Kamis, 17 November 2011

My Love Story Part 1


     Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya hari ini kami bertemu juga. Tapi, aku tidak menyapanya! Ya! Aku tidak bisa menyapanya. Aku takut kalau-kalau dia sudah benar-benar lupa tentang keberadaanku. Ya, walaupun dulu kami selalu bersama, tapi aku tetap takut kalau dia, mereka, sudah benar-benar lupa akan diriku. Kutukan itu, mungkin saja benar. Tapi memang belum kubuktikan sih. Tapi (lagi) aku takut mengatakannya. Aku takut membuktikannya. Dan aku hanya bisa bertanya, apakah dia masih mengenaliku? Apakah mereka masih ingat tentang diriku? Rasanya kepalaku benar-benar terasa pening memikirkannya.
###
     Pagi hari yang cerah, R-chan pergi bersama para seniornya  ke suatu tempat pertemuan untuk melakukan seminar. Ya, disana dia bertemu seseorang yang dulu sangat dia kenal. Bahkan mereka dulu sudah sangat dekat. Seandainya saja tidak ada kutukan aneh itu.
(R-chan’s POV)
     Waktu berjalan cukup lama rupanya. Aku hanya bisa menatap wajahnya. Memastikan apakah yang kulihat itu benar atau tidak. Apakah dia benar-benar orang itu? Apakah cowok itu memang benar orang yang pernah kukenal? Setelah sekian lama menatap dan memperhatikan gerak-gerik orang itu, aku yakin dia memang benar-benar Shima! Ya, ampuuuun… Bahkan ada Kaori juga disana! >,< Apakah mereka melihatku? Hmmm…
     Jantungku langsung berdebar kencang saat tiba-tiba Shima menengok ke arahku yang sedang asyik mengamatinya. (Kyaaaa… x//D *blushing) Aku terpaksa langsung memalingkan wajah setelah memberi senyuman sedikit padanya ketika dia memergokiku dan tanpa memperhatikan wajahnya tentunya. Lalu memfokuskan pikiranku ke seminar. Aduh! Maluuu… x///D  Tapi tetap tidak bisa terlalu fokus ke seminar aku. Otakku jadi terpenuhi bayangan Shima.
     Loh? Itukan Kaori? Ke-kenapa dia juga melihat ke arahku? Waaa… aku harus sembunyikan wajahku!! x//)
(Shima’s POV)
     Hmm… Pagi ini aku menemani Kaori pergi mengikuti seminar. Yaaah.. membosankan. Pengisinya datang lama sekali? Jadi bosan deh. Hhh…
#tak berapa lama kemudian setelah Shima hampir tertidur…
     “Hey, Shima!” panggil Kaori.
     “Hnnn…?” jawabku ngantuk.
     *sweat drop* “Tuh, pengisinya sudah datang loh?!”
     “ He? Mana? Wah! Itu dia! Akhirnya pengisinya datang juga. Huuuft.. Aku benar-benar mengantuk.” Keluhku pada Kaori.
     “Hahahaha…” Kaori hanya tertawa.
     “Dasar!” pikirku.
#setelah seminar berlangsung kira-kira sudah ½ jam
     Deg! Eeh?? Perasaan apa ini? Kenapa rasanya… I-ini… Kemudian aku menengok ke belakang. Ada seorang gadis yang duduk diapit oleh 2 orang cowok. Sepertinya dia dari tadi mengamatiku. Buktinya, dia langsung memalingkan wajahnya setelah tersenyum seentar ke arahku dengan wajah memerah. Tapi kenapa? Apa ada yang salah dengaku? Tapi aneh, sepertinya aku mengenalinya. Hmm.. Siapa ya?
     Aku berusaha mengingat wajahnya yang agak familiar itu. Aduh, siapa ya? Sambil memejamkan mataku, aku berusaha mengingatnya. Tapi kok gak bisa ingat ya? Yah, akhirnya aku menyerah. Nanti sja lagi deh mengingatnya. __”
(Kaori’s POV)
     Hmmm… *sweat drop* Shi-Shima… ://l Dasar Shima! Malah mengantuk ria.
#karena lama menunggu pengisi seminar, akhirnya Kaori memutuskan untuk melihat-lihat sekeliling.
     Haaah… Kenapa jadi molor sih? Menyebalkan!
#ketika sedang melihat-lihat ke arah belakang, Kaori melihat seseorang yang wajahnya tidak asing lagi.
     Hmm…? Siapa ya gadis itu? Kok rasanya pernah melihatnya? Dimana ya? Apa di jumpa fans? Tapi sepertinya dia bukan tipe yang suka bertemu banyak orang. Buktinya dia duduk di depan teman-temannya dan lebih sering diam seperti memikirkan sesuatu. Eh?!! Tapikan itu bukan kepastian. Mungkin dia seperti orang itu? Xixixi (keingetan seseorang yang dulu pernah bersamanya). Siapa ya gadis itu? Benar-benar tidak asing wajahnya. Tapi siapa ya?
     Yah, karena bingung akhirnya aku menghadap ke depan lagi dan melihat kalau pengisi seminar sudah datang. Lalu aku membangunkan Shima.
     Wah, waaah… Dasar Shima. Di saat begini enak sekali tidurnya. Hahaha…
#setelah seminar berlangsung kira-kira sudah ½ jam
     Hmm?? Kenapa dengan Shima? Kok kayak gelisah. Lalu setelah Shima menghadap depan lagi dengan wajah heran, aku mencoba melihat kemana arah pandang Shima tadi. Weh? Kok cewek yang tadi blushing? Apa ada sesuatu yang membuatnya blushing? Atau jangan-jangan dia kaget ketika dilihat Shima? Hmmm… _ _” gak penting.
###
     Setelah seminar usai, R-chan keluar ruangan dengan santai bersama para seniornya setelah berhasil melupakan Shima dan Kaori untuk sesaat. Karena, ternyata begitu keluar dia bertemu lagi dengan Shima dan Kaori yang juga sama-sama mau mencari ruang istirahat. Yah, sehabis ini mereka harus mengikuti diskusi.
     Makan siang. Yaaah… Ketemu lagi! Tapi kali ini ternyata R-chan tidak hanya bertemu Shima dan Kaori saja. Dia juga bertemu denga APP dan Mai. Bahkan ada Nanaki dan Ao!
     “What the hell they do in here?!!!” itulah kata-kata yang ada di benak R-chan.
     Setelah makan siang, R-chan seperti biasa mengikuti para seniornya untuk ke tempat selanjutnya. Tapi… Ternyata oh ternyata… Mereka malah tersesat! :O Ya ampuuun…
     Ketika dalam keadaan super bingung, R-chan yang dari tadi daim saja tiba-tiba angkat bicara.
     “Senpai semua. Seharusnya kita tidak kesini kan?” tanya R-chan mengawali pembicaraan.
     “Iya! Aku juga tahu! Tapi, bagaimana kita bisa kembali? Ini pun diskusi sudah hampir dimulai! Bagaimana ini?” sewot kak Lia. R-chan sweat drop.
     “Sudahlah! Tenang sedikit!” kata kak Nichal yang juga mulai sewot sementara yang lainnya juga kebingungan mencari jalan keluar.
     “Apakah disini ada yang mau mendengarkanku? Aku kan tahu jalannya. Aku ingat aku pernah kemari. Dan jalan ini memang tidak berunah blass! Hmm…” batin R-chan.
     “Kak…!” kata R-chan pada kak Oki yang tampak tenang.
     “Ya?”
     “Bisa ikut aku sebentar? Aku mau kasih tahu sesuatu.”
     “He? Disaat begini?” tanyanya sambil mengernyitkan wajahnya.
     “Apa maksudnya tuh?” kata R-chan dengan cemberut.
     “Heee?? Baiklah”.
     Kemudian R-chan memberitahu pada Kak Oki tentang jalan yang seharusnya mereka lalui. Tentu saja Kak Oki tidak percaya begitu saja. Tapi, dia tetap akan mencobanya karena melihat keyakinan R-chan yang biasanya menyiratkan wajah tidak yakin tiba-tiba menjadi wajah yang sangat yakin. Lalu setelah semua tenang, mereka pun melanjutkan perjalanan sesuai petunjuk R-chan. Dan mereka pun berhasil datang ke acara diskusi tepat waktu.
     Di acara diskusi ini R-chan ternyata tidak sekelompok dengan semua para senpainya. Dia sekelompok dengan Kak Zaki, Nanaki, Mai, APP, Kaori, dan Shima. Waaaaw…!! :O Bisa dibayangkan betapa ricuhnya diskusi mereka. Dan tentu saja, R-chan cuma geleng-geleng kepala heran. Dan dia bertambah heran kagi setelah melihat senpainya ikut-ikutan nimbrung dalam pembicaraan aneh antara Shima, Mai, Kaori, dan APP. Yang terdiam disini hanya R-chan dan Nanaki yang bingung mau membicarakan apa. Lalu tiba-tiba…
     “Hei, kau!” kata Nanaki yang mendekati R-chan dengan diam-diam dan berlindung di bawah meja untuk menghindari terkena peluru nyasar.
     “Hmm? Aku?” tanya R-chan kaget.
     “Ya, kau… Namamu R-chan kan?”
     “Hm? Dari mana kau tahu namaku?” tanya R-chan tengah menyelidik sambil mengernyitkan alisnya, karena dia merasa belum pernah memperkenalkan diri.
     “Haaah…” Nanaki menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menghela napas.
     “????”
     “Jadi, memang tidak ingat ya?” kata Nanaki sambil menatap mata R-chan.
     “Apa sih? Jangan ngeliatin aku gitu dong?!!!” kata R-chan memalingkan wajahny dan malah blushing.
     “Heee?? Maaf… Maaf… ^^” kata Nanaki yang lalu malah duduk di dekat R-chan. Dan tiba-tiba…
     TENG! TENG! TENG! Tidak tahu darimana tiba-tiba saja terdengar bunyi lonceng. Semakin lama didengar, ntah kenapa rasanya semakin mengantuk. Semakin kau mencoba untuk menghidari untuk mendengarnya, rasa kantuk yang kau rasakan akan semakin menjadi-jadi. Dan dalam waktu singkat hampir seluruh peserta sudah tertidur. Ada apa ini sebenarnya?
     R-chan yang menjadi salah satu dari mereka yang tidak tertidur terheran-heran. Begitu juga mereka yang lain. Juga heran melihat R-chan yang bisa tidak tertidur mendengar bunyi nyaring lonceng yang mengantukkan itu.
     Nanaki yang ada di dekat R-chan pun tiba-tiba menariknya.
     “Aukh!!” jerit R-chan yang tangannya ditarik paksa oleh Nanaki.
     BRUAKK!! Tiba-tiba dari tempat R-chan duduk tadi lampu di atasnya terjatuh.
     “Ah! Maaf kalau aku menyakitimu.” Kata Nanaki.
     R-chan yang masih cengo akhirnya menjawab, “Eh? Ah, tidak! Aku berterima kasih padamu yang sudah mencoba menyelamatkanku. ^^ Arigatou gozaimasu…”
     “Eeee… Do-doita… It’s OK!” ntah kenapa Nanaki blushing.
     “Hei Nanaki. Apa tidak apa-apa?” tanya Ao yang tiba-tiba muncul di dekat Nanaki dan R-chan.
     “Yah, seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.” Kata Nanaki dengan Pdnya sambil tersenyum puas.
     Ao sweat drop. “Bukan kau! Tapi kondisi ini!” kata Ao dengan wajah polos.
     “Walah…” kata R-chan dalam hati.
     “Ka-kau…!” kata Nanaki bersamaan dengan munculnya guratn pembuluh nadi di kepalanya. “Haahhh… Aku juga kurang tahu apa yang menyebabkan semua ini?!!”
     Tiba-tiba dari belakang Nanaki, Ao dan R-chan diterjang sesuatu. Dan pada saat sesuatu itu menerjang mereka, bersamaan dengan itu juga muncul sesosok makhluk sangat besar dari langit-langit. Dan ketika dilihat, ternyata oh ternyata…
     Yang jatuh dari langit-langit ternyata hollow!! Dan yang menerjang ketiga orang tadi adalah Shima, Kaori dan APP!! :O Weeeew… :O
     Saat sedang terheran-heran, tiba-tiba dari bawah R-chan muncul tangan hollow yang sudah mencengkramnya.
     “Ukh!!” rintih R-chan kesakitan.
     “R!” teriak Nanaki.
     “Aduduh… Aku gak apa-apa kok… ^_^” kata R-chan sambil tersenyum.
     “Haaah?!! Kau ini?!! Di saat seperti itu masih bisa tersenyum?” tanya Ao yang kkaget setengah urip ngelihat tingkah R-chan.
     GREK!!!
     “Akh!” rintih R-chan lagi. Kali ini wajahnya berubah menjadi wajah kesakitan.
     “R!” teriak Nanaki yang kali ini bersiap untuk menyerang hollow tersebut dengan kemampuan PKnya. Begitu juga dengan Ao. Tapi, ada yang mendahului mereka. Ntah darimana asalnya serangan yang langsung mengalahkan para hollow itu. Yang jelas Nanaki berhasil menangkap R-chan yang terjun bebas dari tangan hollow yang tadi mencengkramnya. Saat berhasil ditangkap, R-chan dalam keadaan tertidur lelap.
###
(R-chan’s POV)
     Nguuung… Nguuuung… (suara lebah mengelilingi R-chan yang ketika bangun langsung lari terbirit-birit. #digaplok)
     Hnnn? Hoaaahm… Dimana ini aku?
     Ketika membuka mata, aku berada di sebuah ruangan yang tampaknya tidak begitu asing bagiku. Dan terasa sangat familiar.
     Tempat apa ini? Tanyaku dalam hati.
     Tiba-tiba ada seseorang yang muncul di hadapanku. Aku terkejut! Loh? Siapa pria ini? Se-seram… Seperti pimpinan geng alias yakuza. Pikirku dengan wajah kengerian (mungkin,  jika memang bisa dibedakan antara wajah ketakutanku dengan wajah tidak peduliku).
     “Oh, kau sudah sadar ya?” kata Kak Oki tiba-tiba.
     Aku hanya diam saja dan mengernyitka alisku untuk meminta penjelasan dari Kak Oki mengenai dimana sebenarnya aku sekarang? Apa yang sebenarnya sudah dan sedang terjadi?
     Kemudian Kak Oki pun menjelaskan dengan panjang lebar. Tapi anehnya, aku tidak bisa menangkap semua penjelasannya. Banyak kata-katanya yang kabur dari pendengaranku. Dan aku hanya mengangguk-angguk saja ketika Kak Oki seperti tahu bahwa aku kurang paham. Aduh! Apa yang sebenarnya terjadi padaku? >,<
     Lalu ketika Kak Oki selesai menjelaskan, seorang pria yang tadi kulihat menghampiri kami. Dan mengatakan, “Ada baiknya kau segera ingat semuanya.”
     Tentu saja aku juga kebingungan dibuatnya. Kenapa? Soalnya sambil berkata seperti itu dia juga menyerahkan sebuah pil mencurigakan yang sepertinya benda itulah salah satu cara agar aku bisa mengingat semuanya yang mereka maksud.
     “Kau akan mengerti setelah meminumnya. Yah, meski ada sedikit efek sampingnya sih.” Katanya sambil berlalu setelah pil yang dia sodorkan kuterima.
     “Buat apa? Memangnya ingat tentang apa?” tanyaku.
     Pria itu hanya menatapku tajam. Ikh! Serem tau?!! xO
     Dia yang mengetahui apa kata mataku (halaaah), cuma bisa sweat drop. Dan membiarkanku memutuskan untuk meminumnya atau tidak. Disaat aku sedang kebingungan, lalu muncul 2 orang cowok (Ao dan Nanaki, tapi yang menyapa seperti biasa, Cuma Nanaki) yang tiba-tiba langsung menyapaku untuk menjengukku. Dan setelah 2 orang cowok itu, di belakang mereka muncul para senpai yang lainnya selain Kak Oki yang sudah ada di tempat ini dari tadi.
     Waaaaw… :O
     “Ada keributan apa ini?” gumamku.
     Kemudian setelah semuanya berkumpul dan suasana agak tenang, pria yang tadi memberiku pil yang dipanggil dengan nama Pak Gunji mengulangi lagi perintahnya padaku untuk meminum pil itu. Lagi-lagi aku menimang-nimang. Dan meminta saran dari para senpaiku. Dan senpaiku ternyata mengiyakan. Aku malah jadi tambah ragu-ragu.
     Kemudian dengan dukungan dan paksaan juga keingintahuanku dan orang-orang yang ada disitu, akhirnya pil aneh itu kuminum juga. Dengan syarat disediakan air putih untuk minum pil mencurigakan itu.
     “GLUKK!! Huaaah…” kataku sambil menyeka mulutku.
     Setelah meminumnya, aku jadi deg-degan.
     “Apa yang akan terjadi setelah aku meminumnya?” tanyaku makin deg-degan pada Pak Gunji. Tapi dia hanya tersenyum. Sementara yang lainnya juga penasaran.
     Glek!! Perasaanku jadi tidak enak gara-gara Pak Gunji tersnyum seperti itu. Dan perutku mulai terasa mual seperti ketika nerveous mau mengerjakan tes. Dan rasanya jadi pingin muntah seolah-olah keracunan makanan.
     40 detik berlalu. 1 menit berlalu. Pak Gunji hanya tersenyum ke arahku ketika aku melihatnya untuk minta penjelasan. Perutku makin terasa mual saja gara-gara senyuman Pak Gunji yang mungkin bisa dianggap sebagai seringaian. Meskipun tidak ada reaksi apa pun.
     5 menit berlalu. 5 menit terasa sangat lama. Yang menunggu pun mulai penasaran dengan efek pil itu. 10 menit berlalu. Belum terjadi apa-apa. 15 menit berlalu. Aku yang tadinnya sudah tenang, secara tiba-tiba deg-degan lagi gak tahu kenapa. 20 menit berlalu. Perasaanku jadi makin aneh. Rasanya seperti ada sesuatu di dalam kepalaku dan mataku terasa agak panas. 25 menit berlalu. Aku mulai benar-benar merasa tidak enak badan. Seperti panas dalam. Tubuhku terasa panas. Kepalaku mulai pening. Jantungku berdegup makin kencang. Tangan dan kakiku terasa dingin. Mataku mulai buram (bayangin aja Shinichi yang mau balik lagi jadi Conan). Dan tepat pada menit ke 30, kepala dan mataku terasa sakit sekali (bayangin aja rasa sakitnya seperti yang dirasakan Harry Potter ketika Voldemort sedang dekat dengannya).
     “Akh!” jeritku sambil menutup mataku. Nafasku mulai ngosh-ngoshan karena menahan sakit. Keringatku mulai mengalir dengan deras. Dan di kepalaku tiba-tiba saja muncul gambaran-gambaran masa lalu. Dan tepat saat sebuah gambaran seseorang yang mengatakan “Kau akan lupakan semuanya setelah sampai di tempatmu.” muncul, aku sudah tidak ingat apa-apa. Mungkin aku tertidur? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar