Sha la la la…
Sha la la la…
やばり もりに さそわれ
こよい も show time
あやかし night........
Begitulah alarm pagi berbunyi dan membangunkan
R-chan yang sedari tadi tidur.
“Hoaaahmmm….”
“Oh,
sudah bangun ya?” kata kak Nichal.
“Hmm…???” dengan tampang super cengonya.
“Kenapa?”
“Eh,
gak papa… ^^ Gak sok-sokan kok, Kak… wkwkwk :P” jawab R-chan sambil tertawa
geli.
“Ha?
Sok-sokan kamu…!” kata Kak Zaki dengan wajah seriusnya.
“Bweh!
:P” cengir R-chan sebentar, kemudian pergi ke kamar mandi. Takut kena orasi
dari ketua rayon.
Setelah
selesai mandi, R-chan kemudian mengikuti para seniornya ke ruang makan untuk
breakfast. Disitu R-chan tetap pendiam seperti biasa. Lebih suka mendengarkan
para seniornya berbicara. Kemudian tiba-tiba saja muncul Nanaki.
“Hay,
R! Gimana kabarnya?” sapa Nanaki dengan suara lantang. Sementara itu R-chan
hanya bengong.
“Apa
sih kau ini Nanaki. Dia tidak kenal orang gak penting macam dirimu.” Sahut Ao.
“A-apa
katamu?!! Grrr…!!” muncul guratan nadi di kepalanya.
“Kenapa
sih kalian berdua ini? Kalau ada orang makan jangan ribut donk?!!” tiba-tiba
saja salah seorang senior R-chan, Awan-senpai, menyahut. Sementara itu R-chan
sendiri malah smsan.
“Kau
juga!” kata Awan-senpai sambil menunjuk R-chan. “Jangan smsan ketika makan!”
“Apa
sih?” jawab R-chan cemberut.
“Loh?
Masih tanya ‘apa’ lagi? Sudah jelas kan?!! Kau ini anggota PMII kan?!!
Seharusnya kau tahu…” belum selesai bicara, R-chan menyahut, “Urusai! Aku bukan
anggota PMII…!! >,<”
“Sudah…
Sudah… Kalian semua ini kalau berkumpul bisa jadi pasar ya?” tiba-tiba saja
APP, Kaori, Mai, dan Shima muncul. “Ah, mungkin pasar. Tapi tempat obralan!!
^^”
“Apa
sih? Mana ada pasar seperti ini? Lagi pula memangnya kau pernah liat pasar?!”
hardik Nanaki.
“Haaahhh…”
kata Ao yang tahu bakal terjadi pertempuran lebih panjang.
“Iya
tuh! Memangnya orang kaya macam APP pernah masuk ke pasar? Lagipula itu istilah
yang kubawa dulu kan?” kata R-chan dengan tersenyum. DEG! Jantung Shima
berdegup kencang.
“Ooooh…
Jadi dulu kau benar-benar pernah disini ya, dek?” tanya Nisa-senpai.
“Iya,
mbak. ^^ Kasusnya pun sama seperti ketika aku mau ikut PKD. Tau kan?
Wkwkwkwkwk” #bangga
“Woooh…
Bangga toh? :O” heran Kak Al.
“Bangga
doonk… Pelopooor… Iya kan?” sahut Kan Lilia.
“Betul
banget mbak! ^o^b nyahahahaha xD”
“Eh?
Benar-benar melarikan diri ya?” tanya Shima yang sedari tadi diam. Semuanya menoleh
kearahnya.
“Of,
course! ^^b” jawab R-chan masih dengan bangganya.
“Oh,ya… Long time no see, Shima-san! ^^
nyaaaa~ x3” kata R-chan dengan santainya.
“Yeah!” Shima memejamkan matanya sesaat
kemudian tersenyum kagum, “Very very long time no see…”
“Cieeeee….” tiba-tiba Kaori berkomentar
seperti itu. Kontan aja semua cewek yang ada disitu kaget dan terheran-heran.
“Hahaha” sweat drop. “Betul juga ya…”
dengan wajah merendahkan khasnya APP.
“Sudah lama tak ketemu R-chan. Kau tambah
besar ya?! :P” sahut Mai.
“Asem i… :O” jawab R-chan.
“OK! OK! Sudah selesai kan perkenalannya?”
tanya Pak Gunji yang entah darimana munculnya.
“Waaah… Bapaknya keren ya?” sahut Kak Zikri.
“Bapak-bapak?! Bapakmu po?” sahut Kak Ahmad
dengan meledek.
“Asem!” jawab Kak Zikri sambil menggaet
kepala Kak Ahmaad yang ada di dekatnya.
“Hahahahaha….” Semuanya pun malah tertawa.
Sedangkan R-chan dan Kaori hanya tersenyum. Dan seperti biasa, Ao hanya
menguap. *yawn!
Akhirnya makan pagi itu diakhiri dengan
sedikit kericuhan. Kemudian mereka semua pun harus berkumpul lagi untuk
mendengarkan tausiyah. Setelah selesai, Shima dan Kaori mengajak R-chan ke
suatu tempat. Untuk interogasi mungkin. Tapi karena R-chan tidak mau pergi
sendiri akhirnya dia ditemani oleh Kak Arif dan Kak Lilia yang akhirnya malah
asyik pacaran. Ampun deh! _ _”
#taman tengah
kota…
“Ok! Aku gak habis pikir… Seniormu itu
memang ada-ada saja ya?” kata Kaori mengomentari Kak Arif dan Kak Lilia yang
asyik berduaan ngobrol.
“ ^^’ maklum deh…”
“Yakin?”
“Iyo… :O Oh, ya… Shima-san mau bicara
tentang apa?”
“Eh? Ah tidak… Sebenarnya…”
Kemudian mereka (Shima, R-chan dan Kaori)
mendiskusikan sesuatu.
“Oooowh… jadi begitu toh?! Aku juga kaget
waktu tiba-tiba kau bilang begitu! Hahahaha…” kata Kaori.
“Ya ampuuuuun…. Kau tambah bandel ya? Sapa
yang mengajari itu?” kata Shima.
“Hnnn?? Sapa ya? Sik, tak mikir!” pura-pura
mikir.
“Halah! Pura-pura! :P” bantah Shima.
“Bweh! Biarin! xP Oh, ya! Yang najarin gitu
kan Yoshitsune-san kan?!! Waaah… pura-pura lupa!! :O” kata R-chan sambil
nunjuk-nunjuk ke Shima.
“What?!” kata Shima yang tidak terima dikatai
seperti itu, dia kan anak baik, rajin menabung dan tidak sombong. Wkwkwk.
“Oh,ya… Siapa yang mengajarimu mengatakan
kata “bweh” itu?” tanya Kaori.
“Oh, temanku tuh! Namanya Mad. :O”
“Eh?? Mad?” tanya Shima dan Kaori
bebarengan sambil melihat satu sama lain.
“Iyo…! Dia tuh….” Kemudian R-chan
menceritakan mengenai temannya yang bernama Mad itu. Dia bercerita seolah-olah
seorang adik perempuan yang curhat pada kakak laki-lakinya mengenai laki-laki.
Sudah lama tidak seperti itu. Biasanya dia hanya menyimpan semuanya sendiri
saja.
(Shima’s POV)
“Ternyata dia tidak berubah. ^^ Masih saja
kekanak-kanakan.” Batin Shima setelah mendengar cerita R-chan mengenai Mad.
Sepertinya hubungan mereka cukup dekat ya?
Tapi hanya sampai saat itu. Ya ampuuun. Orang tuanya ketat juga ya? Hahahaha…
(Shima’s POV
end)
(Kaori’s POV)
Walaaah… Tetep gak beda. Masih menganggap
teman ya? Bagus deh kalau begitu. Soalnya jadi gak canggung. ^^
Oh, ya… Apa dia masih suka Shima ya? Apa
kutanyakan saja? Hmmm… Nanti aja deh! ^^” Sepertinya diantara mereka berdua
belum ada sinyal apa pun. ^^”
(Kaori’s POV
end)
*plak! Bruak!!
(digeplak Kyou karena telah menghancurkan image dirinya dan tuannya)
*prok… prok…
prok… (diberikan aplause Ryou Saenagi karena bisa merusak image Kaori dan Shima,
ayyeey…!! xD)
###
#malam hari di
penginapan
Para senpai dan anggota PMII korp Matrix
berkumpul. (Loh?!! Kapan mereka sampai di tempat seminar?!!) Dan tentu saja
R-chan juga disana.
Sang ketua rayon, Kak Nichal membuka
pertemuan. Lalu dilanjutkan oleh sambutan dari ketua korp matrix, Amir.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan beberapa anggota yang hadir.
Mereka mendiskusikan mengenai tempat makrab yang akan diadakan 3 bulan kedepan.
Dan tentu saja mereka harus survey tempat.
Karena R-chan bukan anggota tetap, dia
akhirnya malah pergi dari rapat dan mencari makan. Malam-malam jalan sendiri
keluar penginapan. Tapi, bukannya mencari makanan dia malah duduk-duduk di
taman sambil memandangi langit.
Langit begitu cerah malam itu. Bulan begitu
bersinar denga terangnya. Dan ada mega kuning di ufuk barat. R-chan mengamati
langit begitu asyiknya sampai tidak tahu ada seseorang mendekatinya. Seseorang
yang tangannya siap mencengkramnya kapan saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar