Seseorang menghubungi ponsel Chinen. Yamada yang awalnya ragu-ragu untuk mengangkatnya kemudian memberanikan diri mengangkat telepon itu setelah mendapat dukungan dari yang lain.
“Trek! Moshi-moshi...” kata Yamada. Dia meloud speaker telepon.
“Ah! Moshi-moshi... anoo... Is this Chinen’s number?” kata orang diseberang.
“Ee? Hai! Dare desuka?”
“Anoo... umm??” berhenti... yang lainnya menunggu. “Anoo... aduh! From where I must say it?” kata orang diseberang terdengar bingung dan seperti sedang berbicara dengan orang lain.
“Kau bisa memulainya dari awal.” Kata orang diseberang lagi. Tentu saja semua yang ada disitu tau bahwa yang berbicara bukanlah orang yang sama.
“Anoo... moshi-moshi...” kata Daiki tiba-tiba. Yang lainnya menoleh kearah Daiki.
“Ee??”
“You can speak Indonesia, right?” kata Keito.
“Bicaralah bahasa Indonesia saja. Kami paham kok.” kata Takaki menyambung.
“E-ee?!!” suara diseberang terkejut.
“Woow sugoi~ they can speak Indonesia? Subarashi~” kata orang yang lain dari arah seberang.
“Ah..! If like that, well... okay! Eetoo...”
“Sini! Aku aja yang omong! Lama mah kalau Spica nee chan yang omong!”
“Ish! Kau ini Na-chan...!!”
“Sini! Aku aja yang omong! Lama mah kalau Spica nee chan yang omong!”
“Ish! Kau ini Na-chan...!!”
“Nee... begini... umm?? Sebelumnya boleh kami tahu kami sedang berbicara dengan siapa saja disana?”
“Ah, disini kami semua member HSJ. Semuanya ada disini.” Kata Inoo.
“Souka? Well, okay! Begini kami ingin memberitahukan sesuatu. Dan.. Spica nee chan, silahkan bercerita.”
“Okey! Thank you, Na-chan!”
“Anoo... langsung saja ya?!! Umm...?? Tentunya kalian masih mencari-cari Chinen kan?” tanya orang diseberang yang bisa diduga kalau orang itu bernama Spica.
“Nah, sebenarnya saat ini Chinen sedang bersama kami.” Kata Spica.
“Na-nani?!!” semua member HSJ yang ada disitu terkejut. Sampai-sampai Hikaru yang sedang makan menyemburkan makanannya ke arah Keito dan Keito yang sedang duduk kemudian kena semburan pun jatuh menimpa Daiki yang duduk di bawah kursi. Sedangkan Daiki yang tertimpa Keito memegang kaki Takaki dan membuat Takaki kaget kemudian Takaki yang kaget pun lompat ke arah Yabu. Yabu yang kaget karena dilompati Takaki pun terjatuh ke belakang dan menimpa Inoo. Inoo yang tak seimbang pun akhirnya jatuh dan menimpa Yuto yang kemudian menimpa Yamada. Yah, jadi semacam efek domino gitu. Sementara itu yang diseberang hanya sweat drop mendengar kegaduhan itu.
“Anoo... Daijoubu ka?” tanya Spica.
“Da-daijoubu.” Kata Hikaru yang malah sweat drop melihat hasil karyanya.
“Hmm... are u sure? Well... I’ll continue my story.” Kemudian Spica pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
*Flashback*
31 November 2012
Seorang gadis menghampiri Yamada yang kebingungan. Dia menawari bantuan. Kemudian Yamada pun menerima bantuannya. Yamada memberikan nomor HP Chinen. Kemudian Yuto pun datang. Dan akhirnya mereka semua berhasil menemukan ponsel Chinen. Tapi Chinen tetap tak ditemukan setelah itu.
*Flashback end*
“Eh? Jadi kau cewek yang waktu itu membantu kami menemukan posel Chinen?!” tanya Yamada dan Yuto barengan dengan terkejut.
“Hai...” kata Spica.
“Jadi namamu Spica, ya?” tanya Hikaru dan Takaki barengan.
“Hai. Anoo... boleh aku melanjutkan ceritaku?”
“Dozo...” kata Yabu dan Inoo barengan.
“Dozo...” kata Yabu dan Inoo barengan.
“Kok kayak pernah tau, ya?” gumam Daiki.
“Are sure?” tanya Keito pada Daiki. Yang lainnya menoleh.
“Emm?? Yah, mungkin cuma perasaanku saja.” Kata Daiki dengan senyuman bingungnya. Kemudian mereka mendengarkan cerita Spica lagi.
*Flashback*
11 Desember 2012
Saat berita tentang Chinen yang hilang sudah terpublikasikan secara besar-besaran di media, seorang cewek yang diketahui bernama Spica, yang saat itu sedang mengikuti kegiatan perkuliahan, mendapat berita bahwa ada seseorang mirip dengan Chinen Yuri yang ditemukan di dekat sungai. Kemudian semua orang menuju kesana dan membawa Chinen Yuri ke rumah sakit. Saat itu keadaannya bisa dibilang kritis. Dari kepalanya dapat dilihat adanya bekas benturan dan mengeluarkan banyak darah.
Sesampainya di rumah sakit, Chinen Yuri tidak bisa langsung diberikan perawatan yang intensif karena saat itu mereka hanya berada di rumah sakit desa. Dan ternyata Chinen Yuri sudah kehilangan banyak darah. Jadi di rumah sakit ini Chinen hanya diberi donor darah. Tapi karena orang bergolongan darah AB disana langka, maka cewek yang bernama Spica yang kebetulan bergolongan darah sama mendonorkan darahnya.
12 Desember 2012
Chinen Yuri dibawa ke rumah sakit di kota. Kemudian mendapatkan perawatan yang intensif. Namun saat itu dia masih koma.
13 Desember 2012
Chinen Yuri yang saat itu sedang ditemani secara bergantian oleh Spica dkk, termasuk Na-chan, sempat sadar. Dan meminta untuk ditemani. Saat itu terlintas dipikiran Spica untuk menghubungi pihak keluarga. Namun, pada saat itu juga ponsel Chinen Yuri tidak dapat dihubungi. Kemudian dia mencoba menghubungi lewat facebook dan web site. Namun malah dianggap kalau itu berita bohong walau pun banyak fans dari Indonesia yang memang sudah memastikan bahwa berita Chinen itu benar.
15 Desember 2012
Hasil pemeriksaan pun selesai. Dan dapat dipastikan bahwa Chinen yang mengalami pendarahan di kepalanya juga mengalami amnesia. Namun sebenarnya amnesianya tidak terlalu parah. Tapi mereka tetap harus membiarkannya beristirahat untuk sementara waktu. Jadi mereka semua memutuskan untuk berhenti memberitakan keselamatan Chinen pada media.
Salah satu dari fans HSJ tersebut yang sudah melihat keberadaan Chinen mencoba menghubungi langsung ke pihak keluarga dan JE. Tapi semuanya tidak memberikan respon.
25 Desember 2012
Chinen Yuri yang sudah cukup lama koma pun akhirnya sadar sepenuhnya. Namun, sungguh sangat mengejutkan ketika mengetahui bahwa Chinen Yuri yang saat itu telah sadar benar-benar mengalami amnesia. Disini Spica untuk yang kesekian kalinya memberitahukan kepada media menegnai kondisi Chinen. Tapi tak satupun yang percaya. Bahkan fans HSJ yang lain pun juga ikut membantu.
1 Januari 2013
Chinen Yuri pun akhirnya tinggal di sebuah desa untuk terapi. Beberapa orang fansnya yang ada di Indonesia menemaninya. Termasuk Spica dan Na-chan.
2 Januari 2013
Mereka semua mencoba mengembalikan ingatan Chinen. Dan untuk pertama kalinya mereka memperdengarkan lagu Thank you~bokutachi kara kimi e kemudian disusul Memories, Boku wa Vampire, dll. Disitu mereka melakukannya dengan halus. Pada awalnya memang terlihat tidak apa-apa, namun beberapa saat setelah beberapa lagu itu selesai Chinen mengalami sakit kepala dan pingsan.
Malamnya setelah sadar dia bilang kalau dia ingat lagu yang baru saja diputar siang harinya. Dan dia ingat sesuatu tapi masih belum bisa dijelaskan.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan tentu saja sudah berganti bulan. Ternyata ingatan Chinen mengenai lagu-lagu dan nama dapat kembali dengan cepat. Namun dia tetap belum bisa mengingat tentang wajah.
*Flashback end*
“Kami mencoba membantunya dengan memberikan beberapa foto kalian juga beberapa video mengenai kalian. Bhakan yang NYC juga. Tapi tiap melihat wajah Yamada dan Yuto kepalanya terasa pening. Sampai seminggu yang lalu dia akhirnya mengatakan kalau dia sudah ingat semuanya tentang Hey! Say! Jump. Dan tentang kecelakaan yang membuatnya seperti itu. Kemudian tentang keluarganya.” Kata Na-chan yang menggantikan Spica bercerita karena sudah capek bicara.
“Ya! Dan karena saat malam temanku yang bernama Dwi selalu menemaninya, dia dapat memberikan kesaksian bahwa kemungkinan kembalinya ingatan Chinen itu selalu terjadi pada malam hari. Karena tiap malam Chinen selalu terjaga dan berkeringat dingin. Karena khawatir, kami membawanya ke dokter.” Kata Spica melanjutkan. Member HSJ yang mendengar itu pun merasa iba dengan Chinen.
“Chii-chan pasti benar-benar menderita.” Bisik Inoo dan Daiki. Sementara itu Yabu hanya menepuk bahu Inoo yang berwajah sedih dan Hkaru pun melakukan hal yang sama pada Daiki. Begitu juga Yamada dan Yuto. Mereka juga berwajah sedih.
“Tapi kata dokter itu adalah hal yang cukup wajar.” Kata Mi-chan.
“Yah! Dan akhirnya kemarin Selasa kami memutuskan untuk mencoba menghubungi ponsel Chinen lagi.” Kata seseorang.
“Ya! Benar yang dikatakan Yuki-san. Sebelumnya kami juga sudah mengetahui keberadaan kalian di kota Jogja ini. Makanya kupikir mungkin sekarang bisa mudah. Dan syukurlah hari ini kalian bisa dihubungi.” Kata Spica. “Oh, ya! Thanks supportnya ya, minna-san.” Kata Spica seperti sedang berbicara dengan orang lain.
“Eee?? Memang Spica bersama sapa saja disana?” tanya Yuya.
“Tentu saja bersama para JUMPers!” kata seseorang disebarang.
“Ya! Semua JUMPers Indonesia disini loh?!”
“Iya.. Iya... Nan dan Nin! Mending kalian bawa Chii-chan kemari. Biar dia bicara langsung dengan mereka.”
“Tidak usah! Biarkan mereka bertemu langsung saja besok!” kata seseorang.
“Bertemu?”
Kemudian mereka semua pun berjanji untuk mempertemukan Chinen dengan para member HSJ yang lain. Juga para JUMPers meminta agar member HSJ menghubungi ortu Chinen untuk datang dan menjenguk dan bisa juga langsung dibawa pulang (emangnya barang pesanan? ==”).
つづく。。。
つづく。。。
Tidak ada komentar:
Posting Komentar