Jumat, 30 Desember 2011

AWAL MULA Part 3


Bleach, Hana Kimi J&K-Lovers

*Flashback in Venus’s memory @ JEC*
        Saat sedang asyik liat kabaret Inuyasha yang rada-rada maho, tiba-tiba langit berubah jadi gelap dan udara menjadi dingin.

        “Kenapa nih langit?! Mau hujan ya? Waaah… Parah! Ngejak geseh kie? Ck! Padahal lagi asyik! -.-“ sambil menegadah dan mencak-mencak. Saat sedang kesal dengan cuaca yang berubah mendadak, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang besar akan terjadi. Tubuhnya tiba-tiba merinding, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
        “Ada apa ini?” batinnya dalam hati yang masih mencoba menenangkan diri.
        Tiba-tiba saja Helios yang ada disampingnya menepuk bahunya.
        Pluk! “Ada apa Venus nii-san?” tanya Helios dengan wajah khawatir.
        “Eh?!” terkejut, “Ah, tidak. Hanya saja…” sambil mengernyitkan alisnya dia menunjuk ke langit yang sekarang sudah ada lubang hitamnya.
        “Memangnya disana ada apa?” tanya Hydra yang dari tadi diam saja ikut memandang langit dengan wajah cemas.
        “Disana kok ada black hole?” tanya Venus heran.
        “Ha?!” kata Hydra dan Helios bareng karena heran dengan pemikiran nii-san nya itu.
        “Nii-san… Mana ada black hole di langit bumi yang tiba-tiba muncul seperti itu.” kata Helios.
        “Mungkin aja! Kalau Yang Maha Kuasa mengizinkan, pasti bisa terjadi!” bantah Venus.
        “Yaaah… Kalah kau Helios. Jyahahaha XD” ledek Hydra pada Helios.
        “Apa sih?! Kalau sudah menyangkut Tuhan aku emang gak bisa apa-apa... Huh! Sial! Nii-san langsung menyerang kelemahanku! Cih!” kata Helios kesal.
        “wkwkwkwk” tawa Venus dan Hydra.
        BRAK!! Tiba-tiba terdengar suara jatuh yang keras.
        “I-itu…!” kata Venus yang menunjuk ke arah lubang hitam yang sekarang dari dalamnya muncul sosok putih besar berbalut kain putih. “Ma-makhluk apa itu?!”
        Hydra dan Helios yang terkejut langsung berwajah serius.
        “Nii-san! Apapun yang terjadi, jangan beranjak dari tempat ini!” kata Helios tiba-tiba.
        “Ha?” kata Venus melihat ke arah saudara kembarnya yang menampakkan wajah serius, “Ah! Baiklah! Tapi, kalau kalian dalam bahaya aku boleh tolong kan?” katanya sambil tersenyum.
        “Hmm… Kami pasti akan baik-baik saja Nii-san…^^” kata Hydra yang kata-katanya selalu membuat orang tenang.
        Tak beberapa lama setelah mengamati makhluk-makhluka aneh itu muncul di bumi, Venus melihat ada sosok makhluk yang berjalan menuju ke arah Spica yang jelas-jelas tampak sedang asyik mengamati langit.
        “Spica!!” kata Venus dalam hati yang sudah hampir berlari lalu berhenti ketika terkejut melihat Hydra sudah lari lebih dulu menerjang Spica dan Helios yang menyusul Hydra dari belakang.
        Hydra yang menubruk Spica membuatnya terhindar dari serangan makhluk berbalut kain putih itu. Helios yang lari belakangan ambruk di depan Spica dan Hydra. Tapi di depan mereka ada seseorang yang hampir mirip dengan Helios berdiri dihadapan makhluk itu sambil menggenggam pedang di tangannya dan kemudian menyerang makhluk aneh itu.
        “A-apa?!” kata Venus terkejut.
        DEG! Tiba-tiba jantung Venus berdegup lebih kencang dari biasanya. Deg deg deg! Deg deg deg! “Pe-perasaan ini? Ja-jangan-jangan…” Lalu dia pun berlari dan memanggil, “Spica! Hydra! Helios!”
        Hampir saja sampai ke tempat dimana Spica terjatuh dengan Hydra, makhluk aneh tadi muncul dihadapannya. Makhluk itu langsung menyabetkan tangannya dan…
        Zraaash!! Tiba-tiba tangan makhluk itu putus! Tangannya putus saudara-saudara! :O
        “What the?!” teriaknya. Tiba-tiba dia melihat tubuh Hydra tergeletak di hadapannya padahal tadi dia baru saja melihat Hydra berdiri di depannya dengan memegang pedang yang mirip dengan Helios dan menyerang mekhluk aneh itu. Dan saat itu juga dia melihat beberapa orang pingsan karena beberapa makhluk tadi mendekati orang-orang yang pingsan. Ada juga yang terluka setelah didekati makhluk aneh tadi.
        Setelah beberapa saat si kembar ambruk, langit tiba-tiba berubah menjadi cerah. Cuaca kembali seperti semula. Makhluk-makhluk aneh yang tadi muncul juga sudah pergi. Sesosok yang mirip Hydra dan Helios yang memakai furisode dan hakama hitam pun juga menghilang bersamaan dengan makhluk-makhluk aneh tadi.
        “Ah! Sudah selesai ya?” batin Venus yang lalu melihat sekeliling. “Loh?! Kenapa mereka semua pada… dan… Kemana Hydra dan Helios yang memakai furisode dan hakama serba hitam tadi? Btw, mereka jadi kayak yang kabaret bleach ya? ==? Ah! Jangan-jangan… Uwaaah… tapi itu kan mustahil…!!” kata Venus yang sedang perang batin. Kemudian dia melihat ke arah tubuh Hydra.
        “Uwaaah… Hydra?!” katanya sambil mencoba membangunkan Hydra. Karena tidak berhasil, dia lalu melihat ke arah Helios yang ternyata keadaannya sama saja. Saat itu dia sedang melihat Spica menelepon. Dia pun juga ikut menelepon beberapa rumah sakit. Kemudian setelah para pihak rumah sakit datang, dia membantu mengangkut mereka yang pingsan.

*Flashback End*


>>Ruang Rawat
        Dokter yang sudah selesai memeriksa kondisi si kembar membuyarkan lamunan Spica dan Venus. Kemudian mengajak Venus untuk berbicara. Spica pun berjalan ke tempat si kembar tertidur. Dia sedang mencoba menganalisis sesuatu.
        Tidak lama kemudian Venus selesai berbicara dengan dokter.
        “Bagaimana?” tanya Spica pada Venus.
        “Hhhhh…” kata Venus sambil mendengus.
        “Hey, you! Ditanyain jangan malah mendengus! Dasar, Mundungus Flitcher!!” kata Spica kesal.
        “Wiiih… Enak ae! Aku ki juga Edward Cullen. Aku kan setampan dia.” Kata Venus sambil narsis dengan mebuat tangannya jadi kayak pistol dan mendekatkannya ke dagunya.
        “Huweeeeeek…” kata Spica sambil pura-pura muntah.
        “Khe khe khe… Piss onee-chan… :Piss…” kata Venus sambil terkekeh-kekeh.
        “Hih…! Lalu, apa kata dokter?”
        “Mereka baik-baik saja kok. Tidak apa-apa. Kata dokter umumnya mereka akan sadar sekitar dua atau tiga hari lagi. Toh mereka hanya kehabisan energi. Gak ngerti maksudnya aku.” kata Venus berwajah serius karena tidak mengerti sama sekali maksud dari kehabisan energi itu. “Memangnya apa yang mereka lakukan sampai kehabisan energi?” batin Venus.
        “Ooowh..” tanggap Spica.
        “Eh, Onee-chan…”
        “Hn?” kata Spica yang sedang asyik membereskan sesuatu.
        “Apa Onee-chan merasa bersalah dengan keadaan si kembar yang seperti sekarang ini?”
        “Apa maksudmu?” seperti tidak mempedulikan dan terus merapikan.
        “Ah! Tidak! Tidak apa-apa kok, he… :P” kata Venus seraya menghadap ke langit-langit karena merasa diabaikan.
        Lalu mereka pun terdiam. Spica sibuk merapikan sesuatu dan Venus masih menatap langit-langit.

#Byakuya
        Di sebuah kota dia menemukan sebuah tempat dengan reiatsu yang cukup besar. Kemudian dia selidiki.

#Ruang Rawat
        “Hhhh…” kata Spica dan Venus bersamaan setelah sama-sama terdiam cukup lama.
        “Apaan sih Onii-chan ini?! Melu-melu!” kata Spica yang selesai merapikan tempat itu.
        “Wiih… Onee-chan kan yang ikut-ikutan?!”
        “Enak aja!”
        Kemudian terjadi adu mulut antara Spica dan Venus. Tanpa sadar, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka sejak mereka sampai ke ruang rawat.

#Byakuya
        Setelah selesai menyelidiki dia pun pulang.

#Jogja Town House
        Sore hari barulah Ichigo dan Renji bangun.
        “Hmm?? Sepertinya aku tidur cukup lama.” kata Ichigo yang baru saja terbangun.
        “Cukup lama apanya? Kau tidur sangat lama!” kata Hitsugaya yang ternyata sedang beres-beres kamar Ichigo.
        “Eh?! Apa?! Memangnya sekarang jam berapa?”
        “Sudah jam 5 pm.”
        “What?!! Pantesan aku lapar.”
        Gubrak! Hitsugaya sweat drop. “Ka-kau iniii…”

#Tempat parkir, RS Sardjito
        Spica dan Venus yang belum selesai berdebat memutuskan untuk pulang setelah tugas jaga mereka digantikan oleh ayahnya si kembar sekaligus ayahnya Venus dan pamannya Spica, Draco. Di sepanjang jalan menuju tempat parkir pun mereka masih saja berdebat sampai-sampai dimarah oleh suster.
        “Hhhh… Gara-gara Onee-chan nih jadi dimarahin.”
        “Loh?! Kok gara-gara gue?!!!!” saking kesalnya logat lo-guenya Spica muncul.
        “Iyalaaaaah…” kata Venus tidak kalah sengit, “Kan-“ BUK!! “Argh…!!” erang Venus yang sukses dibogem Spica.
        “Shit!! Untung dia cewek, kalo enggak…” batin Venus yang langsung merinding begitu Spica ada dihadapannya.
        “Kalo enggak apa?! Ha??!!!!!!!!”
        “Ikh! Ah, tidak!” kata Venus yang makin ngeri ketika dia berpikir bagaimana Spica tau apa yang dia batin. Lagipula lebih mengerikan lagi kalau Spica sampai menyebarkan rahasianya.
        Setelah itu, mereka pun pulang.

#Jogja Town House

>>Rukia & Hanataro
        Mereka sudah sampai di penginapan. Lalu membantu para mod soul mereka menyiapkan makanan bersama Hitsugaya. Sementara itu Ichigo membangunkan Renji.

>>Kamar Renji
        “Woy! Renji! Banguuun!!! Sudah sore nih?! Kau mau makan tidak?!!” teriak Ichigo membangunkan Renji.

>>Dapur
        “Dasar Ichigo payah! Berisik tauuuuu…!!!” teriak Rukia dari dapur.

>>Kamar Renji
        “Iya! Berisik tau….!!” kata Renji yang terbangun karena teriakan Rukia dan langsung melempar bantal ke arah Ichigo.
        Bantal pun sukses mengenai Ichigo. Lalu terjadi perang hebat di kamar itu. Mereka berdua saling lempar barang yang ada disitu.

>>Pintu depan
        Byakuya yang baru saja pulang dan mendengar pertempuran itu langsung berwajah seram. Dia pun pergi ke kamar Renji.

>>Kamar Renji
        Byakuya langsung mengeluarkan aura hitam.
        “Bya-Byakuya…” kata Ichigo ngeri.
        “Ta-taichou…” kata Renji langsung merinding membayangkan apa yang bakal terjadi.
        “Bereskan.” kata Byakuya singkat.
        “Ba-baik…” kata Ichigo dan Renji bersamaan. Kemudian mereka pun membereskannya.

>>Lantai bawah
        “Dasar duo baka!” kata Hitsugaya yang sedang bersama para kucing, sweat drop.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar