Jumat, 15 Juni 2012

Chinen Disappeared!! part 2

1 Desember 2012
          Setelah suara ponsel terdengar mereka melakukan pembongkaran. Beberapa saat setelah pembongkaran, ponsel Chinen ketemu!! Tapi... dimana orangnya?? Mereka semua harap-harap cemas. Kemudian beberapa runtuhan pun dibongkar lagi. Dan disitu, tergeletak sebuah jasad yang sayangnya sudah tidak terlalu kelihatan bentuknya. Yamada dan member lain yang ikut membantu pun shock setengah mati. Mereka semua tidak percaya kalau hal seperti itu mungkin akan terjadi juga pada Chinen.
          Pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Mr. Johnny sudah tiba di Indonesia. Dia dengan beberapa orang,  juga tim penyelamat dari Jepang membantu evakuasi. Mr. Johnny yg sudah mendengar kabar duka mengenai Chinen pun langsung menuju ke anak-anaknya yang lain untuk menenangkan mereka. Karena jasad-jasad yang sudah ditemukan baru akan diotopsi mulai hari ini.
          Tiga hari kemudian beberapa orang yang ingin pulang sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun pencarian pun masih berlanjut. Beberapa JE member yang lain sudah dipulangkan sejak dua hari yang lalu. Pada hari ini juga otopsi mengenai semua jasad yang ada sudah selesai. Dan, kalian pasti tahu apa yang terjadi kan?!! Ya! Karena itulah Yamada dan Yuto yang tadinya sudah lemah lesu lunglai tiba-tiba bersemangat lagi. Berita tentang Chinen yang kemungkinannya masih hidup pun sudah menyebar ke seluruh penjuru.
          Sayangnya, seminggu kemudian pencarian Chinen dalam reruntuhan pun dihentikan. Karena disana sudah tidak ada apa-apa. Berita Chinen Yuri masih hidup memang sangat menggembirakan. Tapi berita itu pun berlanjut menjadi kegelisahan yang lain karena Chinen tidak ditemukan dimana-mana diantara para korban. Pagi ini juga jasad para korban yang telah diidentifikasi dipulangkan dan dikebumikan.
          Sehari berikutnya Yabu dan member HSJ yang lain menyatakan untuk beberapa saat ini mereka akan cuti sebentar. Mereka ingin mencari tahu keberadaan Chinen Yuri. Jadi untuk itulah mereka tidak melakukan konser atau show terlebih dahulu.
          Hari berikutnya, dengan bantuan detektif dari Jepang dan kepolisian setempat mereka kembali ke Indonesia untuk mencari tahu dimana Chinen berada. Mereka mulai melakukan penyusuran dari gedung tempat mereka melakukan pertunjukan waktu itu.

1 Januari 2013
          Tahun baru 2013 bagi HSJ member seharusnya menjadi tahun yang menyenangkan, karena mereka akan pergi ke Hawaii untuk melakukan Tour World mereka. Tapi kenyataannya tahun ini mereka masih dalam kebingungan untuk mencari seorang Chinen Yuri. Akhir Desember kemarin mereka menemukan fakta bahwa Chinen Yuri benar-benar masih hidup dan sekarang kemungkinannya sedang tinggal di rumah seseorang. Mereka mendapatkan kabar tersebut dari penduduk sekitar.

28 Februari 2013
          Seseorang menghubungi ponsel Chinen Yuri.
          “Rrrr.... Rrrr.... Rrrr....” ponsel Chinen yang ntah kenapa selalu dibawa Yamada sekarang berbunyi.


Yamada’s POV
          “Unn?? Dare desuka?” tanyaku setelah melihat ke arah ponsel.
          Tidak ada namanya. Sapakah ini? Tentunya bukan anggota keluarganya. Aku ragu untuk mengangkatnya. Oleh karena itu aku pergi untuk menemui yang lain terlebih dahulu. Aku pun keluar kamar. Oh, ya! Sebelumnya aku harus bercerita terlebih dahulu dimana aku sekarang.
          Well...
          Segera setelah kami mendengar kabar bahwa Chinen masih hidup dan sedang tinggal di salah satu rumah penduduk kota ini, kota Jogja, kami memutuskan untuk juga tinggal di kota ini. Awalnya kami tinggal di hotel, namun entah kenapa akhirnya Mr. Johnny meminta kami untuk tinggal saja di perumahan. Yah, beliau bilang katanya biayanya terlalu mahal. Haahhh... *sigh* Aku harap beliau tidak menghentikan usaha kami mencari Chinen!
          Yah! Kau tahu? Kota ini benar-benar besar. Itulah sebabnya kalau kami kesusahan mencari Chinen yang katanya sudah tidak lagi di rumah sakit dan malah sudah dibawa ke rumah penduduk sekitar di kota ini, atau lebih tepatnya di provinsi ini. Dan itu pula sebabnya sekarang kami 8 member HSJ tinggal serumah di sebuah perumahan yang menurut penduduk sekitar sangat mewah. Haha... ^^”a
          Well... ayo kembali ke permasalahan sebenarnya sekarang. Aku keluar kamar kemudian menuju ruang tengah. Disana aku melihat mereka sedang berkumpul. Aku pun bergegas untuk menanyakannya.
          “Minna~” kataku.
          “Oh, hai Yama-chan.” Sapa Inoo.
          “Eh? Kenapa kau bawa2 ponsel Chinen?” tanya Keito. Kemudian semua *minus Keito dan Yamada* melihat ke arah ponsel Chinen yang kubawa.
          “E-eeh? Anoo.. ini... ada telepon dari seseorang.” Kataku.
          “Hyeee???!!” semuanya terkejut.
          “Hontou ni?!!” tanya Yabu yang kemudian maju dan menghampiriku yang kemudian disusul yang lain.
          “Un! Apa harus diangkat sekarang?” tanyaku.
Yamada’s POV end.

Yuto’s POV
          “Ya!” kami semua menjawab pertanyaan konyol dari Yamada.
          Apa-apaan anak ini?! Bagaimana bisa dia tidak langsung menjawabnya? Haduh.. haduh... hmm...? apa mungkin dia masih trauma dengan kejadian sebelumnya? Haah.. aku paham perasaanmu Yamada.
          Ah, ya! Benar juga... kejadian sebelumnya kan memang benar-benar mengesalkan. Berkali-kali ada yang telepon ponsel Chinen tapi ternyata bukan hal penting. Malahan berupa cacian yang benar-benar mengesalkan.
          Ok! Mari kita kembali ke jalur yang benar (apa’an coba? ==”). Yamada pun akhirnya mengangkat telepon itu. Tapi ternyata kedahuluan terputusnya telepon itu. Tentu saja kami semua kecewa.
          “Ah! Yabai!” kata Yamada menyesal.
          “Daijoubu. Kalau memang benar-benar penting pasti akan menghubungi lagi.” kataku menyemangati Yamada yang sedang pundung di pojokan rumah. Yah, itu sih dari pengalaman2ku sebelumnya.
          “Ha~i.” kata Yamada walaupun masih pundung. Sementara yang lainnya malah sweat drop dengan tingkah Yamada yang berubah semenjak Chinen tidak ada.
          Aku sendiri sebenarnya tidak begitu suka dengan hal ini. Tingkah Yamada yang berubah setelah Chinen menghilang waktu itu benar-benar membuatku kesal. Dia seolah-olah menyalahkan dirinya terus. Menganggap bahwa hilangnya Chinen murni akibat kesalahannya. Padahal disini ada kami, member HSJ yang lainnya yang juga menjadi saksi mata hilangnya Chinen saat itu. Bahkan disini ada aku, sahabatnya, yang akan tetap menemaninya untuk mencari Chinen sampai kapanpun. Yamada, apa kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi? Haha... tentu saja pemikiran seperti akan muncul. Tapi aku yakin kalau Yamda masih bersahabat denganku. Kami kan bagai kepompong xD. Hanya saja mungkin saat ini dia sedang tertekan.
          Oh, ya! Sepertinya aku harus mengatakan ini. Karena tadi Yamada sudah menjelaskan dimana kami tinggal sekarang, maka aku akan menjelaskan bahasa apa yang kami gunakan sekarang. Kau tahu? Sebenarnya banyak diantara kami yang tidak begitu suka harus mempelajari bahasa asing selain bahasa internasional tentunya. Tapi tahukah kau? Ternyata di negara ini kami terpaksa dan harus mempelajari bahasa mereka untuk dapat berinteraksi tanpa menggunakan penerjemah. Karena tidak semua orang di negeri, tepatnya kota, ini bisa berbahasa Inggris. Apalagi Jepang! Fuuh... menyusahkan sih sebenarnya. Apalagi disini ada bahasa daerah yang lebih sering mereka gunakan dan alhasil kami juga harus mempelajarinya. Yah, memang malah banyak wisatawan dari negeri asing (kami bertemu saat di Malioboro) yang secara cuma-cuma datang ke kota ini hanya untuk mempelajari bahasa daerah kota ini. Aku tidak tahu kenapa, tapi katanya karena bahasanya yang halus dan sopan.
          “Rrrr....!! Rrrr....!! Rrrrr....!!!” suara ponsel Chinen berbunyi lagi. Kami semua menoleh ke arah sumber suara. Dan dengan cekatan aku melihat Yamada mengambil ponselnya Chinen yang dia letakkan di meja.
          “Ah! Ini nomor yang tadi!” kata Yamada.
         “Yappari! Berarti benar-benar ada hal yang penting. Ayo, diangkat Yama-chan!” kataku menyemangati.
          “Un!” kemudian Yamada mengangkat teleponnya.
Yuto’s POV end.

つづく...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar