Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers
*Flashback
in Venus’s memory @ JEC*
Saat sedang asyik liat kabaret Inuyasha
yang rada-rada maho, tiba-tiba langit berubah jadi gelap dan udara menjadi
dingin.
“Kenapa nih langit?! Mau hujan ya?
Waaah… Parah! Ngejak geseh kie? Ck! Padahal lagi asyik! -.-“ sambil menegadah
dan mencak-mencak. Saat sedang kesal dengan cuaca yang berubah mendadak,
tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang besar akan terjadi. Tubuhnya tiba-tiba
merinding, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
“Ada apa ini?” batinnya dalam hati yang
masih mencoba menenangkan diri.
Tiba-tiba saja Helios yang ada
disampingnya menepuk bahunya.
Pluk! “Ada apa Venus nii-san?” tanya
Helios dengan wajah khawatir.
“Eh?!” terkejut, “Ah, tidak. Hanya
saja…” sambil mengernyitkan alisnya dia menunjuk ke langit yang sekarang sudah
ada lubang hitamnya.
“Memangnya disana ada apa?” tanya Hydra
yang dari tadi diam saja ikut memandang langit dengan wajah cemas.
“Disana kok ada black hole?” tanya Venus
heran.
“Ha?!” kata Hydra dan Helios bareng
karena heran dengan pemikiran nii-san nya itu.
“Nii-san… Mana ada black hole di langit
bumi yang tiba-tiba muncul seperti itu.” kata Helios.
“Mungkin aja! Kalau Yang Maha Kuasa
mengizinkan, pasti bisa terjadi!” bantah Venus.
“Yaaah… Kalah kau Helios. Jyahahaha XD”
ledek Hydra pada Helios.
“Apa sih?! Kalau sudah menyangkut Tuhan
aku emang gak bisa apa-apa... Huh! Sial! Nii-san langsung menyerang
kelemahanku! Cih!” kata Helios kesal.
“wkwkwkwk” tawa Venus dan Hydra.
BRAK!! Tiba-tiba terdengar suara jatuh
yang keras.
“I-itu…!” kata Venus yang menunjuk ke
arah lubang hitam yang sekarang dari dalamnya muncul sosok putih besar berbalut
kain putih. “Ma-makhluk apa itu?!”
Hydra dan Helios yang terkejut langsung berwajah
serius.
“Nii-san! Apapun yang terjadi, jangan
beranjak dari tempat ini!” kata Helios tiba-tiba.
“Ha?” kata Venus melihat ke arah saudara
kembarnya yang menampakkan wajah serius, “Ah! Baiklah! Tapi, kalau kalian dalam
bahaya aku boleh tolong kan?” katanya sambil tersenyum.
“Hmm… Kami pasti akan baik-baik saja
Nii-san…^^” kata Hydra yang kata-katanya selalu membuat orang tenang.
Tak beberapa lama setelah mengamati
makhluk-makhluka aneh itu muncul di bumi, Venus melihat ada sosok makhluk yang
berjalan menuju ke arah Spica yang jelas-jelas tampak sedang asyik mengamati
langit.
“Spica!!” kata Venus dalam hati yang
sudah hampir berlari lalu berhenti ketika terkejut melihat Hydra sudah lari
lebih dulu menerjang Spica dan Helios yang menyusul Hydra dari belakang.
Hydra yang menubruk Spica membuatnya
terhindar dari serangan makhluk berbalut kain putih itu. Helios yang lari
belakangan ambruk di depan Spica dan Hydra. Tapi di depan mereka ada seseorang
yang hampir mirip dengan Helios berdiri dihadapan makhluk itu sambil
menggenggam pedang di tangannya dan kemudian menyerang makhluk aneh itu.
“A-apa?!” kata Venus terkejut.
DEG! Tiba-tiba jantung Venus berdegup
lebih kencang dari biasanya. Deg deg deg! Deg deg deg! “Pe-perasaan ini?
Ja-jangan-jangan…” Lalu dia pun berlari dan memanggil, “Spica! Hydra! Helios!”
Hampir saja sampai ke tempat dimana
Spica terjatuh dengan Hydra, makhluk aneh tadi muncul dihadapannya. Makhluk itu
langsung menyabetkan tangannya dan…
Zraaash!! Tiba-tiba tangan makhluk itu
putus! Tangannya putus saudara-saudara! :O
“What the?!” teriaknya. Tiba-tiba dia
melihat tubuh Hydra tergeletak di hadapannya padahal tadi dia baru saja melihat
Hydra berdiri di depannya dengan memegang pedang yang mirip dengan Helios dan
menyerang mekhluk aneh itu. Dan saat itu juga dia melihat beberapa orang
pingsan karena beberapa makhluk tadi mendekati orang-orang yang pingsan. Ada
juga yang terluka setelah didekati makhluk aneh tadi.
Setelah beberapa saat si kembar ambruk,
langit tiba-tiba berubah menjadi cerah. Cuaca kembali seperti semula.
Makhluk-makhluk aneh yang tadi muncul juga sudah pergi. Sesosok yang mirip
Hydra dan Helios yang memakai furisode dan hakama hitam pun juga menghilang
bersamaan dengan makhluk-makhluk aneh tadi.
“Ah! Sudah selesai ya?” batin Venus yang
lalu melihat sekeliling. “Loh?! Kenapa mereka semua pada… dan… Kemana Hydra dan
Helios yang memakai furisode dan hakama serba hitam tadi? Btw, mereka jadi
kayak yang kabaret bleach ya? ==? Ah! Jangan-jangan… Uwaaah… tapi itu kan
mustahil…!!” kata Venus yang sedang perang batin. Kemudian dia melihat ke arah
tubuh Hydra.
“Uwaaah… Hydra?!” katanya sambil mencoba
membangunkan Hydra. Karena tidak berhasil, dia lalu melihat ke arah Helios yang
ternyata keadaannya sama saja. Saat itu dia sedang melihat Spica menelepon. Dia
pun juga ikut menelepon beberapa rumah sakit. Kemudian setelah para pihak rumah
sakit datang, dia membantu mengangkut mereka yang pingsan.
*Flashback End*
>>Ruang
Rawat
Dokter yang sudah selesai memeriksa
kondisi si kembar membuyarkan lamunan Spica dan Venus. Kemudian mengajak Venus
untuk berbicara. Spica pun berjalan ke tempat si kembar tertidur. Dia sedang
mencoba menganalisis sesuatu.
Tidak lama kemudian Venus selesai
berbicara dengan dokter.
“Bagaimana?” tanya Spica pada Venus.
“Hhhhh…” kata Venus sambil mendengus.
“Hey, you! Ditanyain jangan malah
mendengus! Dasar, Mundungus Flitcher!!” kata Spica kesal.
“Wiiih… Enak ae! Aku ki juga Edward
Cullen. Aku kan setampan dia.” Kata Venus sambil narsis dengan mebuat tangannya
jadi kayak pistol dan mendekatkannya ke dagunya.
“Huweeeeeek…” kata Spica sambil
pura-pura muntah.
“Khe khe khe… Piss onee-chan… :Piss…”
kata Venus sambil terkekeh-kekeh.
“Hih…! Lalu, apa kata dokter?”
“Mereka baik-baik saja kok. Tidak
apa-apa. Kata dokter umumnya mereka akan sadar sekitar dua atau tiga hari lagi.
Toh mereka hanya kehabisan energi. Gak ngerti maksudnya aku.” kata Venus
berwajah serius karena tidak mengerti sama sekali maksud dari kehabisan energi
itu. “Memangnya apa yang mereka lakukan sampai kehabisan energi?” batin Venus.
“Ooowh..” tanggap Spica.
“Eh, Onee-chan…”
“Hn?” kata Spica yang sedang asyik
membereskan sesuatu.
“Apa Onee-chan merasa bersalah dengan
keadaan si kembar yang seperti sekarang ini?”
“Apa maksudmu?” seperti tidak
mempedulikan dan terus merapikan.
“Ah! Tidak! Tidak apa-apa kok, he… :P”
kata Venus seraya menghadap ke langit-langit karena merasa diabaikan.
Lalu mereka pun terdiam. Spica sibuk
merapikan sesuatu dan Venus masih menatap langit-langit.
#Byakuya
Di sebuah kota dia menemukan sebuah
tempat dengan reiatsu yang cukup besar. Kemudian dia selidiki.
#Ruang
Rawat
“Hhhh…” kata Spica dan Venus bersamaan
setelah sama-sama terdiam cukup lama.
“Apaan sih Onii-chan ini?! Melu-melu!”
kata Spica yang selesai merapikan tempat itu.
“Wiih… Onee-chan kan yang ikut-ikutan?!”
“Enak aja!”
Kemudian terjadi adu mulut antara Spica
dan Venus. Tanpa sadar, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka sejak mereka
sampai ke ruang rawat.
#Byakuya
Setelah selesai menyelidiki dia pun
pulang.
#Jogja
Town House
Sore hari barulah Ichigo dan Renji
bangun.
“Hmm?? Sepertinya aku tidur cukup lama.”
kata Ichigo yang baru saja terbangun.
“Cukup lama apanya? Kau tidur sangat
lama!” kata Hitsugaya yang ternyata sedang beres-beres kamar Ichigo.
“Eh?! Apa?! Memangnya sekarang jam
berapa?”
“Sudah jam 5 pm.”
“What?!! Pantesan aku lapar.”
Gubrak! Hitsugaya sweat drop. “Ka-kau
iniii…”
#Tempat
parkir, RS Sardjito
Spica dan Venus yang belum selesai
berdebat memutuskan untuk pulang setelah tugas jaga mereka digantikan oleh
ayahnya si kembar sekaligus ayahnya Venus dan pamannya Spica, Draco. Di
sepanjang jalan menuju tempat parkir pun mereka masih saja berdebat sampai-sampai
dimarah oleh suster.
“Hhhh… Gara-gara Onee-chan nih jadi
dimarahin.”
“Loh?! Kok gara-gara gue?!!!!” saking
kesalnya logat lo-guenya Spica muncul.
“Iyalaaaaah…” kata Venus tidak kalah
sengit, “Kan-“ BUK!! “Argh…!!” erang Venus yang sukses dibogem Spica.
“Shit!! Untung dia cewek, kalo enggak…”
batin Venus yang langsung merinding begitu Spica ada dihadapannya.
“Kalo enggak apa?! Ha??!!!!!!!!”
“Ikh! Ah, tidak!” kata Venus yang makin
ngeri ketika dia berpikir bagaimana Spica tau apa yang dia batin. Lagipula
lebih mengerikan lagi kalau Spica sampai menyebarkan rahasianya.
Setelah itu, mereka pun pulang.
#Jogja
Town House
>>Rukia
& Hanataro
Mereka sudah sampai di penginapan. Lalu
membantu para mod soul mereka menyiapkan makanan bersama Hitsugaya. Sementara
itu Ichigo membangunkan Renji.
>>Kamar
Renji
“Woy! Renji! Banguuun!!! Sudah sore
nih?! Kau mau makan tidak?!!” teriak Ichigo membangunkan Renji.
>>Dapur
“Dasar Ichigo payah! Berisik
tauuuuu…!!!” teriak Rukia dari dapur.
>>Kamar
Renji
“Iya! Berisik tau….!!” kata Renji yang
terbangun karena teriakan Rukia dan langsung melempar bantal ke arah Ichigo.
Bantal pun sukses mengenai Ichigo. Lalu
terjadi perang hebat di kamar itu. Mereka berdua saling lempar barang yang ada
disitu.
>>Pintu
depan
Byakuya yang baru saja pulang dan
mendengar pertempuran itu langsung berwajah seram. Dia pun pergi ke kamar
Renji.
>>Kamar
Renji
Byakuya langsung mengeluarkan aura
hitam.
“Bya-Byakuya…” kata Ichigo ngeri.
“Ta-taichou…” kata Renji langsung
merinding membayangkan apa yang bakal terjadi.
“Bereskan.” kata Byakuya singkat.
“Ba-baik…” kata Ichigo dan Renji
bersamaan. Kemudian mereka pun membereskannya.
>>Lantai
bawah
“Dasar duo baka!” kata Hitsugaya yang
sedang bersama para kucing, sweat drop.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar