Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya
hari ini kami bertemu juga. Tapi, aku tidak menyapanya! Ya! Aku tidak bisa
menyapanya. Aku takut kalau-kalau dia sudah benar-benar lupa tentang
keberadaanku. Ya, walaupun dulu kami selalu bersama, tapi aku tetap takut kalau
dia, mereka, sudah benar-benar lupa akan diriku. Kutukan itu, mungkin saja
benar. Tapi memang belum kubuktikan sih. Tapi (lagi) aku takut mengatakannya.
Aku takut membuktikannya. Dan aku hanya bisa bertanya, apakah dia masih
mengenaliku? Apakah mereka masih ingat tentang diriku? Rasanya kepalaku
benar-benar terasa pening memikirkannya.
###
Pagi hari yang cerah, R-chan pergi bersama
para seniornya ke suatu tempat pertemuan
untuk melakukan seminar. Ya, disana dia bertemu seseorang yang dulu sangat dia
kenal. Bahkan mereka dulu sudah sangat dekat. Seandainya saja tidak ada kutukan
aneh itu.
(R-chan’s POV)
Waktu berjalan cukup lama rupanya. Aku
hanya bisa menatap wajahnya. Memastikan apakah yang kulihat itu benar atau
tidak. Apakah dia benar-benar orang itu? Apakah cowok itu memang benar orang
yang pernah kukenal? Setelah sekian lama menatap dan memperhatikan gerak-gerik
orang itu, aku yakin dia memang benar-benar Shima! Ya, ampuuuun… Bahkan ada
Kaori juga disana! >,< Apakah mereka melihatku? Hmmm…
Jantungku langsung berdebar kencang saat
tiba-tiba Shima menengok ke arahku yang sedang asyik mengamatinya. (Kyaaaa…
x//D *blushing) Aku terpaksa langsung memalingkan wajah setelah memberi
senyuman sedikit padanya ketika dia memergokiku dan tanpa memperhatikan
wajahnya tentunya. Lalu memfokuskan pikiranku ke seminar. Aduh! Maluuu… x///D Tapi tetap tidak bisa terlalu fokus ke
seminar aku. Otakku jadi terpenuhi bayangan Shima.
Loh? Itukan Kaori? Ke-kenapa dia juga
melihat ke arahku? Waaa… aku harus sembunyikan wajahku!! x//)
(Shima’s POV)
Hmm… Pagi ini aku menemani Kaori pergi
mengikuti seminar. Yaaah.. membosankan. Pengisinya datang lama sekali? Jadi
bosan deh. Hhh…
#tak berapa lama
kemudian setelah Shima hampir tertidur…
“Hey, Shima!” panggil Kaori.
“Hnnn…?” jawabku ngantuk.
*sweat drop* “Tuh, pengisinya sudah datang
loh?!”
“ He? Mana? Wah! Itu dia! Akhirnya
pengisinya datang juga. Huuuft.. Aku benar-benar mengantuk.” Keluhku pada
Kaori.
“Hahahaha…” Kaori hanya tertawa.
“Dasar!” pikirku.
#setelah seminar
berlangsung kira-kira sudah ½ jam
Deg! Eeh?? Perasaan apa ini? Kenapa
rasanya… I-ini… Kemudian aku menengok ke belakang. Ada seorang gadis yang duduk
diapit oleh 2 orang cowok. Sepertinya dia dari tadi mengamatiku. Buktinya, dia
langsung memalingkan wajahnya setelah tersenyum seentar ke arahku dengan wajah
memerah. Tapi kenapa? Apa ada yang salah dengaku? Tapi aneh, sepertinya aku
mengenalinya. Hmm.. Siapa ya?
Aku berusaha mengingat wajahnya yang agak
familiar itu. Aduh, siapa ya? Sambil memejamkan mataku, aku berusaha
mengingatnya. Tapi kok gak bisa ingat ya? Yah, akhirnya aku menyerah. Nanti sja
lagi deh mengingatnya. __”
(Kaori’s POV)
Hmmm… *sweat drop* Shi-Shima… ://l Dasar
Shima! Malah mengantuk ria.
#karena lama
menunggu pengisi seminar, akhirnya Kaori memutuskan untuk melihat-lihat
sekeliling.
Haaah… Kenapa jadi molor sih? Menyebalkan!
#ketika sedang
melihat-lihat ke arah belakang, Kaori melihat seseorang yang wajahnya tidak
asing lagi.
Hmm…? Siapa ya gadis itu? Kok rasanya
pernah melihatnya? Dimana ya? Apa di jumpa fans? Tapi sepertinya dia bukan tipe
yang suka bertemu banyak orang. Buktinya dia duduk di depan teman-temannya dan
lebih sering diam seperti memikirkan sesuatu. Eh?!! Tapikan itu bukan
kepastian. Mungkin dia seperti orang itu? Xixixi (keingetan seseorang yang dulu
pernah bersamanya). Siapa ya gadis itu? Benar-benar tidak asing wajahnya. Tapi
siapa ya?
Yah, karena bingung akhirnya aku menghadap
ke depan lagi dan melihat kalau pengisi seminar sudah datang. Lalu aku
membangunkan Shima.
Wah, waaah… Dasar Shima. Di saat begini
enak sekali tidurnya. Hahaha…
#setelah seminar
berlangsung kira-kira sudah ½ jam
Hmm?? Kenapa dengan Shima? Kok kayak
gelisah. Lalu setelah Shima menghadap depan lagi dengan wajah heran, aku
mencoba melihat kemana arah pandang Shima tadi. Weh? Kok cewek yang tadi
blushing? Apa ada sesuatu yang membuatnya blushing? Atau jangan-jangan dia
kaget ketika dilihat Shima? Hmmm… _ _” gak penting.
###
Setelah seminar usai, R-chan keluar ruangan
dengan santai bersama para seniornya setelah berhasil melupakan Shima dan Kaori
untuk sesaat. Karena, ternyata begitu keluar dia bertemu lagi dengan Shima dan
Kaori yang juga sama-sama mau mencari ruang istirahat. Yah, sehabis ini mereka
harus mengikuti diskusi.
Makan siang. Yaaah… Ketemu lagi! Tapi kali
ini ternyata R-chan tidak hanya bertemu Shima dan Kaori saja. Dia juga bertemu
denga APP dan Mai. Bahkan ada Nanaki dan Ao!
“What the hell they do in here?!!!” itulah
kata-kata yang ada di benak R-chan.
Setelah makan siang, R-chan seperti biasa
mengikuti para seniornya untuk ke tempat selanjutnya. Tapi… Ternyata oh
ternyata… Mereka malah tersesat! :O Ya ampuuun…
Ketika dalam keadaan super bingung, R-chan
yang dari tadi daim saja tiba-tiba angkat bicara.
“Senpai semua. Seharusnya kita tidak kesini
kan?” tanya R-chan mengawali pembicaraan.
“Iya! Aku juga tahu! Tapi, bagaimana kita
bisa kembali? Ini pun diskusi sudah hampir dimulai! Bagaimana ini?” sewot kak Lia.
R-chan sweat drop.
“Sudahlah! Tenang sedikit!” kata kak Nichal
yang juga mulai sewot sementara yang lainnya juga kebingungan mencari jalan
keluar.
“Apakah disini ada yang mau mendengarkanku?
Aku kan tahu jalannya. Aku ingat aku pernah kemari. Dan jalan ini memang tidak
berunah blass! Hmm…” batin R-chan.
“Kak…!” kata R-chan pada kak Oki yang
tampak tenang.
“Ya?”
“Bisa ikut aku sebentar? Aku mau kasih tahu
sesuatu.”
“He? Disaat begini?” tanyanya sambil
mengernyitkan wajahnya.
“Apa maksudnya tuh?” kata R-chan dengan
cemberut.
“Heee?? Baiklah”.
Kemudian R-chan memberitahu pada Kak Oki
tentang jalan yang seharusnya mereka lalui. Tentu saja Kak Oki tidak percaya
begitu saja. Tapi, dia tetap akan mencobanya karena melihat keyakinan R-chan
yang biasanya menyiratkan wajah tidak yakin tiba-tiba menjadi wajah yang sangat
yakin. Lalu setelah semua tenang, mereka pun melanjutkan perjalanan sesuai
petunjuk R-chan. Dan mereka pun berhasil datang ke acara diskusi tepat waktu.
Di acara diskusi ini R-chan ternyata tidak
sekelompok dengan semua para senpainya. Dia sekelompok dengan Kak Zaki, Nanaki,
Mai, APP, Kaori, dan Shima. Waaaaw…!! :O Bisa dibayangkan betapa ricuhnya
diskusi mereka. Dan tentu saja, R-chan cuma geleng-geleng kepala heran. Dan dia
bertambah heran kagi setelah melihat senpainya ikut-ikutan nimbrung dalam
pembicaraan aneh antara Shima, Mai, Kaori, dan APP. Yang terdiam disini hanya
R-chan dan Nanaki yang bingung mau membicarakan apa. Lalu tiba-tiba…
“Hei, kau!” kata Nanaki yang mendekati
R-chan dengan diam-diam dan berlindung di bawah meja untuk menghindari terkena peluru
nyasar.
“Hmm? Aku?” tanya R-chan kaget.
“Ya, kau… Namamu R-chan kan?”
“Hm? Dari mana kau tahu namaku?” tanya R-chan
tengah menyelidik sambil mengernyitkan alisnya, karena dia merasa belum pernah
memperkenalkan diri.
“Haaah…” Nanaki menggaruk kepalanya yang
tidak gatal sambil menghela napas.
“????”
“Jadi, memang tidak ingat ya?” kata Nanaki
sambil menatap mata R-chan.
“Apa sih? Jangan ngeliatin aku gitu dong?!!!”
kata R-chan memalingkan wajahny dan malah blushing.
“Heee?? Maaf… Maaf… ^^” kata Nanaki yang
lalu malah duduk di dekat R-chan. Dan tiba-tiba…
TENG! TENG! TENG! Tidak tahu darimana
tiba-tiba saja terdengar bunyi lonceng. Semakin lama didengar, ntah kenapa
rasanya semakin mengantuk. Semakin kau mencoba untuk menghidari untuk
mendengarnya, rasa kantuk yang kau rasakan akan semakin menjadi-jadi. Dan dalam
waktu singkat hampir seluruh peserta sudah tertidur. Ada apa ini sebenarnya?
R-chan yang menjadi salah satu dari mereka
yang tidak tertidur terheran-heran. Begitu juga mereka yang lain. Juga heran
melihat R-chan yang bisa tidak tertidur mendengar bunyi nyaring lonceng yang
mengantukkan itu.
Nanaki yang ada di dekat R-chan pun
tiba-tiba menariknya.
“Aukh!!” jerit R-chan yang tangannya
ditarik paksa oleh Nanaki.
BRUAKK!! Tiba-tiba dari tempat R-chan duduk
tadi lampu di atasnya terjatuh.
“Ah! Maaf kalau aku menyakitimu.” Kata
Nanaki.
R-chan yang masih cengo akhirnya menjawab,
“Eh? Ah, tidak! Aku berterima kasih padamu yang sudah mencoba menyelamatkanku.
^^ Arigatou gozaimasu…”
“Eeee… Do-doita… It’s OK!” ntah kenapa
Nanaki blushing.
“Hei Nanaki. Apa tidak apa-apa?” tanya Ao
yang tiba-tiba muncul di dekat Nanaki dan R-chan.
“Yah, seperti yang kau lihat. Aku baik-baik
saja.” Kata Nanaki dengan Pdnya sambil tersenyum puas.
Ao sweat drop. “Bukan kau! Tapi kondisi
ini!” kata Ao dengan wajah polos.
“Walah…” kata R-chan dalam hati.
“Ka-kau…!” kata Nanaki bersamaan dengan
munculnya guratn pembuluh nadi di kepalanya. “Haahhh… Aku juga kurang tahu apa
yang menyebabkan semua ini?!!”
Tiba-tiba dari belakang Nanaki, Ao dan
R-chan diterjang sesuatu. Dan pada saat sesuatu itu menerjang mereka, bersamaan
dengan itu juga muncul sesosok makhluk sangat besar dari langit-langit. Dan
ketika dilihat, ternyata oh ternyata…
Yang jatuh dari langit-langit ternyata hollow!!
Dan yang menerjang ketiga orang tadi adalah Shima, Kaori dan APP!! :O Weeeew…
:O
Saat sedang terheran-heran, tiba-tiba dari
bawah R-chan muncul tangan hollow yang sudah mencengkramnya.
“Ukh!!” rintih R-chan kesakitan.
“R!” teriak Nanaki.
“Aduduh… Aku gak apa-apa kok… ^_^” kata
R-chan sambil tersenyum.
“Haaah?!! Kau ini?!! Di saat seperti itu
masih bisa tersenyum?” tanya Ao yang kkaget setengah urip ngelihat tingkah
R-chan.
GREK!!!
“Akh!” rintih R-chan lagi. Kali ini
wajahnya berubah menjadi wajah kesakitan.
“R!” teriak Nanaki yang kali ini bersiap
untuk menyerang hollow tersebut dengan kemampuan PKnya. Begitu juga dengan Ao.
Tapi, ada yang mendahului mereka. Ntah darimana asalnya serangan yang langsung
mengalahkan para hollow itu. Yang jelas Nanaki berhasil menangkap R-chan yang
terjun bebas dari tangan hollow yang tadi mencengkramnya. Saat berhasil
ditangkap, R-chan dalam keadaan tertidur lelap.
###
(R-chan’s POV)
Nguuung…
Nguuuung… (suara lebah mengelilingi R-chan yang ketika bangun langsung lari
terbirit-birit. #digaplok)
Hnnn?
Hoaaahm… Dimana ini aku?
Ketika
membuka mata, aku berada di sebuah ruangan yang tampaknya tidak begitu asing
bagiku. Dan terasa sangat familiar.
Tempat
apa ini? Tanyaku dalam hati.
Tiba-tiba
ada seseorang yang muncul di hadapanku. Aku terkejut! Loh? Siapa pria ini?
Se-seram… Seperti pimpinan geng alias yakuza. Pikirku dengan wajah kengerian
(mungkin, jika memang bisa dibedakan
antara wajah ketakutanku dengan wajah tidak peduliku).
“Oh, kau
sudah sadar ya?” kata Kak Oki tiba-tiba.
Aku hanya
diam saja dan mengernyitka alisku untuk meminta penjelasan dari Kak Oki
mengenai dimana sebenarnya aku sekarang? Apa yang sebenarnya sudah dan sedang
terjadi?
Kemudian
Kak Oki pun menjelaskan dengan panjang lebar. Tapi anehnya, aku tidak bisa
menangkap semua penjelasannya. Banyak kata-katanya yang kabur dari
pendengaranku. Dan aku hanya mengangguk-angguk saja ketika Kak Oki seperti tahu
bahwa aku kurang paham. Aduh! Apa yang sebenarnya terjadi padaku? >,<
Lalu
ketika Kak Oki selesai menjelaskan, seorang pria yang tadi kulihat menghampiri
kami. Dan mengatakan, “Ada baiknya kau segera ingat semuanya.”
Tentu
saja aku juga kebingungan dibuatnya. Kenapa? Soalnya sambil berkata seperti itu
dia juga menyerahkan sebuah pil mencurigakan yang sepertinya benda itulah salah
satu cara agar aku bisa mengingat semuanya yang mereka maksud.
“Kau akan
mengerti setelah meminumnya. Yah, meski ada sedikit efek sampingnya sih.”
Katanya sambil berlalu setelah pil yang dia sodorkan kuterima.
“Buat
apa? Memangnya ingat tentang apa?” tanyaku.
Pria itu
hanya menatapku tajam. Ikh! Serem tau?!! xO
Dia yang
mengetahui apa kata mataku (halaaah), cuma bisa sweat drop. Dan membiarkanku
memutuskan untuk meminumnya atau tidak. Disaat aku sedang kebingungan, lalu
muncul 2 orang cowok (Ao dan Nanaki, tapi yang menyapa seperti biasa, Cuma
Nanaki) yang tiba-tiba langsung menyapaku untuk menjengukku. Dan setelah 2
orang cowok itu, di belakang mereka muncul para senpai yang lainnya selain Kak
Oki yang sudah ada di tempat ini dari tadi.
Waaaaw…
:O
“Ada
keributan apa ini?” gumamku.
Kemudian
setelah semuanya berkumpul dan suasana agak tenang, pria yang tadi memberiku
pil yang dipanggil dengan nama Pak Gunji mengulangi lagi perintahnya padaku
untuk meminum pil itu. Lagi-lagi aku menimang-nimang. Dan meminta saran dari
para senpaiku. Dan senpaiku ternyata mengiyakan. Aku malah jadi tambah
ragu-ragu.
Kemudian
dengan dukungan dan paksaan juga keingintahuanku dan orang-orang yang ada
disitu, akhirnya pil aneh itu kuminum juga. Dengan syarat disediakan air putih
untuk minum pil mencurigakan itu.
“GLUKK!!
Huaaah…” kataku sambil menyeka mulutku.
Setelah
meminumnya, aku jadi deg-degan.
“Apa yang
akan terjadi setelah aku meminumnya?” tanyaku makin deg-degan pada Pak Gunji.
Tapi dia hanya tersenyum. Sementara yang lainnya juga penasaran.
Glek!!
Perasaanku jadi tidak enak gara-gara Pak Gunji tersnyum seperti itu. Dan
perutku mulai terasa mual seperti ketika nerveous mau mengerjakan tes. Dan
rasanya jadi pingin muntah seolah-olah keracunan makanan.
40 detik
berlalu. 1 menit berlalu. Pak Gunji hanya tersenyum ke arahku ketika aku
melihatnya untuk minta penjelasan. Perutku makin terasa mual saja gara-gara
senyuman Pak Gunji yang mungkin bisa dianggap sebagai seringaian. Meskipun
tidak ada reaksi apa pun.
5 menit
berlalu. 5 menit terasa sangat lama. Yang menunggu pun mulai penasaran dengan
efek pil itu. 10 menit berlalu. Belum terjadi apa-apa. 15 menit berlalu. Aku
yang tadinnya sudah tenang, secara tiba-tiba deg-degan lagi gak tahu kenapa. 20
menit berlalu. Perasaanku jadi makin aneh. Rasanya seperti ada sesuatu di dalam
kepalaku dan mataku terasa agak panas. 25 menit berlalu. Aku mulai benar-benar
merasa tidak enak badan. Seperti panas dalam. Tubuhku terasa panas. Kepalaku
mulai pening. Jantungku berdegup makin kencang. Tangan dan kakiku terasa
dingin. Mataku mulai buram (bayangin aja Shinichi yang mau balik lagi jadi
Conan). Dan tepat pada menit ke 30, kepala dan mataku terasa sakit sekali
(bayangin aja rasa sakitnya seperti yang dirasakan Harry Potter ketika
Voldemort sedang dekat dengannya).
“Akh!”
jeritku sambil menutup mataku. Nafasku mulai ngosh-ngoshan karena menahan
sakit. Keringatku mulai mengalir dengan deras. Dan di kepalaku tiba-tiba saja
muncul gambaran-gambaran masa lalu. Dan tepat saat sebuah gambaran seseorang
yang mengatakan “Kau akan lupakan semuanya setelah sampai di tempatmu.” muncul,
aku sudah tidak ingat apa-apa. Mungkin aku tertidur? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar