Chinen is dead. That news is really2 bad news for his friends, his fans and his families. But surely! That’s just news. What the real happened? Is that true if Chinen was died?
2 Desember 2012
“Gempa bumi yang terjadi kemarin selain telah menewaskan banyak penduduk setempat juga menewaskan seorang member boy band ternama dari Jepang saat konser sedang berlangsung. Salah satu member Hey! Say! Jump yang bernama Chinen Yuri diduga telah tewas tertimpa bangunan. Untuk saat ini sebuah jasad yang ditemukan dalam runtuhan yang diduga jasad Chinen Yuri sedang akan diotopsi. Bla.. bla.. bla....” tentu saja berita seperti itu bisa dengan sangat cepat menyebar luas. Tidak hanya menyebar sangat cepat di Indonesia, tapi juga menyebar dengan super cepat bahkan ke luar negeri.
31 November 2012
Malam ini HSJ tampil di kota Jember. Ketika mereka selesai menyanyikan lagu Arigatou~sekai no doko ni itemo~ tiba-tiba saja bumi bergoyang. Getarannya cukup kuat sehingga semua orang yang menonton konser tersebut dapat merasakannya. Selang beberapa menit kemudian, getaran yang lebih kuat pun terjadi. Tentu saja semua orang yang ada di dalam lari keluar ruangan. Semua JE member beserta staf-stafnya sudah keluar terlebih dahulu.
Saat sudah di luar, Chinen melihat ada seorang anak kecil yang terjatuh saat mengikuti ibunya lari keluar bangunan. Chinen pun tanpa berpikir panjang berlari ke arah anak kecil itu. Yamada yang melihat hal itu pun ikut berlari ke arah Chinen. Yuto yang melihat hal itu hanya terdiam dan kemudian memberitahu ke yang lain. Beberapa saat setelah Chinen berhasil menggendong anak kecil tersebut gempa dengan kekuatan 7,5 SR pun terjadi. Chinen yang berhasil menggendong anak kecil itu tak bisa berjalan. Begitu juga dengan Yamada yang sudah berada di dekatnya. Untungnya gempa tersebut hanya terjadi beberapa detik saja. Namun hal itu pun berakibat fatal.
Setelah gempa selesai, Chinen meminta Yamada untuk membawa pergi si anak kecil menjauhi tempat tersebut. Yamada saat itu hanya menurut saja. Kemudian Chinen pun kembali ke arah gedung. Katanya pada Yamada dia ingin mengambil sesuatu yang tertinggal.
Chinen sudah mengambil barangnya yang tertinggal di gedung. Setelah beberapa langkah di luar gendung, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Bangunan tersebut runtuh!!! Chinen berusaha lari secepat mungkin untuk menghindari reruntuhan. Yamada dan Yuto melihat ke arah Chinen yang sedang berusaha menyelamatkan diri. Yamada dan Yuto ingin menolong tapi oleh Yabu dan Takaki mereka dihalangi. Dan beberapa saat kemudian, BRUKK!!! Seluruh bangunan runtuh!! Chinen sudah tak nampak lagi!! Tidak hanya itu, beberapa orang yang masih berusaha menyelamatkan diri pun juga sudah tidak nampak lagi. Entah darimana datangnya, tiba-tiba saja banyak darah merembes keluar dari arah runtuhan bangunan. Semua yang menyaksikan kejadian tersebut shock tidak percaya. Beberapa orang yang merasa kehilangan keluarga dan temannya pun teriak histeris.
Beberapa menit kemudian tim penyelamat datang mengamankan keadaan. Beberapa orang yang terluka sudah diobati oleh beberapa orang yang ada disitu sebelumnya. Yamada dan Yuto yang ngeyel mencari Chinen di reruntuhan kemudian diamankan ke tempat lain. Mereka diobati terlebih dahulu karena luka mereka. Saat diobati dengan tampang lesu, tiba-tiba Yamada ingat akan sesuatu. Setelah diobati secara tiba-tiba dia mengeluarkan HPnya dan berlari keluar sambil mulai memencet nomor Chinen dan mencoba menghubungi ponselnya. Dia ingat kalau saat itu Chinen masuk ke gedung untuk mengambil Hpnya yang tertinggal. Seorang gadis yang melihat gelagat itu pun ikut keluar. Saat di luar gadis itu melihat Yamada tampak frustasi karena Hpnya tidak bisa dipakai untuk menghubungi.
“Kuso!! Shingō wa, saidaide wa arimasen!(Sinyalnya tidak sampai!) Aaa~ nande?!! *tears* Naze anata wa Chinen no tanjōbi no toki ni subeki?!!! (Kenapa harus ketika Chinen ultah?!!)” kata Yamada frustasi.
“Anoo... Could I help you?” kata si cewek mencoba membantu.
“Ah!” Yamada terkejut. Dia ingin minta bantuan tapi dia bingung ngomongnya. Kemudian si cewek bilang lagi.
“I knew may be you’re confused. But I thought you are trying to call Chinen’s phone, right?”
“Hai!” kata Yamada.
“And you didn’t get signal here?”
“Hai!”
“May be I can help you. I think my pulse still enough to call his number.” Kata si cewek sambil tersenyum. “Give me Chinen’s number.”
“Eee?” Yamada agak bimbang. Tapi akhirnya dia mau juga memberikan nomor Hpnya Chinen. Kemudian si cewek menghubunginya.
Yuto yang sudah selesai diobati pun mencari-cari Yamada. Kemudian dia keluar dari pos pengobatan untuk mencari Yamada di luar. Saat itu dia melihat Yamada sedang berada bersama seorang cewek. Dan mereka sama-sama mengeluarkan HP. Yuto melihat Yamada seolah-olah sedang bertukar nomor HP. Itu sebabnya dia langsung berlari untuk mengingatkan Yamada. Tapi saat itu si cewek seperti sedang menelepon sesuatu setelah Yuto sampai disana.
“Nani o shiteru no, Yamada?” kata Yuto agak kesal.
“I just try to call Chinen’s phone. Yamada said if Chinen entered the building just to took his phone that left there.” Kata si cewek sebelum Yamada sempat menjawab.
“Eee?? Hontou ni?” tanya Yuto pada Yamada.
“Hem!” jawab Yamada sambil menganggukkan kepala.
Kemudian si cewek meminta Yamada dan Yuto untuk mendengarkan secara seksama karena ponsel Chinen sudah dapat dihubungi. Yamada dan Yuto mendengar bunyi ponsel Chinen. Mereka pun berlari ke arah reruntuhan. Namun si cewek tidak berlari ke arah reruntuhan. Si cewek meminta petugas keamanan untuk menolong mereka.
つづく...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar