Jumat, 30 Desember 2011

AWAL MULA Part 3


Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers

*Flashback in Venus’s memory @ JEC*
        Saat sedang asyik liat kabaret Inuyasha yang rada-rada maho, tiba-tiba langit berubah jadi gelap dan udara menjadi dingin.

        “Kenapa nih langit?! Mau hujan ya? Waaah… Parah! Ngejak geseh kie? Ck! Padahal lagi asyik! -.-“ sambil menegadah dan mencak-mencak. Saat sedang kesal dengan cuaca yang berubah mendadak, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang besar akan terjadi. Tubuhnya tiba-tiba merinding, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
        “Ada apa ini?” batinnya dalam hati yang masih mencoba menenangkan diri.
        Tiba-tiba saja Helios yang ada disampingnya menepuk bahunya.
        Pluk! “Ada apa Venus nii-san?” tanya Helios dengan wajah khawatir.
        “Eh?!” terkejut, “Ah, tidak. Hanya saja…” sambil mengernyitkan alisnya dia menunjuk ke langit yang sekarang sudah ada lubang hitamnya.
        “Memangnya disana ada apa?” tanya Hydra yang dari tadi diam saja ikut memandang langit dengan wajah cemas.
        “Disana kok ada black hole?” tanya Venus heran.
        “Ha?!” kata Hydra dan Helios bareng karena heran dengan pemikiran nii-san nya itu.
        “Nii-san… Mana ada black hole di langit bumi yang tiba-tiba muncul seperti itu.” kata Helios.
        “Mungkin aja! Kalau Yang Maha Kuasa mengizinkan, pasti bisa terjadi!” bantah Venus.
        “Yaaah… Kalah kau Helios. Jyahahaha XD” ledek Hydra pada Helios.
        “Apa sih?! Kalau sudah menyangkut Tuhan aku emang gak bisa apa-apa... Huh! Sial! Nii-san langsung menyerang kelemahanku! Cih!” kata Helios kesal.
        “wkwkwkwk” tawa Venus dan Hydra.
        BRAK!! Tiba-tiba terdengar suara jatuh yang keras.
        “I-itu…!” kata Venus yang menunjuk ke arah lubang hitam yang sekarang dari dalamnya muncul sosok putih besar berbalut kain putih. “Ma-makhluk apa itu?!”
        Hydra dan Helios yang terkejut langsung berwajah serius.
        “Nii-san! Apapun yang terjadi, jangan beranjak dari tempat ini!” kata Helios tiba-tiba.
        “Ha?” kata Venus melihat ke arah saudara kembarnya yang menampakkan wajah serius, “Ah! Baiklah! Tapi, kalau kalian dalam bahaya aku boleh tolong kan?” katanya sambil tersenyum.
        “Hmm… Kami pasti akan baik-baik saja Nii-san…^^” kata Hydra yang kata-katanya selalu membuat orang tenang.
        Tak beberapa lama setelah mengamati makhluk-makhluka aneh itu muncul di bumi, Venus melihat ada sosok makhluk yang berjalan menuju ke arah Spica yang jelas-jelas tampak sedang asyik mengamati langit.
        “Spica!!” kata Venus dalam hati yang sudah hampir berlari lalu berhenti ketika terkejut melihat Hydra sudah lari lebih dulu menerjang Spica dan Helios yang menyusul Hydra dari belakang.
        Hydra yang menubruk Spica membuatnya terhindar dari serangan makhluk berbalut kain putih itu. Helios yang lari belakangan ambruk di depan Spica dan Hydra. Tapi di depan mereka ada seseorang yang hampir mirip dengan Helios berdiri dihadapan makhluk itu sambil menggenggam pedang di tangannya dan kemudian menyerang makhluk aneh itu.
        “A-apa?!” kata Venus terkejut.
        DEG! Tiba-tiba jantung Venus berdegup lebih kencang dari biasanya. Deg deg deg! Deg deg deg! “Pe-perasaan ini? Ja-jangan-jangan…” Lalu dia pun berlari dan memanggil, “Spica! Hydra! Helios!”
        Hampir saja sampai ke tempat dimana Spica terjatuh dengan Hydra, makhluk aneh tadi muncul dihadapannya. Makhluk itu langsung menyabetkan tangannya dan…
        Zraaash!! Tiba-tiba tangan makhluk itu putus! Tangannya putus saudara-saudara! :O
        “What the?!” teriaknya. Tiba-tiba dia melihat tubuh Hydra tergeletak di hadapannya padahal tadi dia baru saja melihat Hydra berdiri di depannya dengan memegang pedang yang mirip dengan Helios dan menyerang mekhluk aneh itu. Dan saat itu juga dia melihat beberapa orang pingsan karena beberapa makhluk tadi mendekati orang-orang yang pingsan. Ada juga yang terluka setelah didekati makhluk aneh tadi.
        Setelah beberapa saat si kembar ambruk, langit tiba-tiba berubah menjadi cerah. Cuaca kembali seperti semula. Makhluk-makhluk aneh yang tadi muncul juga sudah pergi. Sesosok yang mirip Hydra dan Helios yang memakai furisode dan hakama hitam pun juga menghilang bersamaan dengan makhluk-makhluk aneh tadi.
        “Ah! Sudah selesai ya?” batin Venus yang lalu melihat sekeliling. “Loh?! Kenapa mereka semua pada… dan… Kemana Hydra dan Helios yang memakai furisode dan hakama serba hitam tadi? Btw, mereka jadi kayak yang kabaret bleach ya? ==? Ah! Jangan-jangan… Uwaaah… tapi itu kan mustahil…!!” kata Venus yang sedang perang batin. Kemudian dia melihat ke arah tubuh Hydra.
        “Uwaaah… Hydra?!” katanya sambil mencoba membangunkan Hydra. Karena tidak berhasil, dia lalu melihat ke arah Helios yang ternyata keadaannya sama saja. Saat itu dia sedang melihat Spica menelepon. Dia pun juga ikut menelepon beberapa rumah sakit. Kemudian setelah para pihak rumah sakit datang, dia membantu mengangkut mereka yang pingsan.

*Flashback End*


>>Ruang Rawat
        Dokter yang sudah selesai memeriksa kondisi si kembar membuyarkan lamunan Spica dan Venus. Kemudian mengajak Venus untuk berbicara. Spica pun berjalan ke tempat si kembar tertidur. Dia sedang mencoba menganalisis sesuatu.
        Tidak lama kemudian Venus selesai berbicara dengan dokter.
        “Bagaimana?” tanya Spica pada Venus.
        “Hhhhh…” kata Venus sambil mendengus.
        “Hey, you! Ditanyain jangan malah mendengus! Dasar, Mundungus Flitcher!!” kata Spica kesal.
        “Wiiih… Enak ae! Aku ki juga Edward Cullen. Aku kan setampan dia.” Kata Venus sambil narsis dengan mebuat tangannya jadi kayak pistol dan mendekatkannya ke dagunya.
        “Huweeeeeek…” kata Spica sambil pura-pura muntah.
        “Khe khe khe… Piss onee-chan… :Piss…” kata Venus sambil terkekeh-kekeh.
        “Hih…! Lalu, apa kata dokter?”
        “Mereka baik-baik saja kok. Tidak apa-apa. Kata dokter umumnya mereka akan sadar sekitar dua atau tiga hari lagi. Toh mereka hanya kehabisan energi. Gak ngerti maksudnya aku.” kata Venus berwajah serius karena tidak mengerti sama sekali maksud dari kehabisan energi itu. “Memangnya apa yang mereka lakukan sampai kehabisan energi?” batin Venus.
        “Ooowh..” tanggap Spica.
        “Eh, Onee-chan…”
        “Hn?” kata Spica yang sedang asyik membereskan sesuatu.
        “Apa Onee-chan merasa bersalah dengan keadaan si kembar yang seperti sekarang ini?”
        “Apa maksudmu?” seperti tidak mempedulikan dan terus merapikan.
        “Ah! Tidak! Tidak apa-apa kok, he… :P” kata Venus seraya menghadap ke langit-langit karena merasa diabaikan.
        Lalu mereka pun terdiam. Spica sibuk merapikan sesuatu dan Venus masih menatap langit-langit.

#Byakuya
        Di sebuah kota dia menemukan sebuah tempat dengan reiatsu yang cukup besar. Kemudian dia selidiki.

#Ruang Rawat
        “Hhhh…” kata Spica dan Venus bersamaan setelah sama-sama terdiam cukup lama.
        “Apaan sih Onii-chan ini?! Melu-melu!” kata Spica yang selesai merapikan tempat itu.
        “Wiih… Onee-chan kan yang ikut-ikutan?!”
        “Enak aja!”
        Kemudian terjadi adu mulut antara Spica dan Venus. Tanpa sadar, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka sejak mereka sampai ke ruang rawat.

#Byakuya
        Setelah selesai menyelidiki dia pun pulang.

#Jogja Town House
        Sore hari barulah Ichigo dan Renji bangun.
        “Hmm?? Sepertinya aku tidur cukup lama.” kata Ichigo yang baru saja terbangun.
        “Cukup lama apanya? Kau tidur sangat lama!” kata Hitsugaya yang ternyata sedang beres-beres kamar Ichigo.
        “Eh?! Apa?! Memangnya sekarang jam berapa?”
        “Sudah jam 5 pm.”
        “What?!! Pantesan aku lapar.”
        Gubrak! Hitsugaya sweat drop. “Ka-kau iniii…”

#Tempat parkir, RS Sardjito
        Spica dan Venus yang belum selesai berdebat memutuskan untuk pulang setelah tugas jaga mereka digantikan oleh ayahnya si kembar sekaligus ayahnya Venus dan pamannya Spica, Draco. Di sepanjang jalan menuju tempat parkir pun mereka masih saja berdebat sampai-sampai dimarah oleh suster.
        “Hhhh… Gara-gara Onee-chan nih jadi dimarahin.”
        “Loh?! Kok gara-gara gue?!!!!” saking kesalnya logat lo-guenya Spica muncul.
        “Iyalaaaaah…” kata Venus tidak kalah sengit, “Kan-“ BUK!! “Argh…!!” erang Venus yang sukses dibogem Spica.
        “Shit!! Untung dia cewek, kalo enggak…” batin Venus yang langsung merinding begitu Spica ada dihadapannya.
        “Kalo enggak apa?! Ha??!!!!!!!!”
        “Ikh! Ah, tidak!” kata Venus yang makin ngeri ketika dia berpikir bagaimana Spica tau apa yang dia batin. Lagipula lebih mengerikan lagi kalau Spica sampai menyebarkan rahasianya.
        Setelah itu, mereka pun pulang.

#Jogja Town House

>>Rukia & Hanataro
        Mereka sudah sampai di penginapan. Lalu membantu para mod soul mereka menyiapkan makanan bersama Hitsugaya. Sementara itu Ichigo membangunkan Renji.

>>Kamar Renji
        “Woy! Renji! Banguuun!!! Sudah sore nih?! Kau mau makan tidak?!!” teriak Ichigo membangunkan Renji.

>>Dapur
        “Dasar Ichigo payah! Berisik tauuuuu…!!!” teriak Rukia dari dapur.

>>Kamar Renji
        “Iya! Berisik tau….!!” kata Renji yang terbangun karena teriakan Rukia dan langsung melempar bantal ke arah Ichigo.
        Bantal pun sukses mengenai Ichigo. Lalu terjadi perang hebat di kamar itu. Mereka berdua saling lempar barang yang ada disitu.

>>Pintu depan
        Byakuya yang baru saja pulang dan mendengar pertempuran itu langsung berwajah seram. Dia pun pergi ke kamar Renji.

>>Kamar Renji
        Byakuya langsung mengeluarkan aura hitam.
        “Bya-Byakuya…” kata Ichigo ngeri.
        “Ta-taichou…” kata Renji langsung merinding membayangkan apa yang bakal terjadi.
        “Bereskan.” kata Byakuya singkat.
        “Ba-baik…” kata Ichigo dan Renji bersamaan. Kemudian mereka pun membereskannya.

>>Lantai bawah
        “Dasar duo baka!” kata Hitsugaya yang sedang bersama para kucing, sweat drop.

AWAL MULA Part 2

Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers

#Siang hari, Taman UIN depan masjid
        Spica yang sedang asyik bergelut dengan laptopnya dikagetkan oleh seorang cowok yang menghampirinya.
        “Onee-chan…” sapa cowok itu seraya berlari kearah Spica.
        Spica yang merasa terganggu langsung mengirim death glare.
        “Ukh!! Santai donk Onee-chan…”
        “Mau apa kau kesini?”
        “Mau jemput Onee-chan laaah…?!!”
        “Jemput? Emang kita mau kemana?” pikir Spica. “Oh iya!” kata Spica sambil menepuk jidatnya sendiri karena telah melupakan tugas penting. “Nanti dulu ya?! Aku harus selesaikan ini dulu…” kata Spica sambil menunjuk laptopnya.
        “Iya.. Iya.. Onee-chan kan memang selalu sibuk sebagai saintist. Hoho… XD”
        “He…” kata Spica sambil tersenyum dan kembali lagi serius dengan laptopnya.
        “Btw, Onee-chan sedang menulis apa sih?”
        “Venus…!! Diamlah!!” kata Spica kesal.
        Cemberut. Lalu Venus pun duduk di samping Spica dan ikut-ikutan menatap laptopnya Spica.
        “Oooh…” Venus, cowok yang memanggil Spica tadi, hanya bisa ber”oooh”ria melihat kakak sepupunya itu menulis sesuatu mengenai laporan percobaan rekayasa genetika pada tumbuhan.

#Jogja Town House
        Kini giliran Byakuya, Rukia dan Hanataro yang keluar.
        Mereka bagi tugas. Hanataro dan Rukia menyelidiki rumah sakit yang kira-kira dijadikan tempat untuk membawa pasien  yang terkena serangan hollow di dekat JEC. Tentu saja mencarinya dengan acuan terasanya reiatsu. Sementara itu Byakuya akan mencarinya di luar kota. Mereka menyelidikinya dengan mode shinigami.
        Sementara itu para mod soul mereka merawat kucing yang dibawa oleh para cowok yang ternyata sampai siang masih tertidur pulas.

#Rukia dan Hanataro
        Mereka berdua sampai di RS Bethesda. Di rumah sakit ini terasa beberapa reiatsu  yang cukup besar. Lalu mereka memasuki sebuah kamar pasien yang bernama Ryuzaki yang mempunyai reiatsu paling besar diantara semuanya. Ternyata Ryuzaki itu sudah sadar dan baik-baik saja. Dia terkejut ketika melihat Rukia dan Hanataro, tamu tak diundang, masuk ke ruang rawatnya. Tapi dia tidak serta merta teriak (gengsi doonk… masa cowok teriak-teriak gak jelas?!!).
        Kemudian Rukia yang tahu sedang diperhatikan dengan mata terkejut oleh Ryuzaki menyuruh Ryuzaki diam dulu sampai orang-orang yang ada di dalam ruangan itu pergi. Ryuzaki pun hanya mengangguk pelan.
        Setelah semuanya pergi…
        “Siapa kalian?” tanya Ryuzaki dengan suara pelan.
        “Perkenalkan! Namaku Hanataro. Salam kenal…” Kata Hanataro polos sambil membungkukkan badannya.
        “Ah! Aku Rukia Kuchiki! Salam kenal…” kata Rukia tersenyum sambil membungkukkan badannya.
        “A… Apa sebenarnya kalian ini? Ah ya! Namaku Ryuzaki, salam kenal juga.” kata Ryuzaki.
        “Ah! Sebenarnya kami adalah shinigami.” jawab Rukia.
        “Apa?! Shinigami?” tanya Ryuzaki heran. “Apa itu shinigami?”
        “Ah, shinigami itu…”

#Taman UIN depan masjid
        “OK!! Finish!!” kata Spica tersenyum puas.
        “Horeee… Akhirnya selesai juga..!!” teriak Venus ikut senang lalu merenggangkan badannya yang ternyata pegal-pegal.
        “Yeah! Sekarang bantu aku beres-beres!” pinta Spica sambil menyuruh.
        “He?!” kata Venus ingin protes yang langsung dipotong Spica.
        “Kalau kau tidak bantu, akan tambah lama! Aku harus serahkan dokumen ini pada dosenku dulu juga!” kata Spica sambil melepas flashnya.
        “Ukh! Baiklah…” kata Venus dengan lesu.
        Spica pun tersenyum dan berlalu. Entah kenapa Venus jadi semangat melihat senyuman kakak sepupunya itu. Lalu dia pun membereskan barang-barang Spica seperti biasanya (Apa?! Seperti biasanya? :O Udah lama donk jadi pembantunya Spica?! Kenapa gak sekalian dijadikan asistennya?!). Kemudian ketika hendak memasukkan buku-buku ke dalam tasnya Spica, dia melihat sesuatu yang menarik.
        “Hmm… Apa ini?! Oh!! Diary punya Onee-chan!” kata Venus dengan wajah memerah. Lalu membuka-buka dan membaca sekilas sambil menunggu Spica. Dan kadang-kadang dia blushing sendiri tapi kadang-kadang dia juga cemberut dan berpikir serius. Lalu dia tiba di bagian kunjungan di JEC. Dia terkejut ketika membacanya.
        “Mu-mustahil!! O-onee-chan… Dia..” katanya dengan wajah horor.

#Rukia & Hanataro, RS Bethesda
        “Begitulah…” kata Rukia mengakhiri penjelasan dan permohonannya agar Ryuzaki mau membantu penyelidikan mereka (mereka jadi detektif).
        “Mmm…” Ryuzaki tampak berpikir. “Baiklah!” katanya dengan tersenyum, “Aku akan bantu kalian sebisaku setelah keluar dari rumah sakit!” katanya dengan semangat muda, yeeaaah…!! \o/
        “Ah! Terima kasih!” kata Rukia dan Hanataro bebarengan sambil membungkukkan badan dan tersenyum senang seperti telah menyelesaikan masalah yang sangat berat.
        “Oh, ya! Ini alamat kami.” Entah sejak kapan Rukia punya card name dan menyerahkannya pada Ryuzaki. “Hubungi aku jika kau sudah keluar dari rumah sakit ya?! (‘u^)~ ” kata Rukia sambil mengejapkan satu matanya, membuat tangannya seperti telepon dan tersenyum membuat Ryuzaki terpesona. (Sejak kapan Rukia pandai merayu??!!)
        “U-uwaah… Ru-Rukia-san… Ka-kau…” batin Hanataro.
        “U-ukh! Ba-baiklah…” kata Ryuzaki yang sudah sadar dari rasa terpesonanya.

#Kampus Fak. Saintek UIN
        Sementara itu Spica yang sedang mencari dosennya merasakan perasaan tidak enak.
        DEG!! “Ada apa ini? Sepertinya ada sebuah rahasia yang terungkap.” batin Spica. Tapi dia tetap terus mencari dosennya dan akhirnya ketemu. Dia lalu berkonsultasi dan tersenyum puas setelah keluar dari ruang dosen.

        Tiba-tiba dia teringat bahwa dia harus bergegas ke rumah sakit untuk menjaga si kembar yang menyelamatkannya dari makhluk aneh yang muncul di JEC. Lalu dia pun bergegas lari keluar.
        Dia berlari ke arah Venus yang sedang berpikir.
        “Ah! Terima kasih sudah merapikannya!” kata Spica seraya tersenyum. Senyumannya itu membuat Venus sadar dari lamunannya.
        “Ah! Ya! Sama-sama…” kata Venus juga dengan tersenyum.
        “Ayo!!” Spica sudah lari ke tempat parkir.
        “Eh?!! Matte yoo~ Onee-chaaan…” teriak Venus yang baru sadar ditinggal jauh oleh Spica.
        Spica berhenti berlari dan berbalik. “Apa?!! Mati yo?!!!!” kata Spica dengan wajah seram.
        “Hiiiyy…” Venus berhenti berlari dan bergidik ngeri, “Bu-bukan! Ma-maksudnya wa-wait me…” kata Venus terbata-bata.
        “Ooowh…” kata Spica tampak lega lalu meneruskan berjalan ke arah pintu keluar dekat tempat parkir.
        “Fiuuuh…” Venus menghela napas lega dan langsung mengeluarkan motornya. Lalu mereka pun bergegas ke rumah sakit. RS Sardjito.

#RS Sardjito
        Spica dan Venus yang sudah sampai langsung bergegas ke arah ruang rawat si kembar di lantai 3.

>>Ruang Rawat
        Spica langsung mengganti bunga kemarin dengan bunga baru di vas bunga yang ada diantara si kembar yang tidur berdampingan. Venus menatap kedua saudara kembarnya itu, Helios dan Hydra. Ya! Mereka adalah saudara beda ibu. Tapi mereka tetap saling melindungi satu sama lain. Dan tentu saja Spica juga sudah tahu hal itu.
        Hydra dan Helios juga sudah kuliah sama seperti Spica dan Venus. Hanya saja mereka kuliah di UGM sedangkan Venus kuliah di UNY dan Spica di UIN.
        Tok! Tok! Greeek… Pintu terbuka. Dokter yang memeriksa si kembar pun datang. Spica dan Venus tersenyum menyambut kedtangan dokter yang akan memeriksa si kembar lalu membarkan dokter itu memeriksa si kembar. Sementara dokter memeriksa si kembar, Venus dan Spica mengingat kembali kejadian di JEC.

*Flashback in Spica’s memory @ JEC*
        Ketika cuaca cerah mulai berubah, tragedi pun terjadi (==” lebay).
        Dari langit muncul lubang hitam yang besar. Spica yang heran dengan cuaca mendongak ke atas.
        “Eh???” clingak clinguk, “Ada apa ini? Kenapa cuaca tiba-tiba berubah? Angin ini… Uwaah… Kenceng bangets… >,< Ukh! Awww…!!” batin Spica sambil menggosok matanya yang keliliban (seharusnya jangan digosok!!).
        Kaget melihat langit. “Loh? Kok tiba-tiba banyak awan hitam ki? Arep udan po yo?” batinnya sambil tengok ke arah anak-anak Hana Mori yang lain yang sebagian masih asyik melihat kabaret Inuyasha seperti tidak menyadari perubahan cuaca. Kemudian dia mendongak lagi ke langit untuk memastikan sesuatu. Dan ternyataaa…
        Di langit ada lubang hitam! “Uwooooh…. Apaan tuh? Ah! Ada black hole di langit??!!! (>o<)/” teriaknya dalam hati.
        Kemudian Spica mengamati lubang itu, “?????????????” kepalanya lenggok kanan lenggok kiri (kayak nari aja --“). Saat sedang asyik mengamati tiba-tiba dia diterjang dari belakang.
        “Spica nee-san! Awas!!” teriak sang penerjang.
        “He?” Spica cengo ketika melihat ke asal suara dan, “Uwaaaakh…!” Gabruk! Bruk! Jduk! “Adaawww…!” (benar-benar gak elegan -,-)
        Spica jatuh bersama Hydra yang menerjangnya. “Apaan sih?!” kata Spica sambil nyengir kesakitan gara-gara ditubruk dan terantuk kepala Hydra. Hydra sendiri masih pusing dan di kepalanya ada Kon yang berlari berputar-putar. Dan tiba-tiba saja Helios yang sudah berada dihadapan mereka berdua ambruk. Spica dan Hydra kaget.
        “Eh?!!!” kata Spica terkejut.
        “Cih! Sial!!” kata Hydra dengan wajah aneh.
        Tiba-tiba dari seberang terdengar suara, “Spica! Hydra! Helios!”
        Orang yang memanggil mereka itu setengah berlari dan ketika hampir sampai, tiba-tiba langkahnya terhenti. Si pemanggil menampakkan raut wajah campuran antara terkejut, khawatir, kesal, marah, takut, dll, dsb.
        “Eh? Kenapa tuh anak?” tanya Spica yang sudah berhasil lepas dari tersangkut selokan kepada Hydra yang wajahnya tiba-tiba pucat. Dia menggumamkan kata, “V-Venus-san dalam bahaya stadium 4.”
        “Ha??” Spica sweat drop. Saat dia heran, dia sempat melihat wajah Hydra berubah jadi waspada dan panik sebelum Hydra tiba-tiba hilang dari pandangannya dan menuju ke arah Venus yang seperti tampak tak berdaya. Dan selang beberapa saat ketika dia sedang berpikir bahwa Hydra punya kegesitan yang mengagumkan, tiba-tiba Hydra ambruk setelah wajah terkejut Venus muncul.
       
        Beberapa menit kemudian setelah Hydra dan Helios ambruk, langit berubah jadi cerah lagi. Namun beberapa orang yang tadinya tenang-tenang saja mulai menjerit terkejut ketika orang disebelahnya pingsan mendadak.
        Spica yang terkejut ketika melihat sekeliling juga langsung mencoba membangunkan Helios yang tidak jauh dari hadapannya. Lalu begitu tahu bahwa Helios pingsan dan beberapa orang juga mengalami hal serupa, dia langsung memanggil ambulan dari beberapa rumah sakit (soalnya yang pingsan banyak sekali). Akhirnya dia dengan jantung berdegup kencangn karena kejadian itu membantu tim medis menolong beberapa orang yang ntah kenapa juga terluka termasuk Venus.

*Flashback End*