Kamis, 17 November 2011

AWAL MULA Part 1


Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers

        Pagi hari yang cerah di JEC, sedang diadakan J-Fest. Para anggota J&K-Lovers Hana Mori sedang menonton dengan riang dan santai. Namun tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi gelap gulita seperti akan ada badai saja.
        Angin yang berhembus kencang membuat suasana tambah mengerikan. Namun anehnya, tidak semua orang menyadari perubahan cuaca yang mendadak ini. Sebagian dari mereka malah ada yang masih asyik berkabaret ria (soalnya kebetulan sedang ada kabaret Bleach).
        Tiba-tiba dari langit terbentuk sebuah lubang besar berwarna hitam yang seolah-olah menampakkan bagian luar angkasa. Dari lubang hitam itu tiba-tiba muncul sebuah sosok besar berwarna dominan putih (mungkin kalo tidak besar bisa dikira pocong, soalnya waktu keluar bentuknya emang seperti pocong dibalut kain berwarna putih). Begitu makhluk itu keluar, beberapa orang berlarian dengan panik. Dan sesaat kemudian setelah berlari-lari mereka langsung ambruk.

        Makhluk apa itu?? Kenapa tidak semua orang bisa melihatnya dan panik?? Kenapa tiba-tiba orang yang berlarian itu langsung ambruk? Apa yang sebenarnya sedang terjadi???


#SOUL SOCIETY
        Dilaporkan adanya kemunculan hollow dengan reiatsu  aneh. Beberapa shinigami yang ditugaskan menjaga tempat itu tidak mampu menanganinya. Bahkan ada beberapa shinigami yang menghilang. Rapat para kapten pun diadakan.

        Setelah rapat selesai, diputuskan bahwa Byakuya Kuchiki, Hitsugaya Toushiro, Renji Abarai, Rukia Kuchiki, Hanataro, dan pengganti shinigami, Ichigo Kurosaki, untuk pergi ke wilayah penyerangan para hollow dengan tipe baru (kata Mayuri hollow itu tipe khas yang ada disana yang muncul setiap 400 tahun sekali). Mereka pun berangkat ke Indonesia (tempat munculnya para hollow aneh) setelah mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dari Urahara. Seperti alat penterjemah dll.

#Jogja, Indonesia
        Setelah kejadian aneh di JEC –yang kebetulan diliput tv- seorang gadis yang nyaris jadi korban, Spica, sedang menyelidiki kejadian aneh itu. Sebelumnya dia sudah dapat peringatan dari seseorang tak dikenal yang kebetulan selalu ditemuinya di dekat tangga kost (kamarnya di lantai 2) waktu malam hari. Dan salah seorang senpai di tempat kostnya –senpainya bisa lihat hal-hal ghaib- juga sudah memberi tahu.
        Sebelumnya dia sering dengar suara aneh di sekitarnya dan orang misterius itu selalu muncul. Dan setelah orang itu muncul suara-suara aneh itu pun menghilang. Orang misterius itu berbaju hitam seperti kimono. Ya!! Orang itu adalah shinigami penjaga kota itu yang entah sejak kapan memperhatukan Spica.

        Sebenarnya itu semua bukan urusannya. Tapi karena kedua temannya menjadi korban setelah melindunginya, makanya dia mati-matian mecari tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi di JEC. Karena anehnya setelah kejadian di JEC kemarin yang memakan banyak korban, makhluk-makhluk itu tidak muncul lagi. Begitu juga shinigami yang selalu mengunjunginya.

#Bandara Narita
        Para shinigami yang menggunakan gigai dan Ichigo –Kon juga ikut- berangkat ke Indonesia.

#Bandara Adi Sucipto
        Para shinigami tiba di Jogja. Mereka menggunakan seluruh peralatan yang diberikan Urahara. Mereka juga menyewa seorang tour guard seperti saran Ichigo.
        Saat ini mereka sedang menunggu tour guard mereka untuk menemukan mereka setelah ditelepon oleh Byakuya selaku ketua dalam ekspedisi kali ini (Apa??!! Ekspedisi?? Ekspedisi alam ghaib ya?? Khe khe khe).
        Tour guard mereka pun akhirnya menemukan mereka setelah kira-kira hampir 1 jam mereka menunggu.
        “Dasar tour guard tidak berpengalaman!!“ batin Ichigo kesal.

        Akhirnya mereka pun diantar ke Jogja Town House untuk menginap disana. Dan selama 3 hari mereka jalan-jalan keliling kota Jogja. Dan 4 hari selanjutnya keluar kota. Mereka kelilingi semua tempat di propinsi Yogyakarta.
        Saat ke JEC –kebetulan disana ada pameran kuliner, mereka merasakan sisa-sisa reiatsu yang cukup besar. Malam harinya Hitsugaya, Ichigo dan Renji memeriksa tempat itu.

#JEC
        “Hitsugaya-taichou, bagaimana?” tanya Renji pada Hitsugaya yang sedang memeriksa tempat itu.
        “Aneh! Bahkan sisa-sisa pertempuran pun tidak ada.” kata Hitsugaya serius.
        “Itu berarti disini tidak pernah terjadi perlawanan kan?” tanya Ichigo.
        “Ya!” jawab Hitsugaya.
        DEG!! Tiba-tiba mereka merasakan reiatsu yang aneh.
        “Dari arah sana!!” kata Hitsugaya seraya berlari ke arah samping JEC.
        “Eh?!! Tunggu Toushiro…!!” panggil Ichigo.
        “Hitsugaya-taichou…!!” teriak Hitsugaya pada Ichigo yang memanggilnya Toushiro.
        Mereka pun menuju ke arah asal reiatsu aneh itu. Tapi begitu mereka sampai reiatsu itu langsung menghilang.
        “Me-menghilang!!” kata Renji.
        “Ya! Bagaimana bisa?” tanya Ichigo.
        “Mana kutahu…!!!” jawab Hitsugaya.

        Krosak!! Krosak!! DEG!! Semuanya merindnig. Glek!!
        “Da-dari arah semak-semak…” kata Hitsugaya lirih.
        Lalu mereka semua membungkukkan badan bersembunyi di dekat mushola seraya menunggu apa yang akan keluar dari semak-semak. Lalu…
        “Miaaww…” Seekor kucing muncul. “Meeooong… Meooong… Meoooong…” terdengar banyak suara kucing.
        “Eh??!!” lalu Ichigo mendekati semak-semak dan melihat ada anak kucing disana.
        “Oh! Habis melahirkan ya??!!” kata Hitsugaya yang entah sejak kapan sudah berada disamping Ichigo dengan mata berbinar-binar. “Ayo kita piara!!” kata Hitsugaya senang.
        “Hah?!!” Ichigo dan Renji langsung sweat drop melihat reaksi Hitsugaya yang aneh itu.
        “Tidak apa-apa kan??!! Jika mereka disini terus bisa-bisa mereka dimakan kucing lainnya. Lagipula induk kucing itu juga meminta kita menjaganya.”
        “Eh?!! Induk kucing? Memangnya kau bisa bicara dengan hewan ya Toushiro??” tanya Ichigo.
        “Hitsugaya-taichou! Lagipula siapa yang bisa bicara dengan hewan? Induk kucingnya sudah tewas tuh!” kata Hitsugaya sambil nunjuk ke ara kucing yang dari arah perutnya keluar darahnya.
        “Tunggu! Kenapa perutnya bolong seperti terkoyak begitu?!” tanya Ichigo.
        “Aku juga tidak tahu!!” jawab Hitsugaya.
        “Bukankah itu karena dia melahirkan?” jawab Renji. Bletak!! “Aww…!!” Jitakan Ichigo sukses mendarat di kepala Renji.
        “Mana ada melahirkan lewat perut dan sampai perutnya terkoyak seperti itu?!!" kataIchigo.
        “A-ada kok?!!” kata Renji yakin.
        “Dimana?” tanya Hitsugaya yang mulai heran.
        “Di novel Breaking Dawn karyanya Stephanie Meyer! Bella Swan kan melahirkan anaknya dengan cara perutnya dikoyak oleh vampir lain karena Bella sendiri sudah tidak kuat!”
        Alis Hitsugaya dan Ichigo naik turun sambil sweat drop.
        “Ah! Sudahlah! Kau ini memang terlalu banyak baca buku aneh!” kata Hitsugaya seraya menggali lubang. (:O sejak kapan Renji suka baca buku?!!!)
        “Eh?! Mau apa kau Toushiro?” tanya Ichigo.
        “Hitsugaya-taichou! Menurutmu aku sedang apa?”
        “Menggali tanah.” jawab Renji polos.
        “Sudah tahu kan?!! Kalau begitu cepat bantu!” suruh Hitsugaya.
        “Memangnya untuk apa?” tanya Ichigo. Duak!! Sebuah pukulan mendarat tepat di kepala Ichigo. “Apa-apaan sih?!” teriak Ichigo pada Hitsugaya.
        Hitsugaya pasang death glare. “Tentu saja untuk menguburkan kucing itu! Baka!”
        “Ukh… Ba-baiklah…” jawab Ichigo dan Renji yang takut dijitak.
        Sementara Ichigo dan Renji menggali lubang, Hitsugaya mengambil kucing itu dan mengamati.
        “Mungkin benar juga kata Renji. Kucing ini memang dikoyak oleh sesuatu. Tapi jelas bukan untuk melahirkan anaknya. Karena sepertinya anaknya itu sudah lahir beberapa hari sebelum ini. Tapi, untuk apa?!” batin Hitsugaya dengan serius memperhatikan kucing itu, “Dan ini…! Organ dalamnya banyak yang hilang. Jantung, paru-paru, hati, ginjal… Memangnya ada ya, yang memakai kucing sebagai tumbal?” kata Hitsugaya yang langsung sweat drop memikirkan hal itu. “Ah! Ini!! Reiatsu ini…!!”
        “Hey, Toushiro! Mau seberapa dalam lubangnya?” tanya Ichigo sementara Renji terus menggali. “Hey! Berhenti dulu Renji!!”
        “Hah?” jawab Renji yang langsung menghentikan aktivitas menggali lubangnya.
        “Sudah cukup kok!” Lalu Hitsugaya berjalan ke arah lubang yang sudah mereka gali.

#Tempat Kost Spica
        Sementara itu, waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB.
        Spica yang baru pulang dari kuliahnya memandangi tangga dimana dia biasa mendapati sosok shinigami -yang sejak sebulan lalu- selalu membuatnya penasaran dan ngeri. Diapun lalu bertanya-tanya, bagaimana dia bisa lihat? Dia kan tidak punya kelebihan apa-apa?

#JEC
        Hitsugaya, Ichigo dan Renji menguburkan tubuh kucing itu. Lalu mereka terpaksa membawa pulang anak-anak kucing itu atas permintaan induknya yang ternyata sudah menjadi roh. Lalu Hitsugaya meng-konsou induk kucing tersebut setelah bersedia janji untuk merawat anak-anak kucing induk itu.

つづく。。。

My Love Story Part 2


Shima and Kaori
(Kaori’s POV)
     Huuuff… Capek juga hari ini. Tapi tetap menyenangkan. Hmmm… (pikir Kaori sambil tersenyum mengingat Shima yang tertidur tadi ketika sedang istirahat) Yah! Hari ini memang hari yang panjang. ^^
     Oh, ya… Tak kusangka gadis itu memang benar-benar Ryukyu. Ternyata dia mengubah namanya menjadi R-chan ya? Fufufu… Tetap tidak berubah ya…? ^^
     “Hmm…? Kenapa kau senyum-senyum sendiri Kaori?” tanya Kamijou, sang asisten manajer.
     “Ah! Tidak apa-apa!^^’ haha ” jawab Kaori salting.
     “??? Ya sudah. Sebentar lagi pemotretan akan segera dimulai. Kau bisa bersiap-siap sekarang.”
     “OK! ^^” jawab Kaori.
     Huuuf… Mengagetkan saja. Kamijou memang hebat. Analisisnya bagus. Huuf… Sebaiknya aku siap-siap. (menuju ruang ganti)
(Kaori’s POV end)
#sampai ruang ganti
     Ada sepucuk surat di atas ranjang. Surat itu ditujukan padanya. Setelah membacanya dia terkejut dan menjatuhkan surat itu.
     “Mu-mustahil! I-ini berbahaya! Aku harus segera menghubungi Shima!” lalu dia pun mengambil Hpnya dan menghubungi Shima.
     Rrrr…. Rrrrr…. Rrrrr…. Cekrek!
     “Halo?” kata suara diseberang. “Ada apa Kaori?”
     “Shi-Shima! Ini gawat!”
     “Gawat kenapa?” tanya Shima heran mendengar suara Kaori yang biasanya tenang itu jadi khawatir.
     “Apa kau masih ingat soal cewek yang tadi sekelompok dengan kita ketika diskusi?”
     “Cewek? Banyak kan? Ada Mai dan R-chan. Emang kenapa dengan mereka berdua? Atau lebih tepatnya kau ingin menanyakan tentang R-chan?”
     “Eh?” Kaori agak terkejut mendengar Shima langsung tahu sapa yang dia maksud. “Ah, anak itu… Apa kau ingat siapa dia?”
     “He?? Tidak. Apa kita pernah bertemu dengannya?”
     “Ya-ya ampun Shima!” kata Kaori dengan terkejut.
     “Loh?!! Memang ada apa?” Shima ikutan terkejut.
     “Anak itu dalam bahaya! :O”
     “Apa????”
     Tiba-tiba dari arah luar terdengar suara ketukan di pintu.
     “Kyou! Pemotretan sudah akan dimulai! Segeralah keluar ruangan!” kata Yukinobu, manager Kaori.
     “Ah! Ba-baiklah!” kata Kaori.
     “Hm? Ada apa?” tanya Shima disebarang.
     “Aku ada pemotretan. Bisakah kau cari tahu dimana keberadaan cewek itu? Aku dapat surat kaleng yang mengatakan kalau anak itu dalam bahaya. Dan sekarang sedang ditawan disebuah tempat!”
     “Apa?” kata Shima terkejut.
     “Akan kuceritakan selengkapnya nanti setelah selesai kerja.”
     “OK! Baiklah! Aku akan mengecek keberadaannya!”
     “OK! Sip! Hati-hati ya Shima!”
     “Kau juga!” kata Shima sambil tersenyum.
     “Ya!” kata Kaori tersenyum juga.
     Kemudian Kaori melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Shima mencari R-chan.
###
(Shima’s POV)
     Ada apa dengan Kaori? Kenapa dia begitu respect pada gadis itu? (cemburu nih ceritanya! xD wahahaha *digaplok Shima _ _”<xpresi Kaori>)
     Hmmm? Sepertinya R-chan itukan yang memalingkan wajahnya ketika aku melihatnya diam-diam mengawasiku! Ah! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bingung. (tampang panik plus bingung khas Shima)
(Shima’s POV end)
     Saat melewati daerah kamar R-chan, tiba-tiba kepala Shima sakit.
     “Aduh!” erang Shima.
     “Loh? Shima? Apa yang kau lakukan disini?” tanya APP yang kebetulan ada disana.
     Hening. Shima tidak menjawab pertanyaan APP. Dia masih saja terdiam meringis dan memegangi kepalanya. Seperti kesakitan. (posisinya dia sedang berdiri, jadi ketika kesakitan dia bersandar di tembok dan seperti orang mau pingsan)
     “Shi-Shima! Kau tak apa-apa?” tanya APP sekali lagi dengan wajah khawatir.
     “Hmm…??” kata Shima tersenyum miris seperti menahan sakit. Peluhnya keluar cukup banyak. “Aku baik-baik saja kok! ^^”
     “Kau yakin?” tanya APP yang sepertinya benar-benar tahu keadaan Shima.
     “Iya! Hah.. hah...”
     “Tapi kau… Hey!” belum juga APP sempat menyelesaikan kalimatnya, Shima sudah pingsan. Keringatnya keluar banyak sekali.
     “Ada apa ini?” tanya APP dalam hati. Suhu tubuhnya panas sekali. Padahal tadi dia masih kelihatan sehat-sehat saja?” batin APP.
     “Yah, kalau begini, mungkin aku harus menunda mencari R-chan. Kurasa, yang mencarinya pun sudah cukup banyak.” Kemudian APP mengamanakan Shima.

#sebelum Shima pingsan
(Shima’s POV)
     Loh? Itukan APP? Apa yang dia lakukan disana? Apa dia juga mencari R-chan?
     Deg!! Eh? I-ini… Ini bau api. (dengan wajah super panik) Ukh! Aku tidak kuat!
     Aku memejamkan mataku karena tidak ingin melihat api. Tapi sepertinya disana tidak ada api. Kemudian aku berlari ke arah APP. Dan tepat 5 meter sebelum APP, aku melihat pemandangan sangat mengerikan.
     Di dalam kamar R-chan, ada seorang bocah yang terjebak dalam api. Dia… Seperti diriku! Tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang menghampirinya. Dan ada seorang perempuan yang terkulai lemah di dekatnya. Si lelaki menyuruh si bocah itu pergi duluan. Tapi si bocah itu masih tidak mau pergi. Sampai akhirnya si pria itu mengatakannya, sebuah janji palsu, janji yang takkan pernah ditepati selamanya karena dia memang tidak akan bisa menepatinya, dengan wajah tersenyum, “Keluarlah lebih dulu! Kami pasti akan menyusulmu! Itu pasti! ^_^”.
     Setelah mendengar kalimat itu, si bocah akhirnya keluar bersama harapannya yang terbuang. Dia… Tidak akan pernah bisa bertemu dengan kedua orang tadi. Ya! Orang tadi akhirnya tidak pernah keluar dari bencana itu, selamanya.
     Begitu di luar, si bocah itu hanya bisa memandangi serpihan-serpihan bekas kebakaran. Hanya terpaku dan terpana disana sambil berharap bahwa dua orang tadi keluar. Keluar dari tempat itu. Mataku tak kuat lagi menyaksikan pemandangan itu. Aku terus saja menutup mataku tapi bayangan-bayangan kejadian itu terus terulang-ulang dalam kepalaku.
     Aku tak kuat. Tiba-tiba saja badanku terasa agak panas. Namun, saat sebelum semuanya akan berakhir aku melihat bocah itu mulai berkembang. Dia yang dulunya pendiam, selalu murung, tidak mau berurusan dengan orang lain akhirnya sekarang mau bersosialisasi dengan baik. Bahkan dia sering membantu orang-orang disekitarnya yang butuh bantuan.
     Kemudian suatu ketika, seorang cowok menghampirinya dan meminta bantuan padanya. Kemudian dia menjadi bersahabat dengan cowok itu. Sampai suatu ketika seorang cewek dari datang dalam dunia mereka. Si bocah itu menyukai si cewek. Tapi si cewek tampaknya menyukai sahabatnya.
     Si bocah itu hanya bisa berteman baik dengan si cewek. Namun suatu ketika, si bocah melihat si cewek berjalan berdua bersama sahabatnya. Terlihat begitu serasi. Terlihat begitu sempurna. Dia mulai murung lagi. Sampai-sampai dia tidak mau bertemu dengan sahabatnya lagi. Tapi…
     Di pagi musim semi yang cerah, si cewek berjalan menghampirinya dan mengatakan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya terkejut. Sesuatu yang akhirnya dapat menyadarkannya pada sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa keputusannya selama ini salah.
     Gara-gara dia sahabatnya itu masuk rumah sakit. Sahabatnya itu sebenarnya sangat menyesal karena telah membuat si bocah salah paham tentang si cewek. Dan… Yah! Tebak dewe wae lah… Standar kok ceritane… :P (Yang gak ngerti tanya ya??!!! xD)
     Ya… kemudian setelah semuanya terlihat berjalan baik-baik saja… Tanpa mereka sadari ada suatu hal yang mengancam hubungan mereka semua. Ya! Tiba-tiba saja si cewek harus pulang ke asalnya. Seorang penyihir menjemputnya dan menarik paksa si cewek. Si bocah dan sahabatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa melihat si cewek yang pasrah dibawa. Kemudian si penyihir mengatakan kalimatnya, “Kalian akan ingat semuanya ketika kalian bertemu lagi. Untuk saat ini kalian akan melupakan semuanya. Terutama untuk kau bocah pembangkang (si cewek)! Tidak kusangka kau berani melarikan diri setelah mendapatkan detensi berat karena ulahmu sebelum ini. Berani juga kau. Dan untukmu bocah, lupakan dia (si cewek) dan kembalilah ke dunia mu.”
     Biiiiiipppp…. Srrrrrrtttttt….
     Pertunjukan berakhir. Kepalaku benar-benar pusing. Lalu, kudengar APP memanggilku dan kulihat dia menghampiriku dan mencoba membantuku. Maaf, tapi… aku sudah benar-benar tidak kuat.
(Shima's POV end)
###

My Love Story Part 1


     Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya hari ini kami bertemu juga. Tapi, aku tidak menyapanya! Ya! Aku tidak bisa menyapanya. Aku takut kalau-kalau dia sudah benar-benar lupa tentang keberadaanku. Ya, walaupun dulu kami selalu bersama, tapi aku tetap takut kalau dia, mereka, sudah benar-benar lupa akan diriku. Kutukan itu, mungkin saja benar. Tapi memang belum kubuktikan sih. Tapi (lagi) aku takut mengatakannya. Aku takut membuktikannya. Dan aku hanya bisa bertanya, apakah dia masih mengenaliku? Apakah mereka masih ingat tentang diriku? Rasanya kepalaku benar-benar terasa pening memikirkannya.
###
     Pagi hari yang cerah, R-chan pergi bersama para seniornya  ke suatu tempat pertemuan untuk melakukan seminar. Ya, disana dia bertemu seseorang yang dulu sangat dia kenal. Bahkan mereka dulu sudah sangat dekat. Seandainya saja tidak ada kutukan aneh itu.
(R-chan’s POV)
     Waktu berjalan cukup lama rupanya. Aku hanya bisa menatap wajahnya. Memastikan apakah yang kulihat itu benar atau tidak. Apakah dia benar-benar orang itu? Apakah cowok itu memang benar orang yang pernah kukenal? Setelah sekian lama menatap dan memperhatikan gerak-gerik orang itu, aku yakin dia memang benar-benar Shima! Ya, ampuuuun… Bahkan ada Kaori juga disana! >,< Apakah mereka melihatku? Hmmm…
     Jantungku langsung berdebar kencang saat tiba-tiba Shima menengok ke arahku yang sedang asyik mengamatinya. (Kyaaaa… x//D *blushing) Aku terpaksa langsung memalingkan wajah setelah memberi senyuman sedikit padanya ketika dia memergokiku dan tanpa memperhatikan wajahnya tentunya. Lalu memfokuskan pikiranku ke seminar. Aduh! Maluuu… x///D  Tapi tetap tidak bisa terlalu fokus ke seminar aku. Otakku jadi terpenuhi bayangan Shima.
     Loh? Itukan Kaori? Ke-kenapa dia juga melihat ke arahku? Waaa… aku harus sembunyikan wajahku!! x//)
(Shima’s POV)
     Hmm… Pagi ini aku menemani Kaori pergi mengikuti seminar. Yaaah.. membosankan. Pengisinya datang lama sekali? Jadi bosan deh. Hhh…
#tak berapa lama kemudian setelah Shima hampir tertidur…
     “Hey, Shima!” panggil Kaori.
     “Hnnn…?” jawabku ngantuk.
     *sweat drop* “Tuh, pengisinya sudah datang loh?!”
     “ He? Mana? Wah! Itu dia! Akhirnya pengisinya datang juga. Huuuft.. Aku benar-benar mengantuk.” Keluhku pada Kaori.
     “Hahahaha…” Kaori hanya tertawa.
     “Dasar!” pikirku.
#setelah seminar berlangsung kira-kira sudah ½ jam
     Deg! Eeh?? Perasaan apa ini? Kenapa rasanya… I-ini… Kemudian aku menengok ke belakang. Ada seorang gadis yang duduk diapit oleh 2 orang cowok. Sepertinya dia dari tadi mengamatiku. Buktinya, dia langsung memalingkan wajahnya setelah tersenyum seentar ke arahku dengan wajah memerah. Tapi kenapa? Apa ada yang salah dengaku? Tapi aneh, sepertinya aku mengenalinya. Hmm.. Siapa ya?
     Aku berusaha mengingat wajahnya yang agak familiar itu. Aduh, siapa ya? Sambil memejamkan mataku, aku berusaha mengingatnya. Tapi kok gak bisa ingat ya? Yah, akhirnya aku menyerah. Nanti sja lagi deh mengingatnya. __”
(Kaori’s POV)
     Hmmm… *sweat drop* Shi-Shima… ://l Dasar Shima! Malah mengantuk ria.
#karena lama menunggu pengisi seminar, akhirnya Kaori memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling.
     Haaah… Kenapa jadi molor sih? Menyebalkan!
#ketika sedang melihat-lihat ke arah belakang, Kaori melihat seseorang yang wajahnya tidak asing lagi.
     Hmm…? Siapa ya gadis itu? Kok rasanya pernah melihatnya? Dimana ya? Apa di jumpa fans? Tapi sepertinya dia bukan tipe yang suka bertemu banyak orang. Buktinya dia duduk di depan teman-temannya dan lebih sering diam seperti memikirkan sesuatu. Eh?!! Tapikan itu bukan kepastian. Mungkin dia seperti orang itu? Xixixi (keingetan seseorang yang dulu pernah bersamanya). Siapa ya gadis itu? Benar-benar tidak asing wajahnya. Tapi siapa ya?
     Yah, karena bingung akhirnya aku menghadap ke depan lagi dan melihat kalau pengisi seminar sudah datang. Lalu aku membangunkan Shima.
     Wah, waaah… Dasar Shima. Di saat begini enak sekali tidurnya. Hahaha…
#setelah seminar berlangsung kira-kira sudah ½ jam
     Hmm?? Kenapa dengan Shima? Kok kayak gelisah. Lalu setelah Shima menghadap depan lagi dengan wajah heran, aku mencoba melihat kemana arah pandang Shima tadi. Weh? Kok cewek yang tadi blushing? Apa ada sesuatu yang membuatnya blushing? Atau jangan-jangan dia kaget ketika dilihat Shima? Hmmm… _ _” gak penting.
###
     Setelah seminar usai, R-chan keluar ruangan dengan santai bersama para seniornya setelah berhasil melupakan Shima dan Kaori untuk sesaat. Karena, ternyata begitu keluar dia bertemu lagi dengan Shima dan Kaori yang juga sama-sama mau mencari ruang istirahat. Yah, sehabis ini mereka harus mengikuti diskusi.
     Makan siang. Yaaah… Ketemu lagi! Tapi kali ini ternyata R-chan tidak hanya bertemu Shima dan Kaori saja. Dia juga bertemu denga APP dan Mai. Bahkan ada Nanaki dan Ao!
     “What the hell they do in here?!!!” itulah kata-kata yang ada di benak R-chan.
     Setelah makan siang, R-chan seperti biasa mengikuti para seniornya untuk ke tempat selanjutnya. Tapi… Ternyata oh ternyata… Mereka malah tersesat! :O Ya ampuuun…
     Ketika dalam keadaan super bingung, R-chan yang dari tadi daim saja tiba-tiba angkat bicara.
     “Senpai semua. Seharusnya kita tidak kesini kan?” tanya R-chan mengawali pembicaraan.
     “Iya! Aku juga tahu! Tapi, bagaimana kita bisa kembali? Ini pun diskusi sudah hampir dimulai! Bagaimana ini?” sewot kak Lia. R-chan sweat drop.
     “Sudahlah! Tenang sedikit!” kata kak Nichal yang juga mulai sewot sementara yang lainnya juga kebingungan mencari jalan keluar.
     “Apakah disini ada yang mau mendengarkanku? Aku kan tahu jalannya. Aku ingat aku pernah kemari. Dan jalan ini memang tidak berunah blass! Hmm…” batin R-chan.
     “Kak…!” kata R-chan pada kak Oki yang tampak tenang.
     “Ya?”
     “Bisa ikut aku sebentar? Aku mau kasih tahu sesuatu.”
     “He? Disaat begini?” tanyanya sambil mengernyitkan wajahnya.
     “Apa maksudnya tuh?” kata R-chan dengan cemberut.
     “Heee?? Baiklah”.
     Kemudian R-chan memberitahu pada Kak Oki tentang jalan yang seharusnya mereka lalui. Tentu saja Kak Oki tidak percaya begitu saja. Tapi, dia tetap akan mencobanya karena melihat keyakinan R-chan yang biasanya menyiratkan wajah tidak yakin tiba-tiba menjadi wajah yang sangat yakin. Lalu setelah semua tenang, mereka pun melanjutkan perjalanan sesuai petunjuk R-chan. Dan mereka pun berhasil datang ke acara diskusi tepat waktu.
     Di acara diskusi ini R-chan ternyata tidak sekelompok dengan semua para senpainya. Dia sekelompok dengan Kak Zaki, Nanaki, Mai, APP, Kaori, dan Shima. Waaaaw…!! :O Bisa dibayangkan betapa ricuhnya diskusi mereka. Dan tentu saja, R-chan cuma geleng-geleng kepala heran. Dan dia bertambah heran kagi setelah melihat senpainya ikut-ikutan nimbrung dalam pembicaraan aneh antara Shima, Mai, Kaori, dan APP. Yang terdiam disini hanya R-chan dan Nanaki yang bingung mau membicarakan apa. Lalu tiba-tiba…
     “Hei, kau!” kata Nanaki yang mendekati R-chan dengan diam-diam dan berlindung di bawah meja untuk menghindari terkena peluru nyasar.
     “Hmm? Aku?” tanya R-chan kaget.
     “Ya, kau… Namamu R-chan kan?”
     “Hm? Dari mana kau tahu namaku?” tanya R-chan tengah menyelidik sambil mengernyitkan alisnya, karena dia merasa belum pernah memperkenalkan diri.
     “Haaah…” Nanaki menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menghela napas.
     “????”
     “Jadi, memang tidak ingat ya?” kata Nanaki sambil menatap mata R-chan.
     “Apa sih? Jangan ngeliatin aku gitu dong?!!!” kata R-chan memalingkan wajahny dan malah blushing.
     “Heee?? Maaf… Maaf… ^^” kata Nanaki yang lalu malah duduk di dekat R-chan. Dan tiba-tiba…
     TENG! TENG! TENG! Tidak tahu darimana tiba-tiba saja terdengar bunyi lonceng. Semakin lama didengar, ntah kenapa rasanya semakin mengantuk. Semakin kau mencoba untuk menghidari untuk mendengarnya, rasa kantuk yang kau rasakan akan semakin menjadi-jadi. Dan dalam waktu singkat hampir seluruh peserta sudah tertidur. Ada apa ini sebenarnya?
     R-chan yang menjadi salah satu dari mereka yang tidak tertidur terheran-heran. Begitu juga mereka yang lain. Juga heran melihat R-chan yang bisa tidak tertidur mendengar bunyi nyaring lonceng yang mengantukkan itu.
     Nanaki yang ada di dekat R-chan pun tiba-tiba menariknya.
     “Aukh!!” jerit R-chan yang tangannya ditarik paksa oleh Nanaki.
     BRUAKK!! Tiba-tiba dari tempat R-chan duduk tadi lampu di atasnya terjatuh.
     “Ah! Maaf kalau aku menyakitimu.” Kata Nanaki.
     R-chan yang masih cengo akhirnya menjawab, “Eh? Ah, tidak! Aku berterima kasih padamu yang sudah mencoba menyelamatkanku. ^^ Arigatou gozaimasu…”
     “Eeee… Do-doita… It’s OK!” ntah kenapa Nanaki blushing.
     “Hei Nanaki. Apa tidak apa-apa?” tanya Ao yang tiba-tiba muncul di dekat Nanaki dan R-chan.
     “Yah, seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.” Kata Nanaki dengan Pdnya sambil tersenyum puas.
     Ao sweat drop. “Bukan kau! Tapi kondisi ini!” kata Ao dengan wajah polos.
     “Walah…” kata R-chan dalam hati.
     “Ka-kau…!” kata Nanaki bersamaan dengan munculnya guratn pembuluh nadi di kepalanya. “Haahhh… Aku juga kurang tahu apa yang menyebabkan semua ini?!!”
     Tiba-tiba dari belakang Nanaki, Ao dan R-chan diterjang sesuatu. Dan pada saat sesuatu itu menerjang mereka, bersamaan dengan itu juga muncul sesosok makhluk sangat besar dari langit-langit. Dan ketika dilihat, ternyata oh ternyata…
     Yang jatuh dari langit-langit ternyata hollow!! Dan yang menerjang ketiga orang tadi adalah Shima, Kaori dan APP!! :O Weeeew… :O
     Saat sedang terheran-heran, tiba-tiba dari bawah R-chan muncul tangan hollow yang sudah mencengkramnya.
     “Ukh!!” rintih R-chan kesakitan.
     “R!” teriak Nanaki.
     “Aduduh… Aku gak apa-apa kok… ^_^” kata R-chan sambil tersenyum.
     “Haaah?!! Kau ini?!! Di saat seperti itu masih bisa tersenyum?” tanya Ao yang kkaget setengah urip ngelihat tingkah R-chan.
     GREK!!!
     “Akh!” rintih R-chan lagi. Kali ini wajahnya berubah menjadi wajah kesakitan.
     “R!” teriak Nanaki yang kali ini bersiap untuk menyerang hollow tersebut dengan kemampuan PKnya. Begitu juga dengan Ao. Tapi, ada yang mendahului mereka. Ntah darimana asalnya serangan yang langsung mengalahkan para hollow itu. Yang jelas Nanaki berhasil menangkap R-chan yang terjun bebas dari tangan hollow yang tadi mencengkramnya. Saat berhasil ditangkap, R-chan dalam keadaan tertidur lelap.
###
(R-chan’s POV)
     Nguuung… Nguuuung… (suara lebah mengelilingi R-chan yang ketika bangun langsung lari terbirit-birit. #digaplok)
     Hnnn? Hoaaahm… Dimana ini aku?
     Ketika membuka mata, aku berada di sebuah ruangan yang tampaknya tidak begitu asing bagiku. Dan terasa sangat familiar.
     Tempat apa ini? Tanyaku dalam hati.
     Tiba-tiba ada seseorang yang muncul di hadapanku. Aku terkejut! Loh? Siapa pria ini? Se-seram… Seperti pimpinan geng alias yakuza. Pikirku dengan wajah kengerian (mungkin,  jika memang bisa dibedakan antara wajah ketakutanku dengan wajah tidak peduliku).
     “Oh, kau sudah sadar ya?” kata Kak Oki tiba-tiba.
     Aku hanya diam saja dan mengernyitka alisku untuk meminta penjelasan dari Kak Oki mengenai dimana sebenarnya aku sekarang? Apa yang sebenarnya sudah dan sedang terjadi?
     Kemudian Kak Oki pun menjelaskan dengan panjang lebar. Tapi anehnya, aku tidak bisa menangkap semua penjelasannya. Banyak kata-katanya yang kabur dari pendengaranku. Dan aku hanya mengangguk-angguk saja ketika Kak Oki seperti tahu bahwa aku kurang paham. Aduh! Apa yang sebenarnya terjadi padaku? >,<
     Lalu ketika Kak Oki selesai menjelaskan, seorang pria yang tadi kulihat menghampiri kami. Dan mengatakan, “Ada baiknya kau segera ingat semuanya.”
     Tentu saja aku juga kebingungan dibuatnya. Kenapa? Soalnya sambil berkata seperti itu dia juga menyerahkan sebuah pil mencurigakan yang sepertinya benda itulah salah satu cara agar aku bisa mengingat semuanya yang mereka maksud.
     “Kau akan mengerti setelah meminumnya. Yah, meski ada sedikit efek sampingnya sih.” Katanya sambil berlalu setelah pil yang dia sodorkan kuterima.
     “Buat apa? Memangnya ingat tentang apa?” tanyaku.
     Pria itu hanya menatapku tajam. Ikh! Serem tau?!! xO
     Dia yang mengetahui apa kata mataku (halaaah), cuma bisa sweat drop. Dan membiarkanku memutuskan untuk meminumnya atau tidak. Disaat aku sedang kebingungan, lalu muncul 2 orang cowok (Ao dan Nanaki, tapi yang menyapa seperti biasa, Cuma Nanaki) yang tiba-tiba langsung menyapaku untuk menjengukku. Dan setelah 2 orang cowok itu, di belakang mereka muncul para senpai yang lainnya selain Kak Oki yang sudah ada di tempat ini dari tadi.
     Waaaaw… :O
     “Ada keributan apa ini?” gumamku.
     Kemudian setelah semuanya berkumpul dan suasana agak tenang, pria yang tadi memberiku pil yang dipanggil dengan nama Pak Gunji mengulangi lagi perintahnya padaku untuk meminum pil itu. Lagi-lagi aku menimang-nimang. Dan meminta saran dari para senpaiku. Dan senpaiku ternyata mengiyakan. Aku malah jadi tambah ragu-ragu.
     Kemudian dengan dukungan dan paksaan juga keingintahuanku dan orang-orang yang ada disitu, akhirnya pil aneh itu kuminum juga. Dengan syarat disediakan air putih untuk minum pil mencurigakan itu.
     “GLUKK!! Huaaah…” kataku sambil menyeka mulutku.
     Setelah meminumnya, aku jadi deg-degan.
     “Apa yang akan terjadi setelah aku meminumnya?” tanyaku makin deg-degan pada Pak Gunji. Tapi dia hanya tersenyum. Sementara yang lainnya juga penasaran.
     Glek!! Perasaanku jadi tidak enak gara-gara Pak Gunji tersnyum seperti itu. Dan perutku mulai terasa mual seperti ketika nerveous mau mengerjakan tes. Dan rasanya jadi pingin muntah seolah-olah keracunan makanan.
     40 detik berlalu. 1 menit berlalu. Pak Gunji hanya tersenyum ke arahku ketika aku melihatnya untuk minta penjelasan. Perutku makin terasa mual saja gara-gara senyuman Pak Gunji yang mungkin bisa dianggap sebagai seringaian. Meskipun tidak ada reaksi apa pun.
     5 menit berlalu. 5 menit terasa sangat lama. Yang menunggu pun mulai penasaran dengan efek pil itu. 10 menit berlalu. Belum terjadi apa-apa. 15 menit berlalu. Aku yang tadinnya sudah tenang, secara tiba-tiba deg-degan lagi gak tahu kenapa. 20 menit berlalu. Perasaanku jadi makin aneh. Rasanya seperti ada sesuatu di dalam kepalaku dan mataku terasa agak panas. 25 menit berlalu. Aku mulai benar-benar merasa tidak enak badan. Seperti panas dalam. Tubuhku terasa panas. Kepalaku mulai pening. Jantungku berdegup makin kencang. Tangan dan kakiku terasa dingin. Mataku mulai buram (bayangin aja Shinichi yang mau balik lagi jadi Conan). Dan tepat pada menit ke 30, kepala dan mataku terasa sakit sekali (bayangin aja rasa sakitnya seperti yang dirasakan Harry Potter ketika Voldemort sedang dekat dengannya).
     “Akh!” jeritku sambil menutup mataku. Nafasku mulai ngosh-ngoshan karena menahan sakit. Keringatku mulai mengalir dengan deras. Dan di kepalaku tiba-tiba saja muncul gambaran-gambaran masa lalu. Dan tepat saat sebuah gambaran seseorang yang mengatakan “Kau akan lupakan semuanya setelah sampai di tempatmu.” muncul, aku sudah tidak ingat apa-apa. Mungkin aku tertidur? :)