Huuuff…
Capek juga hari ini. Tapi tetap menyenangkan. Hmmm… (pikir Kaori sambil
tersenyum mengingat Shima yang tertidur tadi ketika sedang istirahat) Yah! Hari
ini memang hari yang panjang. ^^
Oh, ya…
Tak kusangka gadis itu memang benar-benar Ryukyu. Ternyata dia mengubah namanya
menjadi R-chan ya? Fufufu… Tetap tidak berubah ya…? ^^
“Hmm…?
Kenapa kau senyum-senyum sendiri Kaori?” tanya Kamijou, sang asisten manajer.
“Ah!
Tidak apa-apa!^^’ haha ” jawab Kaori salting.
“??? Ya
sudah. Sebentar lagi pemotretan akan segera dimulai. Kau bisa bersiap-siap
sekarang.”
“OK! ^^”
jawab Kaori.
Huuuf…
Mengagetkan saja. Kamijou memang hebat. Analisisnya bagus. Huuf… Sebaiknya aku
siap-siap. (menuju ruang ganti)
(Kaori’s POV end)
#sampai ruang ganti
Ada
sepucuk surat di atas ranjang. Surat itu ditujukan padanya. Setelah membacanya
dia terkejut dan menjatuhkan surat itu.
“Mu-mustahil!
I-ini berbahaya! Aku harus segera menghubungi Shima!” lalu dia pun mengambil
Hpnya dan menghubungi Shima.
Rrrr….
Rrrrr…. Rrrrr…. Cekrek!
“Halo?”
kata suara diseberang. “Ada apa Kaori?”
“Shi-Shima!
Ini gawat!”
“Gawat
kenapa?” tanya Shima heran mendengar suara Kaori yang biasanya tenang itu jadi
khawatir.
“Apa kau
masih ingat soal cewek yang tadi sekelompok dengan kita ketika diskusi?”
“Cewek?
Banyak kan? Ada Mai dan R-chan. Emang kenapa dengan mereka berdua? Atau lebih
tepatnya kau ingin menanyakan tentang R-chan?”
“Eh?”
Kaori agak terkejut mendengar Shima langsung tahu sapa yang dia maksud. “Ah,
anak itu… Apa kau ingat siapa dia?”
“He??
Tidak. Apa kita pernah bertemu dengannya?”
“Ya-ya
ampun Shima!” kata Kaori dengan terkejut.
“Loh?!!
Memang ada apa?” Shima ikutan terkejut.
“Anak itu
dalam bahaya! :O”
“Apa????”
Tiba-tiba
dari arah luar terdengar suara ketukan di pintu.
“Kyou!
Pemotretan sudah akan dimulai! Segeralah keluar ruangan!” kata Yukinobu,
manager Kaori.
“Ah!
Ba-baiklah!” kata Kaori.
“Hm? Ada
apa?” tanya Shima disebarang.
“Aku ada
pemotretan. Bisakah kau cari tahu dimana keberadaan cewek itu? Aku dapat surat
kaleng yang mengatakan kalau anak itu dalam bahaya. Dan sekarang sedang ditawan
disebuah tempat!”
“Apa?”
kata Shima terkejut.
“Akan
kuceritakan selengkapnya nanti setelah selesai kerja.”
“OK!
Baiklah! Aku akan mengecek keberadaannya!”
“OK! Sip!
Hati-hati ya Shima!”
“Kau
juga!” kata Shima sambil tersenyum.
“Ya!”
kata Kaori tersenyum juga.
Kemudian
Kaori melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Shima mencari R-chan.
###
(Shima’s POV)
Ada
apa dengan Kaori? Kenapa dia begitu respect pada gadis itu? (cemburu nih
ceritanya! xD wahahaha *digaplok Shima _ _”<xpresi Kaori>)
Hmmm?
Sepertinya R-chan itukan yang memalingkan wajahnya ketika aku melihatnya
diam-diam mengawasiku! Ah! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bingung. (tampang panik
plus bingung khas Shima)
(Shima’s POV end)
Saat
melewati daerah kamar R-chan, tiba-tiba kepala Shima sakit.
“Aduh!”
erang Shima.
“Loh?
Shima? Apa yang kau lakukan disini?” tanya APP yang kebetulan ada disana.
Hening.
Shima tidak menjawab pertanyaan APP. Dia masih saja terdiam meringis dan
memegangi kepalanya. Seperti kesakitan. (posisinya dia sedang berdiri, jadi
ketika kesakitan dia bersandar di tembok dan seperti orang mau pingsan)
“Shi-Shima!
Kau tak apa-apa?” tanya APP sekali lagi dengan wajah khawatir.
“Hmm…??”
kata Shima tersenyum miris seperti menahan sakit. Peluhnya keluar cukup banyak.
“Aku baik-baik saja kok! ^^”
“Kau
yakin?” tanya APP yang sepertinya benar-benar tahu keadaan Shima.
“Iya!
Hah.. hah...”
“Tapi
kau… Hey!” belum juga APP sempat menyelesaikan kalimatnya, Shima sudah pingsan.
Keringatnya keluar banyak sekali.
“Ada
apa ini?” tanya APP dalam hati. Suhu tubuhnya panas sekali. Padahal tadi dia
masih kelihatan sehat-sehat saja?” batin APP.
“Yah,
kalau begini, mungkin aku harus menunda mencari R-chan. Kurasa, yang mencarinya
pun sudah cukup banyak.” Kemudian APP mengamanakan Shima.
#sebelum Shima pingsan
(Shima’s POV)
Loh?
Itukan APP? Apa yang dia lakukan disana? Apa dia juga mencari R-chan?
Deg!!
Eh? I-ini… Ini bau api. (dengan wajah super panik) Ukh! Aku tidak kuat!
Aku
memejamkan mataku karena tidak ingin melihat api. Tapi sepertinya disana tidak
ada api. Kemudian aku berlari ke arah APP. Dan tepat 5 meter sebelum APP, aku
melihat pemandangan sangat mengerikan.
Di
dalam kamar R-chan, ada seorang bocah yang terjebak dalam api. Dia… Seperti
diriku! Tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang menghampirinya. Dan ada seorang
perempuan yang terkulai lemah di dekatnya. Si lelaki menyuruh si bocah itu
pergi duluan. Tapi si bocah itu masih tidak mau pergi. Sampai akhirnya si pria
itu mengatakannya, sebuah janji palsu, janji yang takkan pernah ditepati
selamanya karena dia memang tidak akan bisa menepatinya, dengan wajah
tersenyum, “Keluarlah lebih dulu! Kami pasti akan menyusulmu! Itu pasti! ^_^”.
Setelah
mendengar kalimat itu, si bocah akhirnya keluar bersama harapannya yang
terbuang. Dia… Tidak akan pernah bisa bertemu dengan kedua orang tadi. Ya!
Orang tadi akhirnya tidak pernah keluar dari bencana itu, selamanya.
Begitu
di luar, si bocah itu hanya bisa memandangi serpihan-serpihan bekas kebakaran.
Hanya terpaku dan terpana disana sambil berharap bahwa dua orang tadi keluar.
Keluar dari tempat itu. Mataku tak kuat lagi menyaksikan pemandangan itu. Aku
terus saja menutup mataku tapi bayangan-bayangan kejadian itu terus
terulang-ulang dalam kepalaku.
Aku
tak kuat. Tiba-tiba saja badanku terasa agak panas. Namun, saat sebelum
semuanya akan berakhir aku melihat bocah itu mulai berkembang. Dia yang dulunya
pendiam, selalu murung, tidak mau berurusan dengan orang lain akhirnya sekarang
mau bersosialisasi dengan baik. Bahkan dia sering membantu orang-orang
disekitarnya yang butuh bantuan.
Kemudian
suatu ketika, seorang cowok menghampirinya dan meminta bantuan padanya.
Kemudian dia menjadi bersahabat dengan cowok itu. Sampai suatu ketika seorang
cewek dari datang dalam dunia mereka. Si bocah itu menyukai si cewek. Tapi si
cewek tampaknya menyukai sahabatnya.
Si
bocah itu hanya bisa berteman baik dengan si cewek. Namun suatu ketika, si
bocah melihat si cewek berjalan berdua bersama sahabatnya. Terlihat begitu
serasi. Terlihat begitu sempurna. Dia mulai murung lagi. Sampai-sampai dia
tidak mau bertemu dengan sahabatnya lagi. Tapi…
Di
pagi musim semi yang cerah, si cewek berjalan menghampirinya dan mengatakan
sesuatu. Sesuatu yang membuatnya terkejut. Sesuatu yang akhirnya dapat
menyadarkannya pada sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa keputusannya selama ini
salah.
Gara-gara
dia sahabatnya itu masuk rumah sakit. Sahabatnya itu sebenarnya sangat menyesal
karena telah membuat si bocah salah paham tentang si cewek. Dan… Yah! Tebak
dewe wae lah… Standar kok ceritane… :P (Yang gak ngerti tanya ya??!!! xD)
Ya…
kemudian setelah semuanya terlihat berjalan baik-baik saja… Tanpa mereka sadari
ada suatu hal yang mengancam hubungan mereka semua. Ya! Tiba-tiba saja si cewek
harus pulang ke asalnya. Seorang penyihir menjemputnya dan menarik paksa si
cewek. Si bocah dan sahabatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa
melihat si cewek yang pasrah dibawa. Kemudian si penyihir mengatakan
kalimatnya, “Kalian akan ingat semuanya ketika kalian bertemu lagi. Untuk saat
ini kalian akan melupakan semuanya. Terutama untuk kau bocah pembangkang (si
cewek)! Tidak kusangka kau berani melarikan diri setelah mendapatkan detensi
berat karena ulahmu sebelum ini. Berani juga kau. Dan untukmu bocah, lupakan
dia (si cewek) dan kembalilah ke dunia mu.”
Biiiiiipppp….
Srrrrrrtttttt….
Pertunjukan
berakhir. Kepalaku benar-benar pusing. Lalu, kudengar APP memanggilku dan
kulihat dia menghampiriku dan mencoba membantuku. Maaf, tapi… aku sudah
benar-benar tidak kuat.
(Shima's POV end)
###

Tidak ada komentar:
Posting Komentar