... anoo... Is this Chinen’s number?” kata orang diseberang.
“Ee? Hai! Dare desuka?”
“Anoo... umm??” berhenti... yang lainnya menunggu. “Anoo... aduh! From where I must say it?” kata orang diseberang terdengar bingung dan seperti sedang berbicara dengan orang lain.
“Kau bisa memulainya dari awal.” Kata orang diseberang lagi. Tentu saja semua yang ada disitu tau bahwa yang berbicara bukanlah orang yang sama.
“Anoo... moshi-moshi...” kata Daiki tiba-tiba. Yang lainnya menoleh kearah Daiki.
“Ee??”
“You can speak Indonesia, right?” kata Keito.
“Bicaralah bahasa Indonesia saja. Kami paham kok.” kata Takaki menyambung.
“E-ee?!!” suara diseberang terkejut.
“Woow sugoi~ they can speak Indonesia? Subarashi~” kata orang yang lain dari arah seberang.
“Ah..! If like that, well... okay! Eetoo...”
“Sini! Aku aja yang omong! Lama mah kalau Spica nee chan yang omong!”
“Ish! Kau ini Na-chan...!!”
“Sini! Aku aja yang omong! Lama mah kalau Spica nee chan yang omong!”
“Ish! Kau ini Na-chan...!!”
“Nee... begini... umm?? Sebelumnya boleh kami tahu kami sedang berbicara dengan siapa saja disana?”
“Ah, disini kami semua member HSJ. Semuanya ada disini.” Kata Inoo.
“Souka? Well, okay! Begini kami ingin memberitahukan sesuatu. Dan.. Spica nee chan, silahkan bercerita.”
“Okey! Thank you, Na-chan!”
“Anoo... langsung saja ya?!! Umm...?? Tentunya kalian masih mencari-cari Chinen kan?” tanya orang diseberang yang bisa diduga kalau orang itu bernama Spica.
“Hai! Of course!” kata Yuto dan Yamada bebarengan.
Jumat, 15 Juni 2012
Chinen Disappeared!! part 2
Posted by
Aufklarung スピカ
1 Desember 2012
Setelah suara ponsel terdengar mereka melakukan pembongkaran. Beberapa saat setelah pembongkaran, ponsel Chinen ketemu!! Tapi... dimana orangnya?? Mereka semua harap-harap cemas. Kemudian beberapa runtuhan pun dibongkar lagi. Dan disitu, tergeletak sebuah jasad yang sayangnya sudah tidak terlalu kelihatan bentuknya. Yamada dan member lain yang ikut membantu pun shock setengah mati. Mereka semua tidak percaya kalau hal seperti itu mungkin akan terjadi juga pada Chinen.
Pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Mr. Johnny sudah tiba di Indonesia. Dia dengan beberapa orang, juga tim penyelamat dari Jepang membantu evakuasi. Mr. Johnny yg sudah mendengar kabar duka mengenai Chinen pun langsung menuju ke anak-anaknya yang lain untuk menenangkan mereka. Karena jasad-jasad yang sudah ditemukan baru akan diotopsi mulai hari ini.
Tiga hari kemudian beberapa orang yang ingin pulang sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun pencarian pun masih berlanjut. Beberapa JE member yang lain sudah dipulangkan sejak dua hari yang lalu. Pada hari ini juga otopsi mengenai semua jasad yang ada sudah selesai. Dan, kalian pasti tahu apa yang terjadi kan?!! Ya! Karena itulah Yamada dan Yuto yang tadinya sudah lemah lesu lunglai tiba-tiba bersemangat lagi. Berita tentang Chinen yang kemungkinannya masih hidup pun sudah menyebar ke seluruh penjuru.
Sayangnya, seminggu kemudian pencarian Chinen dalam reruntuhan pun dihentikan. Karena disana sudah tidak ada apa-apa. Berita Chinen Yuri masih hidup memang sangat menggembirakan. Tapi berita itu pun berlanjut menjadi kegelisahan yang lain karena Chinen tidak ditemukan dimana-mana diantara para korban. Pagi ini juga jasad para korban yang telah diidentifikasi dipulangkan dan dikebumikan.
Sehari berikutnya Yabu dan member HSJ yang lain menyatakan untuk beberapa saat ini mereka akan cuti sebentar. Mereka ingin mencari tahu keberadaan Chinen Yuri. Jadi untuk itulah mereka tidak melakukan konser atau show terlebih dahulu.
Hari berikutnya, dengan bantuan detektif dari Jepang dan kepolisian setempat mereka kembali ke Indonesia untuk mencari tahu dimana Chinen berada. Mereka mulai melakukan penyusuran dari gedung tempat mereka melakukan pertunjukan waktu itu.
1 Januari 2013
Tahun baru 2013 bagi HSJ member seharusnya menjadi tahun yang menyenangkan, karena mereka akan pergi ke Hawaii untuk melakukan Tour World mereka. Tapi kenyataannya tahun ini mereka masih dalam kebingungan untuk mencari seorang Chinen Yuri. Akhir Desember kemarin mereka menemukan fakta bahwa Chinen Yuri benar-benar masih hidup dan sekarang kemungkinannya sedang tinggal di rumah seseorang. Mereka mendapatkan kabar tersebut dari penduduk sekitar.
28 Februari 2013
Seseorang menghubungi ponsel Chinen Yuri.
“Rrrr.... Rrrr.... Rrrr....” ponsel Chinen yang ntah kenapa selalu dibawa Yamada sekarang berbunyi.
Chinen Disappeared!! part 1
Posted by
Aufklarung スピカ
Chinen is dead. That news is really2 bad news for his friends, his fans and his families. But surely! That’s just news. What the real happened? Is that true if Chinen was died?
2 Desember 2012
“Gempa bumi yang terjadi kemarin selain telah menewaskan banyak penduduk setempat juga menewaskan seorang member boy band ternama dari Jepang saat konser sedang berlangsung. Salah satu member Hey! Say! Jump yang bernama Chinen Yuri diduga telah tewas tertimpa bangunan. Untuk saat ini sebuah jasad yang ditemukan dalam runtuhan yang diduga jasad Chinen Yuri sedang akan diotopsi. Bla.. bla.. bla....” tentu saja berita seperti itu bisa dengan sangat cepat menyebar luas. Tidak hanya menyebar sangat cepat di Indonesia, tapi juga menyebar dengan super cepat bahkan ke luar negeri.
Minggu, 22 April 2012
Beside You, I Hope This Is a Reality
Posted by
Aufklarung スピカ
CKIIITTTT….!!! BRUAAKKK!!!
“Augh!!” cengir kesakitan seorang cewek yang baru saja menghindari sebuah mobil yang nyaris menabraknya.
“Are you okey?!” tanya seorang cowok yang tiba-tiba muncul dan menghampirinya. Kelihatannya dia berasal dari mobil yang tadi dihindarinya.
Dengan wajah kesal cewek itu berkata “What the heck you think? Do you think something like this is okey?? Baka desu! >,<”
“Eee??” cowok itu baru sadar kalau ternyata luka si cewek itu lumayan berat. Paling tidak luka tersebut membuat cewek itu tidak bisa mengendarai motornya lagi.
“Aa~~ hontou ni sumimasen! >,< I’ll bring you to the hospital. Could you stand up?” kata si cowok sambil membantu si cewek berdiri.
“A little bit… augh!” erang cewek itu berdiri agak kesakitan. Kemudian cewek dan cowok itu masuk ke mobil.
“Mitte!! How about my motorcycle?” tanya si cewek.
“Ah.. Sore wa..” setelah melihat keadaan motornya, si cowok menelepon seseorang untuk datang mengambil motor tersebut.
“Nah, ikou!” kata si cowok pada supir yang ada di depannya. “Your motor will be in the police near from here. I’ll accompany you to pick it up after from hospital. ‘key?!!”
“Well.. okey.. :/”
Di dalam mobil, “Who did ride this car before now? Is that you?” kata si cewek pada si supir.
“No! That’s me! ^^” I’m so sorry about that. >/\<” kata si cowok.
“Have you a license?”
“Aa… eetoo.. I didn’t have it. Gomen…” si cewek langsung mengerutkan wajahnya tanda tidak suka dengan apa yang dikatakan si cowok.
“Miss, please forgive my lord. He just trained the car.” Kata si supir. Sementara itu si cowok hanya menundukkan wajahnya tanda menyesal.
“Train… the car here? ==”a You must be crazy! How can you train the car here? You want to die? Ha?”
“Of course no!” kata si cowok.
“Ow, c’mon! You’re Chinen Yuri, right? How can you think to train the car in there?”
“A-ano… From where you know if I’m…”
“Don’t be baka! You’re an actrees after all! Although this is not your country, but your name spread everywhere here!” kata si cewek dengan heran. “Unn…??” tiba-tiba si cewek memegangi kepala bagian kirinya.
“Eee.. sou ka? ^^” hehe.. gomen… Eee? nande?” kata Chinen.
“It’s… the sky.. why.. so dark..” BLUGH!! Si cewek pingsan.
“Eee??” kata Chinen dan supirnya yang heran.
“Sir, please quick!” kata Chinen agak panik setelah melihat darah yang mengalir cukup banyak dari kepala bagian kiri si cewek.
“Hai!!” si supir pun menyetir mobilnya dengan cepat.
Di Rumah Sakit…
“Apa dia tidak apa-apa?” tanya Chinen pada dokter yang baru saja selesai memeriksa si cewek.
“Apa anda keluarganya?”
“Eh?? *Apa terjadi hal yang buruk??* Ha-hai! Aku kakaknya.” Kata Chinen bohong.
“Ha?? Kau yakin??”
“Eee~~ eetoo…” kata Chinen ragu.
“Sejak kapan kau jadi kakakku??” tanya si cewek tiba-tiba keluar dari kamarnya.
“A-anata… :O” dokter dan Chinen terkejut.
“I’m okey!! Aku baru saja ingat kalau tadi adikku bersamaku di motor itu. Tapi sepertinya Chinen tidak melihatnya ya? Kemana ya dia?” tanya si cewek dengan pose berpikir ala Shinichi.
“Eh?? Jadi ada yang lain?” kata Chinen terkejut.
“He’em laah…”
“Apa kepalamu tak apa-apa?” tanya si dokter.
“Dunno. K I never get a wound like this. So, I don’t know. :P” kata si cewek dengan santainya.
==” dokter dan Chinen hanya sweat drop.
“Ah!! Chinen, apa kau bisa antar aku ke tempat tadi? I get bad feeling about my sister and my brother. L”
“Ah, okey!”
“Matte!!” kata si dokter. “What’s your name?” tanya si dokter pada si cewek.
“E~ umm??” si cewek tampak berpikir. “Well, watashi wa Spica desu! Yoroshiku… ^^” kata Spica sambil membungkukkan badannya.
“Yoroshiku. Apa biayanya sudah dibayar?” tanya si dokter pada Chinen.
“Um!” sambil mengagguk.”Kami permisi dulu.” Kata Chinen yang kemudian mereka berdua pun pergi ke TKP.
Di TKP…
Spica langsung turun dari mobil dan memeriksa sekitar. Disana juga ada polisi. Dan Chinen sempat bertanya pada polisi mengenai adiknya Spica. Menurut keterangan polisi memang ada seorang anak yang ditemukan, “Namun entah kenapa anak itu tiba-tiba menghilang saat akan diantar ke rumah sakit. Makanya kami mencarinya lagi ke TKP. Anak itu cowok kira-kira tingginya 170 cm. Tapi sepertinya dia masih seumuran anak SMA. Dan saat itu dia sempat memanggil nama seseorang. Kalau tak salah, “Yossie”.”
Spica yang mendengar hal itu langsung mendekati si polisi. “Anda yakin??!! Apa ada data yang tertinggal dari anak itu?!”
“Ee~? Ya! Dia meninggalkan sebuah tas yang berisi dompet beserta kartu pelajar.”
“Apakah ada HP?”
“Iie. Kami tak menemukan alat komunikasi apa pun.”
“Yappari…” kata Spica. “Ototou, imotou… Gomen! I’ll find you as soon as I can!” kata Spica yang kemudian belari ke arah pinggir jalan. Tampaknya dia sedang mencoba menghubungi ponsel adiknya.
“Mitte!” panggil Chinen yang juga ikut berlari menyusul. Sementara itu polisi yang tadi bersamanya juga ikut menyusul mereka berdua.
RINGG…!!!! RINGGG…!!!! Terdengar bunyi dering sebuah HP. Lalu polisi yang sudah bersama Spica dan Chinen turun tangan untuk memeriksa. Dan ternyata ditemukan seorang anak gadis kecil disana sedang tidak sadarkan diri.
“Imouto-chan!!” kata Spica berlari ke arah adik perempuannya yang sudah ditemukan itu. Kemudian dia mencoba memerikasa denyut nadinya. “Masih hidup! Syukurlah!” tampak wajah khawatir pada wajahnya ketika adiknya dibawa masuk ke ambulance dan dilarikan langsung ke rumah sakit. “Sekarang tinggal si bodoh itu! Damn boy!” katanya dalam hati yang lalu mencoba menelepon ponsel adik cowoknya.
Tidak ada satupun dering HP disana. Tapi teleponnya diangkat. TREK!!
“Halo?” kata suara di seberang.
“Omae!!!” kata Spica yang land=gsung yakin kalau suara diseberang adalah suara adik cowoknya. “Damn you! Where are you?!!”
“Ah, sorry onee-chan. Aku tadi benar-benar khawatir pada Yossie makanya aku lari dari polisi yang menemukanku. Tapi, apa Yossie sudah ketemu?” kata suara diseberang khawatir.
“Udah kok! Tapi, awas kau ya!! Kalau ketemu kuhukum kau!”
“Jyaaah… :O Jahat…-,-”
“Ya sekarang kamu dimana toh?!!”
“Ya sekarang kamu dimana toh?!!”
“Di rumahnya seseorang yang kau jadikan idola.”
“Dare?” kata Spica terkejut.
“Daiki Arioka.”
“Eeeee?!!!!!!!!! xO Kok bisa sampai sana?”
“Tadi dia yang menemukanku pingsan di tengah jalan saat aku mencoba mencari Yossie.”
“Ckckck… Ya udah. Nanti kujemput kau! Stay there! Okey?!! Don’t try to run away again or I kill you!” ancam Spica.
“Bewh! -,-“ jawab adiknya Spica. Kemudian Spica mematikan ponselnya.
Chinen yang mendengar percakapan itu hanya bisa sweat drop dengan wajah horor. “Galak amat ni cewek.” batinnya.
“Chinen, kau tahu dimana rumah Arioka Daiki?”
“Eee?? Tahu. Memang kenapa? Adikmu ada disana?! :O” kata Chinen terkejut.
“Um!”
“Oke deh! Aku antar kau kesana.” Kemudian setelah mereka berdua mengucapkan terima kasih pada para polisi yang telah membantu menemukan adik perempuannya Spica mereka pergi ke rumah Daiki.
Di Rumah Daiki… Kebetulan Daiki sedang di rumah.
“Ano~ Daiki-san. *bla bla bla*...” Chinen dan Spica menceritakan maksud dan tujuan mereka datang kesana.
“Ee?? Souka?? Dia ada di dalam. Sedang istirahat. Silahkan masuk.” Kemudian Daiki mengantar Chinen dan Spica masuk ke dalam untuk menemui adiknya Spica.
“Here.” Kata Daiki sambil membukakan pintu sebuah kamar.
“Eeee??” mereka semua terkejut setelah kamar itu dibuka. KOSONG!!! Taka seorang pu ada disana. Tapi tempat tidurnya ada bekas telah ditiduri.
“Argh! Baka ototou!” kata Spica yang lalu mencari adiknya yang tiba-tiba hilang itu lewat jendela. Tak ada tanda-tanda seseorang turun lewat jendela. Kemudian mereka semua mencarinya. Tak ada dimana-mana kecuali sebuah ruangan yang paling akhir mereka datangi. Di dapur, mereka melihat sesosok tubuh yang tergeletak di lantai. Dari kepalanya keluar darah cukup banyak.
“Are wa…” kata Spica shock melihat kondisi adiknya.
“Sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit!” usul Daiki.
“Ada perban? Kita harus membebat kepalanya. Kalau tidak dia akan kehilangan banyak darah.” Kata Chinen.
“Um!!” kemudian dengan cepat Daiki mengambil perban. Chinen pun beraksi dengan cepat juga untuk membalut kepala adik cowoknya Spica.
“A-arigatou.” Kata Spica yang sedari tadi hanya gemetaran.
“Doita. Ah, daijoubu. Dia pasti akan baik-baik saja. ^^ seperti kau tentunya.” Kata Chinen menenangkan Spica yang sekarang sudah ada di mobil dan dalam perjalanan ke rumah sakit. Spica hanya terdiam sambil memperhatikan adiknya.
Di Rumah Sakit yang sama dengan tempat Yossie dirawat…
“Daiki-san. Apa daritadi kepala my ototou sudah terluka?”
“Ee? Waktu kutemukan memang sudah terluka. Tapi tidak separah itu.”
“Souka?” kata Spica yang lagi-lagi dengan pose berpikir ala Shinichi.
“Eeh?? Nande?” tanya Chinen.
“Iie. This is just strange to me. But, it’ll be okey like you said, right? ^^”
“Um! ^^”
“Aa~ Chinen. Apa tak apa-apa kau masih tetap disini? Bukankah kau harus syuting film terbaru mu?” tanya Daiki.
“Ehh?!!! :O Chinen mau syuting film?? Huwaaa… Gomen!! >/\< karena malah melibatkanmu sampai disini!!” kata Spica menyesal.
“Aaa~~ ^^ It’s okey! Syutingnya untuk hari ini ditunda kok. Soalnya Yamada dan Yuto juga berhalangan hadir. Jadi tak apa-apa.” Kata Chinen tenang.
“Are you sure? Syukurlah kalau gitu.”
“Eee? Really if that’s okey?”
“Um!! Tenang saja Daiki-san! Bos juga tak akan marah kok. Soalnya aku juga sudah bilang mengenai insiden ini.”
“Hoo… Well, okey! J”
Sambil menunggu adik laki-lakinya selesai diperiksa, Spica mendatangi ruang rawat adik perempuannya, Yossie. Yossie tampak baik-baik saja disana. Dia hanya sedang tertidur. Lukanya juga tidak parah. Setelah puas melihat adik perempuannya Spica kembali lagi ke ruang rawat adik laki-lakinya.
Beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa adik cowoknya Spica keluar. “Aa~~ you again. Is he your brother?”
“Na’am.” Jawab Spica lemas. Wajahnya kali ini tampak pucat.
“Ee? Daijoubu?” tanya si dokter yang melihat wajah Spica yang pucat.
“I don’t know. I just feel headache now.” Kata Spica sambil memegangi kepalanya.
“Ada apa?” tanya Chinen yang melihat Spica dengan wajah kesakitan memegang kepalanya. “Daijoubu?!!” tanya Chinen lagi yang sekarang sudah memegangi Spica yang terduduk di lantai. Sementara itu Daiki yang melihat hal itu juga membantu Chinen untuk memapah Spica masuk ke ruang perawatan lagi.
Di luar ruang rawat, Chinen dan Daiki…
“Hah~~ *sigh* mimpi apa aku semalam ya? Kok jadi terlibat dengan hal beginian. -,-“ kata Chinen dalam hati.
“Ada apa Chii-chan? Kenapa kau mendesah?” tanya Daiki.
“Iie. Daijoubu.”
“Hmm…? Tapi kasihan ya, cewek bernama Spica itu.” Kata Daiki tiba-tiba.
“Ee?”
“Iya kan? Dia sendiri terluka tapi dia juga harus mengurus kedua adiknya yang juga terluka. Apa dia tidak bersama orang tuanya?” tanya Daiki.
“I don’t know.” Kata Chinen sambil menerawang. “Tapi kurasa dia tak apa-apa mengurus kedua adiknya. Toh, dia juga sudah dewasa kan?!”
“Eee~~ oh, ya?”
“Hem! Dia itu seumuran aku.” Kata Chinen. Mendengar itu, Daiki terkejut.
“Kau serius dia seumuranmu?!! :O”
“Iyya. Dia bilang sendiri kok.”
“Hyeeee??!!! ==” kecil amat??” kata Daiki mengingat postur tubuh Spica yang bahkan hampir sama dengan tubuh adik perempuannya.
“Hahaha… Daiki-san. Kau harus mengaca dulu sebelum mengatai orang seperti itu. :P wkwkwk”
“=o= ah, kau ini! Dasar!! -,-“
“Wkwkwkwk… Untung dia tidak dengar. Kalau dengar bisa-bisa...”
“Over! It’s over!”
“Iyya benar. Haha^^ Eh??!! :O” kata Chinen.
“Woow… :O” heran Daiki yang melihat seluruh member HSJ ada di depan matanya.
“Eee?? Kalian?? Ada apa?” tanya Chinen yang langsung berdiri setelah melihat mereka anggota HSJ berkumpul di rumah sakit. Dan mereka semua pun berbincang-bincang mengenai insiden yang baru saja terjadi hari itu.
Fushigi na chikara ga waitekuru
Kimi ga yuuki wo kuretanda ne
Aishiteru, aishiterun da
Kono mune ga harisake sou sa~~
Kimi ga yuuki wo kuretanda ne
Aishiteru, aishiterun da
Kono mune ga harisake sou sa~~
Kimi ni shika miserarenai kao ga aru
Boku ni shika miserarenai kao ga aru?
Itsumade mo itsumade mo
Te wo tsunaide ita
Boku ni shika miserarenai kao ga aru?
Itsumade mo itsumade mo
Te wo tsunaide ita
Aa~ boku ni wa kimi ni shika miserarenai kao ga aru
Kodomo no koro wa shiranakatta
Jibun ga konna ni okubyou da nante
Nakitai yo, nakenai yo
Kono mune ga harisake sou sa~~
Jibun ga konna ni okubyou da nante
Nakitai yo, nakenai yo
Kono mune ga harisake sou sa~~
“Eee?? Bukannya itu…” kata Yabu yang mendengar lagu Super Delicate_HSJ yang tiba-tiba dimatikan.
Don’t don’t don’t give up hey!3x
Let’s every body get down
Don’t don’t don’t give up hey! 3x
Let’s every body right now
“Aa~ itu?” kata Yamada.
“Halah!!” lalu bunyi itu mati lagi.
“Apa dia sudah sadar?” tanya Yuto yang lalu melongok ke arah ruang rawat.
“Sudah sadar ya?” tanya Chinen.
“He’em. Sepertinya lagu tadi berasal dari Hpnya.” Kata Yuto.
“Begitu?” tanya Daiki. “Dia pasti penggemar berat kita. Wkwkwk. xD”
“Hah?!! =o=” semuanya sweat drop mendengar Daiki berkata seperti itu. Tentu saja kecuali Chinen dan Keito (loh? o,O?).
Kemudian Chinen masuk kamar Spica.
“Spica-san, daijoubu?” tanya Chinen.
“Ah, Chinen-kun. Atashi wa daijoubu desu!! ^^ demo… I was wonder about my brother and my… “ Spica melihat para anggota HSj yang ikutan merangsek masuk ke dalam kamarnya. “… sister. :O Hiyaaaahhhh……!!!!! >,<” secara spontan Spica langsung turun dari tempat tidurnya dan sembunyi di balik tempat tidur.
“Hee?? O,o” semua yang masuk dan yang baru saja masuk heran. Tapi tak lama kemudian Daiki tertawa. “Ahahahaha!! Yappari…” kemudian dia dengan gesit bersama Chinen dan Hikaru melihat ke bawah tempat tidur.
“Hoo.. J Ne.. ne.. sepertinya yang kau katakan benar juga Daiki.” Kata Hikaru.
“Iya kan?!! xD xixixi.”
“Aa~~ ^^ Spica-san… It’s okey. Jangan di bawah laah. Ayo keluar.” Kata Chinen membujuk Spica keluar. Tanpa mengatakan apa-apa Spica pun keluar dari kolong.
“Fuwaah… xO Rumah sakit payah, un! Masa kolong tempat tidur aja sampai banyak sawangnya. -,- huft.” Begitu menyadari ada banyak pasang mata yang melihatnya keluar dari kolong dengan tampang yang agak berantakan, Spica langsung membalikkan badannya. Sesaat sebelum membalikkan badannya semua yang ada disitu bisa melihat wajahnya yang tampak merah padam karena blushing.
“Eeh? Nande? You’re blushing now?” goda Daiki.
“Ukh! Urusai! >///<”
“Mwahahaha… xD” yang lainnya tertawa kecuali Chinen yang hanya tersenyum.
“Dasar Dai-san to Hika-san! :P Gomen Spica, ini ide Daiki dan Hikaru. :P” batin Chinen dalam hati.
“He?? Jadi ini ya gadis yang berani macam-macam dengan kita?” kata Yamada tiba-tiba.
“Eh??” heran Spica yang langsung berbalik menghadap mereka semua. *horor*
“Ya! Itu kau kan? Penggemar yang selalu menanyakan hal aneh saat kami online di facebook.” Judge Keito.
“Termasuk di twitter juga ya?!” kata Takaki dengan tampang sedikit berpikir.
“Lah?” kata Spica heran.
“Kenapa? Tak bisa bilang apa-apa karena memang kau pelakunya?” tanya Hikaru dengan tampang ngeri.
“Eee? Eetoo…”
“Mengaku saja.” Kata Inoo yang kemudian memperlihatkan sebuah laptop dengan akun facebook SpicaVoltaire ArunaRyukyu.
“Hyeee???!! :O” Spica terkejut setengah mati melihat akun facebooknya yang bisa dibuka.
“Kami tahu kok passwordnya. Passwordnya ******* kan?!” kata Yuto yang bergaya ala hacker.
“Aree~~??” kali ini tampang Spica sudah ketakutan setengah mati setelah menyadari bahwa ternyata yang dipegang Inoo adalah laptopnya sendiri.
“Aaaa~~ don’t do that!” kata Spica yang mencoba merebut laptopnya.
“Eits! Tidak bisa!” Inoo pun meniggikan pegangan laptopnya Spica. Jelas saja Spica yang tingginya tidak mencapai 160 itu tidak bisa meraih laptopnya.
“Kuso! >,< Huh! Well, what do you all want from me? Huh!!”
“Tentu saja pengakuanmu. :D*cengir*” kata Hikaru dan Yamada bersamaan.
“Pengakuan apa?”
“Sudah… Sudah… Kalian jangan menjahilinya sekejam itu. ^^” kata Chinen pada yang lain. Medengar itu Spica memandang sebal pada Chinen yang ternyata juga ikut dalam rencana itu.
“Apa maksud semua ini, Chii-chan?!!”
“Eh?? You call Chinen with ‘Chii-chan’?!!” sontak saja Yuto yang mendengarnya terkejut.
“Kenapa memangnya, Nakajima-kun?” tantang Spica.
“Hmm?? Apa kau lebih tua dari Chii-chan?” tanya Yamada sambil memperhatikan Spica lekat-lekat.
“Don’t look at me like that! Pervert!” kata Spica sambil melemparkan bantal yang ada di dekatnya ke arah Yamada.
“Aduh! >,<”
“Ahahaha… Sudahlah. Sudahlah. Maaf kalau kami bertindak seperti menghakimimu. Tapi ini karena kami sungguh-sungguh ingin tahu!” Kata Yabu.
“Ya! Kenapa kau mengerjai kami lewat facebook?” tanya Takaki.
“Kau yakin kalau dia mengerjai kita?” tanya Keito sedikit membela Spica.
“Kenapa Keito? Kau membelanya?” tanya Hiakru.
“Ah, sebenarnya aku juga berpikir seperti Keito.” Kata Yuto.
“== Yuto, itu hanya karena kau belum pernah diperlakukan seperti kami oleh anak ini.” Tunjuk Yamada ke arah Spica. Spica hanya diam, berpikir. Mengingat-ingat lagi apa yang sudah dilakukannya di facebook.
“I was wonder.” Kata Chinen.
“Yeah, kenapa kau hanya diam saja?” tanya Daiki yang selesai melihat teman-temannya memberikan tuduhannya.
“Hm? Udah selesai ya pembacaan tuduhannya?” tanya Spica.
“Hee?? Apa maksudmu?” tanya Yuto.
“Tentu saja kan? Meski kalian bilang tidak menjudge me, tapi rasanya tetap terjudge. == jadi aku menunggu kalian selesai membacakan seluruh tuduhan kalian. Dan sepertinya semua itu hanya karena pertanyaanku yang di facebook ya? -,-“
“Ya!” kata Yabu penasaran.
“Lalu, apa jawabanmu?” tanya Takaki.
“Jawabanku? Mmmm?? Apa ya? >,<”
“Apa??” tanya semuanya yang ada disana.
“I just want to know. -,- How about your think about your song. Apakah kalian sendiri paham apa enggak sama apa yang kalian nyanyiin.”
“Itu saja?” tanya Keito.
“Yap!” mendengar itu, semua anggota HSJ saling berpandangan satu sama lain.
“Well. Dan sepertinya satu permintaanmu kepada kami sudah terkabul kan? (^u’)” kata Yamada.
“Eh?”
“Bukannya kau ingin kami konser di Indonesia?” tanya Hikaru.
“Ee??”
“Ya! Dan malam ini kami akan konser. Bagaimana?” kata Takaki.
“Malam ini?!! Serius?!! :O Yaaah… gak bisa liat donk?!! -,-“
“Loh kenapa?” tanya Yabu.
“Kagak ada duit buat beli tiket dadakan dan gak ada semangant buat ngantri dadakan.”
“Eeeeh?? Kurasa tak perlu begitu.” Kata Daiki sambil tersenyum simpul.
“Lah kok gitu?”
“Nih!” Chinen menyerahkan sesuatu.
“Apa nih? Tiket?”
“Yap! Kau adalah tamu istimewa kami malam ini. Jadi, datanglah ke konser kami nanti malam. Okey?!! (‘u^)b” kata Inoo dengan senyum manisnya. Membuat Spica blushing.
“Tapi, darimana kalian tahu?”
“Darimana kami tahu?” tanya Hikaru.
“Tentu saja kami tahu! Kami kan punya link yang luas?!!” kata Inoo.
“Kurasa bukan itu jawabannya deh, Inoo-san.” Kata Chinen.
“Lah?” tanya Spica heran.
“Itu karena kau sangat terbuka meskipun sebenarnya kau sangat tertutup. ^^” kata Keito.
“Maksudnya?”
“Hmm… Setelah menjawab pertanyaanmu kami tentu saja terheran-heran denganmu. Jadi kami memeriksa sebentar profilmu.”
“Awalnya memang tidak ada yang menarik sampai kami semua menyamakan cerita.”
“Tidak kusangka ada juga orang sepertimu.”
“Emang aku orangnya gimana? :/” batin Spica.
“Dan tidak kusangka ada orang yang online seharian penuh sepertimu.”
“Dan tidak kusangka ada orang yang online seharian penuh sepertimu.”
“Wew.. == seharian penuh? Enggak juga ah! -,-” batin Spica menolak pujian tersebut.
“Dan terlebih lagi mebuat fic super gaje seperti ini.”
“Ditambah lagi kelihatannya kau sangat fine dengan adikku dan Ryutaro.*fitnah*” Kata Yuto.
“Tidak hanya itu. Kau bahkan punya lengkap facebook dan twitter kami.*fitnah*”
“That’s all?” tanya Spica.
“Yap!”
“Well, okey! Thanks atas semua pujian dan kritik kalian. Actually, aku bukan tipe orang yang bisa bicara banyak dengan orang lain jika harus berhadapan langsung dengan orang itu. Makanya untuk sesaat tadi aku lebih memilih diam.” Spica diam sebentar untuk mengambil nafas, lalu meneruskan.
“Saya memang penggemar kalian tapi tetap saja masih tergolong newbie. :P Yeah, walaupun sudah lama saya mendengar tentang anda semua, tapi saat itu saya tidak tertarik. Soalnya menurutku menggemari seseorang secara nyata sepeti saat ini itu susah. ^^Jadi, daripada saya terlibat terlalu jauh soal kehidupan seseorang, karena saya tahu saya pasti penasaran, makanya saya hanya menyukai anime atau manga saja. Dan tidak begitu ingin tahu tentang mangaka atau seiyuu. Lagu-lagu Jepang pun baru saya sukai ketika saya masuk SMP.” Spica tersenyum.
“Itu semua karena saya sendiri tidak bisa terakses ke internet setiap saat. Saya pertama kali tahu tentang kalian pun hanya melewati sebuah majalah yang bernama Animonster. Dan itupun aku kagak respek. :P wkwkwk” batin Spica.
“Hanya itu?” tanya Chinen yang melihat sepertinya ada banyak hal yang ingin Spica katakan.
“Hmm?? That’s all. ^^”
“Lalu, kapan kau tertarik pada kami?”
“Sejak kuliah kira-kira semester 2 ini!! ^^ haha”
“Haaah?!! O,o baru-baru ini berarti?”
“Yap! ^^ Baru-baru ini saja sudah melangkah terlalu jauh. :P Bahkan sampai membuat kalian datang ke Indonesia. :/ I’m so surprised! Kirain hanya Chinen aja yang datang. Ternyata semuanya juga toh? =/ Woow.. :O”
“Yap! ^^ Baru-baru ini saja sudah melangkah terlalu jauh. :P Bahkan sampai membuat kalian datang ke Indonesia. :/ I’m so surprised! Kirain hanya Chinen aja yang datang. Ternyata semuanya juga toh? =/ Woow.. :O”
“Hooo…” yang lainnya hanya ber-hoo-ria. Sementara itu Spica hanya bisa sweat drop. Lalu dia menoleh ke arah Chinen.
“Nee~ Chinen-kun. Gomen ne udah menjahili kamu lebih dari mereka. Hontou ni gomennasai~.” Kata Spica sambil membungkukkan badannya.
“Ah, it’s okey. ^^ Ano~~ ore moo… Hontou ni gomennasai sudah membuat kau dan kedua adikmu babak belur begitu.” Kata Chinen juga ikutan membungkuk minta maaf.
“Ah! ^^ for me, that’s all right. But, I don’t know for them and for my parents. This is the different problem. So, it’ll be okey if you meet my parents and my brother-sister. ^^”
“Aa~~ Eetoo… I had met your parents before this. They said everything is okey. Because there isn’t any problem with your brother and your sister.” Kata Daiki.
“Really? Be pleasure. ^^”
“Yeah! Kami harus persiapan untuk konser malam ini! Sekarang saatnya kami mohon undur diri dulu.” Kata Yabu.
“Ya! Nanti malam datang ya?!! ^^/” kata Yuto.
“Mau jemput?”
“He?”
“Aku tak yakin akan diperbolehkan oleh ortuku. :/a”
“Hee?? Iya juga ya? Motornya aja babak belur kayak gitu. :/”
“Tenang saja, nanti malam aku yang jemput kau! Dan kuantarkan pulang kook. ^^” kata Chinen.
“Hee… souka? Oke deh! :/b”
“Yah! Jaa matta ne~ Sampai ketemu nanti malam ya?!! ^^”
“Jaa~ ^^/” pamit semua member HSJ.
“Jaa~ ‘-‘/”
TREP!! Pintu ditutup. Spica memandangi tiket yang sekarang ada di tangannya. Lalu dia ingat sesuatu dan berlari menengok ke luar jendela berharap member HSJ belum terlalu jauh.
“Ah!! Minna-san!” teriak Spica.
“Hee?” mereka menoleh ke arah sumber suara.
Dengan gaya ala Yuto waktu menyanyikan lagu Ganbaretsugo Spica mengatakan, “Ganabaretsugo to ganbatte minna-san!! xD”
“Hee??” Yuto heran gayanya ditiru. Begitu juga dengan Chinen, Yamada dan Keito yang heran Spica menirukan gayanya Yuto.
“Ganbarimasu!! \^^/” kata semuanya pada Spica akhirnya.
Setelah mereka semua tidak terlihat lagi, Spica masuk ke kamarnya. Dia memandangi tiket yang ada di tangannya. “Tiketnya ada dua. Mau ajak sapa nih? ==” pikir Spica. Lalu setelah berpikir cukup lama sebuah bola lampu terangnya 50 W muncul di kepalanya. Dia dapat ide akan mengajak siapa.
Malam itu pukul 07.30 p.m. Spica sudah dijemput oleh Chinen. Dan mereka pun sampai tempat konser pukul 08.00 p.m. Sampai di tempat konser, Chinen langsung bergegas lari menyusul teman-temannya yang sudah mulai persiapan. Ketika akan masuk, Spica menyuruh temannya itu menyerahkan tiket pada penjaga. Tapi… tiket tersebut ditolak!!!
“Loh?? kok gitu pak?? Ini asli dari Chinen Yuri tau?!!!” kata temannya Spica.
“Tapi tempat ini bukan disini!” kata si penjaga.
“Ah! Bapak yakin bukan disini? Kalau bukan terus dimana?” tanya Spica.
“Spica! Jangan-jangan kau dikerjai lagi ya?!!” tanya temannya Spica itu dengan raut wajah kesal. Sementara itu Spica tampak sedang berpikir.
“Chigau! Mereka tidak mengerjai kita!” kata Spica lurus pada temannya. “Pak, bisa antar kami dimana seharusnya tempat ini berada?” minta Spica pada si penjaga.
“Ya! Baiklah! Lewat sini…” kata si penjaga yang lalu berjalan ke sebuah tempat.
Sampai di sebuah ruangan. “Kalian tinggal berjalan naik tangga terus ke atas. Kira-kira ada di lantai 3.” Tunjuk si penjaga.
“Ok, sir! Arigatou gozaimasu. ^^” kata Spica. Sementara itu temannya hanya cemberut.
“Spica! Kok disini sih?!!” kata temannya sewot setelah sampai di tempat tujuan.
“Kau ini sewot amat sih! >,< Ini nih tempatnya! Aku emang pesan tempat dengan sudut pandang yang bagus, dan disinilah tempatnya!! :D” kata Spica yang kemudian sudah menonton konser HSJ sambil menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi.
“He??? :O” jelas kawannya heran.
“Fufufu… sudahlah, dinikmati dulu. Nanti kau akan tahu! Ah!! Lihat! Mereka melambai ke arah kita!!” kata Spica yang kemudian membalas lambaian Chinen dan Daiki. Mendengar hal itu, temannya pun jadi tenang dan mau menikmati konser dari tempat tersebut.
Pukul 10.00 p.m. Konser pun sudah diakhiri. Namun Spica dan temannya tetap di tempat. Menunggu. Kira-kira pukul 10.15 p.m., sebuah pertunjukan mengejutkan ditampilkan. Secara tiba-tiba Takaki Yuya muncul dihadapan Spica dan kawannya layaknya Kaito Kid.
“Huwaaaa….” Begitulah respon teman Spica. Sementara itu Spica hanya terkejut tapi tetap diam.
“Selamat malam ladies.” kata Yuya ala Kid.
“Takaki Yuya!!” secara tiba-tiba Chinen muncul sambil mengarahkan pistol ke arah Takaki.
“Eh?? What is this?” bisik teman Spica pada Spica.
“Wakaranai.” bisik Spica juga sambil geleng-geleng kepala.
Kemudian secara tiba-tiba teman Spica diraih oleh Takaki dan Spica secara reflek mundur ke arah Chinen sementara Chinen juga secara reflek berdiri di depan Spica sambil menodongkan pistolnya. Dari arah penonton yang ada di bawah terdengar suara ricuh saat mereka semua melihat Takaki membisikkan sesuatu ke teman Spica. Dari arah pintu kemudian muncul Daiki dan Yamada. Setelah mereka muncul, tiba-tiba Takaki dengan membopong teman Spica terjun dari gedung lantai 3 itu. Suara penonton di bawah tambah ricuh lagi.
Masih di scene lantai 3, Daiki dan Yamada mencoba mencegah Chinen untuk ikut terjun. Sementara itu Spica menampakkan wajah khawatir. Dan tanpa diduga-duga, Chinen mencium telapak tangan Spica layaknya seorang kekasih. Dia berjanji pada Spica bahwa dia akan baik-baik saja. Spica malah sweat drop. Dan karena itu Chinen juga mengatakan pada Daiki dan Yamada bahwa dia pasti akan kembali. Kemudian dia pun terjun menggunakan gondola ala Kaito Kid untuk mengejar Takaki yang ternyata masih terbang bebas.
Scene berubah jadi di udara. Kejar-kejaran antara Chinen dan Yuya berlangsung unik. Kemudian tampak Chinen yang terjatuh dari gondolanya. Namun dengan gesit seseorang datang menolong. Dialah si Keito Kid!! xD Scene di udara tersebut berakhir ketika teman Spica yang ceritanya jadi sandra berhasil melepaskan diri dari Yuya dan terjun bebas ke bumi. Namun dapat diselamatkan oleh Yabu yang sedang memancing di danau.
Kemudian scene berubah jadi di panggung lagi. Disana sudah ada Spica yang berdiri dengan khawatir menunggu kabar mengenai temannya itu bersama dengan Yamada dan Daiki. Pada scene ini, secara tiba-tiba mereka diserang oleh Hikaru dan Inoo.
Scene berubah jadi di sebuah hutan. Disini Spica mengenakan kimono. Sementara di depannya terdapat dua orang samurai yang siap melawan dua orang ninja. Pertarungan pun dimulai. Spica bersembunyi. Namun, ketika dia melihat dua samurai yang melindunginya itu kewalahan melawan ninja-ninja itu, dia kemudian keluar dan membantu. Entah bagaimana dia sudah berubah jadi seorang kunoichi. Lalu Spica pun melawan Hikaru dan Inoo yang jadi ninja. Dibantu oleh Daiki dan Yamada yang menjadi samurai.
Masih di hutan. Secara tiba-tiba seekor makhluk aneh berlari ke arah para samurai dan ninja yang sedang bertarung itu. Di belakang makhluk itu ada seseorang dengan aura seperti Naraku (Inuyasha). Makhluk aneh tadi minta perlindungan pada Spica untuk melawan makhluk bernama Morimoto itu.
“Ee? Morimoto?” tanya Yamada heran.
“Tidak mungkin itu tuan muda Morimoto!” kata Daiki.
“Ya! Itu tidak mungkin!” kata Inoo.
“Tuan muda Morimoto bukanlah seorang monster!” kata Hikaru.
“Lah? Kalian berdua kenal sama adikku ya?” kata Spica.
“Hah?!! Adikmu?!! Sejak kapan?!!” teriak semua yang ada disitu heran.
“Lha ini di script.” Kata Spica sambil menunjukkan script pertunjukan drama. Yang lainnya pun berbondong-bondong melihatnya. Lalu beberapa saat kemudian mereka terkejut.
“Iya kan?! :/” tanya Spica meyakinkan.
“He’em!” jawab yang lain serentak.
Kemudian secara tiba-tiba makhluk denga aura Naraku yang mereka panggil Morimoto itu dengan sangat gesit menusuk tenggorokan Spica. Sementara, yang ada disitu pun terkejut tak bergerak.
“Huwaaah!!! xO” Spica berteriak kaget. “Hah… hah… hah…” di dahinya nampak peluh yang menetes cukup banyak. “Uhuk! Uhuk! Ehem!” Secara spontan Spica yang merasa lehernya tidak enak mengambil air putih yang ada di dekatnya.
Gluk! “Fuwaaah… *sigh* Hmmm?? =,= Kok leherku sakit ya? >,< Ehem!!” batin Spica. Kemudian Spica melihat sekelilingnya. Disampingnya ada temannya sedang tertidur pulas dengan laptop menyala.
“Yaah… Jadi tadi akibat nonton film ya? Makanya aku mimpi seaneh tadi? *sweat drop*” batin Spica yang sudah menyadari bahwa semuanya tadi hanyalah mimpi saja.
“Haaah… *sigh* Ada-ada aja ini mah.” Batin Spica kemudian membereskan kamar yang ditinggal tidur dalam keadaan berantakan itu. Setelah beres…
Believe yourself you can get it on
Believe yourself you can make it up
Believe yourself shinjirun da
Believe yourself jibun jishin
Believe yourself you can make it up
Believe yourself shinjirun da
Believe yourself jibun jishin
“Wah! Alarm HP ku!! :O” Spica mencari Hpnya.
Believe yourself you can get it on
Believe yourself you can make it right
Believe yourself shinjirun da
Believe yourself saigo made
Believe yourself you can make it right
Believe yourself shinjirun da
Believe yourself saigo made
Spica mendapatkan HPnya dan mematikan alarmnya. “Yaah?? :O Udah jam 3 a.m. -,-Haah… Seandainya saja mimpi tadi berakhir indah atau tragis, aku mau meneruskannya. Tapi karena kelihatannya bakal berakhir aneh, mending gak usah diterusin. Haha… ^^” kemudian Spica meregangkan badannya setelah selesai membereskan kamarnya.
“Ya sudah! Karena sudah sepagi ini daripada naggung tidur lagi mending aku tahajjud dulu baru belajar. Yeah!! \^^/ Ohayou sekai!!” batin Spica dengan senyuman merekah di wajahnya sambil berjalan keluar untuk ambil air wudlu.
Langganan:
Komentar (Atom)



