Kamis, 17 November 2011

My Love Story Part 2


Shima and Kaori
(Kaori’s POV)
     Huuuff… Capek juga hari ini. Tapi tetap menyenangkan. Hmmm… (pikir Kaori sambil tersenyum mengingat Shima yang tertidur tadi ketika sedang istirahat) Yah! Hari ini memang hari yang panjang. ^^
     Oh, ya… Tak kusangka gadis itu memang benar-benar Ryukyu. Ternyata dia mengubah namanya menjadi R-chan ya? Fufufu… Tetap tidak berubah ya…? ^^
     “Hmm…? Kenapa kau senyum-senyum sendiri Kaori?” tanya Kamijou, sang asisten manajer.
     “Ah! Tidak apa-apa!^^’ haha ” jawab Kaori salting.
     “??? Ya sudah. Sebentar lagi pemotretan akan segera dimulai. Kau bisa bersiap-siap sekarang.”
     “OK! ^^” jawab Kaori.
     Huuuf… Mengagetkan saja. Kamijou memang hebat. Analisisnya bagus. Huuf… Sebaiknya aku siap-siap. (menuju ruang ganti)
(Kaori’s POV end)
#sampai ruang ganti
     Ada sepucuk surat di atas ranjang. Surat itu ditujukan padanya. Setelah membacanya dia terkejut dan menjatuhkan surat itu.
     “Mu-mustahil! I-ini berbahaya! Aku harus segera menghubungi Shima!” lalu dia pun mengambil Hpnya dan menghubungi Shima.
     Rrrr…. Rrrrr…. Rrrrr…. Cekrek!
     “Halo?” kata suara diseberang. “Ada apa Kaori?”
     “Shi-Shima! Ini gawat!”
     “Gawat kenapa?” tanya Shima heran mendengar suara Kaori yang biasanya tenang itu jadi khawatir.
     “Apa kau masih ingat soal cewek yang tadi sekelompok dengan kita ketika diskusi?”
     “Cewek? Banyak kan? Ada Mai dan R-chan. Emang kenapa dengan mereka berdua? Atau lebih tepatnya kau ingin menanyakan tentang R-chan?”
     “Eh?” Kaori agak terkejut mendengar Shima langsung tahu sapa yang dia maksud. “Ah, anak itu… Apa kau ingat siapa dia?”
     “He?? Tidak. Apa kita pernah bertemu dengannya?”
     “Ya-ya ampun Shima!” kata Kaori dengan terkejut.
     “Loh?!! Memang ada apa?” Shima ikutan terkejut.
     “Anak itu dalam bahaya! :O”
     “Apa????”
     Tiba-tiba dari arah luar terdengar suara ketukan di pintu.
     “Kyou! Pemotretan sudah akan dimulai! Segeralah keluar ruangan!” kata Yukinobu, manager Kaori.
     “Ah! Ba-baiklah!” kata Kaori.
     “Hm? Ada apa?” tanya Shima disebarang.
     “Aku ada pemotretan. Bisakah kau cari tahu dimana keberadaan cewek itu? Aku dapat surat kaleng yang mengatakan kalau anak itu dalam bahaya. Dan sekarang sedang ditawan disebuah tempat!”
     “Apa?” kata Shima terkejut.
     “Akan kuceritakan selengkapnya nanti setelah selesai kerja.”
     “OK! Baiklah! Aku akan mengecek keberadaannya!”
     “OK! Sip! Hati-hati ya Shima!”
     “Kau juga!” kata Shima sambil tersenyum.
     “Ya!” kata Kaori tersenyum juga.
     Kemudian Kaori melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Shima mencari R-chan.
###
(Shima’s POV)
     Ada apa dengan Kaori? Kenapa dia begitu respect pada gadis itu? (cemburu nih ceritanya! xD wahahaha *digaplok Shima _ _”<xpresi Kaori>)
     Hmmm? Sepertinya R-chan itukan yang memalingkan wajahnya ketika aku melihatnya diam-diam mengawasiku! Ah! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bingung. (tampang panik plus bingung khas Shima)
(Shima’s POV end)
     Saat melewati daerah kamar R-chan, tiba-tiba kepala Shima sakit.
     “Aduh!” erang Shima.
     “Loh? Shima? Apa yang kau lakukan disini?” tanya APP yang kebetulan ada disana.
     Hening. Shima tidak menjawab pertanyaan APP. Dia masih saja terdiam meringis dan memegangi kepalanya. Seperti kesakitan. (posisinya dia sedang berdiri, jadi ketika kesakitan dia bersandar di tembok dan seperti orang mau pingsan)
     “Shi-Shima! Kau tak apa-apa?” tanya APP sekali lagi dengan wajah khawatir.
     “Hmm…??” kata Shima tersenyum miris seperti menahan sakit. Peluhnya keluar cukup banyak. “Aku baik-baik saja kok! ^^”
     “Kau yakin?” tanya APP yang sepertinya benar-benar tahu keadaan Shima.
     “Iya! Hah.. hah...”
     “Tapi kau… Hey!” belum juga APP sempat menyelesaikan kalimatnya, Shima sudah pingsan. Keringatnya keluar banyak sekali.
     “Ada apa ini?” tanya APP dalam hati. Suhu tubuhnya panas sekali. Padahal tadi dia masih kelihatan sehat-sehat saja?” batin APP.
     “Yah, kalau begini, mungkin aku harus menunda mencari R-chan. Kurasa, yang mencarinya pun sudah cukup banyak.” Kemudian APP mengamanakan Shima.

#sebelum Shima pingsan
(Shima’s POV)
     Loh? Itukan APP? Apa yang dia lakukan disana? Apa dia juga mencari R-chan?
     Deg!! Eh? I-ini… Ini bau api. (dengan wajah super panik) Ukh! Aku tidak kuat!
     Aku memejamkan mataku karena tidak ingin melihat api. Tapi sepertinya disana tidak ada api. Kemudian aku berlari ke arah APP. Dan tepat 5 meter sebelum APP, aku melihat pemandangan sangat mengerikan.
     Di dalam kamar R-chan, ada seorang bocah yang terjebak dalam api. Dia… Seperti diriku! Tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang menghampirinya. Dan ada seorang perempuan yang terkulai lemah di dekatnya. Si lelaki menyuruh si bocah itu pergi duluan. Tapi si bocah itu masih tidak mau pergi. Sampai akhirnya si pria itu mengatakannya, sebuah janji palsu, janji yang takkan pernah ditepati selamanya karena dia memang tidak akan bisa menepatinya, dengan wajah tersenyum, “Keluarlah lebih dulu! Kami pasti akan menyusulmu! Itu pasti! ^_^”.
     Setelah mendengar kalimat itu, si bocah akhirnya keluar bersama harapannya yang terbuang. Dia… Tidak akan pernah bisa bertemu dengan kedua orang tadi. Ya! Orang tadi akhirnya tidak pernah keluar dari bencana itu, selamanya.
     Begitu di luar, si bocah itu hanya bisa memandangi serpihan-serpihan bekas kebakaran. Hanya terpaku dan terpana disana sambil berharap bahwa dua orang tadi keluar. Keluar dari tempat itu. Mataku tak kuat lagi menyaksikan pemandangan itu. Aku terus saja menutup mataku tapi bayangan-bayangan kejadian itu terus terulang-ulang dalam kepalaku.
     Aku tak kuat. Tiba-tiba saja badanku terasa agak panas. Namun, saat sebelum semuanya akan berakhir aku melihat bocah itu mulai berkembang. Dia yang dulunya pendiam, selalu murung, tidak mau berurusan dengan orang lain akhirnya sekarang mau bersosialisasi dengan baik. Bahkan dia sering membantu orang-orang disekitarnya yang butuh bantuan.
     Kemudian suatu ketika, seorang cowok menghampirinya dan meminta bantuan padanya. Kemudian dia menjadi bersahabat dengan cowok itu. Sampai suatu ketika seorang cewek dari datang dalam dunia mereka. Si bocah itu menyukai si cewek. Tapi si cewek tampaknya menyukai sahabatnya.
     Si bocah itu hanya bisa berteman baik dengan si cewek. Namun suatu ketika, si bocah melihat si cewek berjalan berdua bersama sahabatnya. Terlihat begitu serasi. Terlihat begitu sempurna. Dia mulai murung lagi. Sampai-sampai dia tidak mau bertemu dengan sahabatnya lagi. Tapi…
     Di pagi musim semi yang cerah, si cewek berjalan menghampirinya dan mengatakan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya terkejut. Sesuatu yang akhirnya dapat menyadarkannya pada sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa keputusannya selama ini salah.
     Gara-gara dia sahabatnya itu masuk rumah sakit. Sahabatnya itu sebenarnya sangat menyesal karena telah membuat si bocah salah paham tentang si cewek. Dan… Yah! Tebak dewe wae lah… Standar kok ceritane… :P (Yang gak ngerti tanya ya??!!! xD)
     Ya… kemudian setelah semuanya terlihat berjalan baik-baik saja… Tanpa mereka sadari ada suatu hal yang mengancam hubungan mereka semua. Ya! Tiba-tiba saja si cewek harus pulang ke asalnya. Seorang penyihir menjemputnya dan menarik paksa si cewek. Si bocah dan sahabatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa melihat si cewek yang pasrah dibawa. Kemudian si penyihir mengatakan kalimatnya, “Kalian akan ingat semuanya ketika kalian bertemu lagi. Untuk saat ini kalian akan melupakan semuanya. Terutama untuk kau bocah pembangkang (si cewek)! Tidak kusangka kau berani melarikan diri setelah mendapatkan detensi berat karena ulahmu sebelum ini. Berani juga kau. Dan untukmu bocah, lupakan dia (si cewek) dan kembalilah ke dunia mu.”
     Biiiiiipppp…. Srrrrrrtttttt….
     Pertunjukan berakhir. Kepalaku benar-benar pusing. Lalu, kudengar APP memanggilku dan kulihat dia menghampiriku dan mencoba membantuku. Maaf, tapi… aku sudah benar-benar tidak kuat.
(Shima's POV end)
###

Tidak ada komentar:

Posting Komentar